
JAKARTA – Simon Santoso tak mau mencari kambing hitam saat dirinya ditaklukkan Taufik Hidayat pada perempatfinal Djarum Indonesia Open Super Series 2010 (DIOSS), Jumat (25/6/2010).
Meski kalah 21-12 pada set pertama, Simon akhirnya bangkit dan menutup set kedua dengan kedudukan 21-15. Sayang, dia kembali menyerah pada rubber set, 13-21, dan harus menyerahkan tiket semifinal ke tangan seniornya.
Simon sendiri mengaku Taufik memang menunjukkan kelasnya sebagai pemain lebih matang. "Di set awal, saya lebih menekan dan sempat memimpin. Tapi, di pertengahan Taufik mengubah taktik permainan," tandas Simon.
"Saya menjadi kurang tanggap, permainan tak terkontrol, dan terlalu hati-hati sehingga tak bisa main lepas," lanjut pemuda 24 tahun.
"Di set kedua saya menang, karena bisa menguasai permainan. Tapi, akhirnya kalah lagi di set terakhir. Cara bermain Taufik lebih pintar, dia menguasai permainan. Saya sendiri terburu-buru," akunya.
Simon tak mau terlalu lama menyesali kekalahannya ini. Dia justru mendapat banyak pelajaran. "Sebagai pelajaran saya tak boleh buru-buru, lebih tenang, dan mampu menguasai diri sendiri. Jika lawan mengubah taktik di tengah permainan, saya harus bisa cepat beradaptasi," tuntasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar