Tampilkan postingan dengan label Piala dunia Grup C. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala dunia Grup C. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juni 2010

Gerrard: Inggris Layak Lolos


PORT ELIZABETH - Steven Gerrard melayangkan pujian atas kerja keras para punggawa Inggris. Sang kapten tak segan mengklaim bahwa The Three Lions memang layak lolos dari penyisihan grup.

Usai menumbangkan Slovenia 1-0 di laga penyisihan pamungkas Grup C, malam tadi, Inggris berhak mengamankan satu tiket ke babak 16 besar. Skuad arahan Fabio Capello mendampingi Amerika Serikat (AS), yang keluar sebagai juara grup setelah menundukkan Aljazair 1-0 di saat yang bersamaan.

Gol tunggal Jermaine Defoe di Stadion Nelson Mandela mengubur impian Slovenia, yang sempat memuncaki klasemen. Padahal sebelumnya, Inggris menuai kecaman akibat hasil imbang di dua laga pertama melawan AS (1-1) dan Aljazair (0-0).

Tak heran jika Gerrard bangga dengan keberhasilan timnya. “Saya rasa saat Anda butuh memenangkan laga dan tidak mencetak gol kedua, akan mencemaskan. Tapi, kami punta hasrat, semangat, kebersamaan, dan kualitas,” akunya.

“Ya, kami layak melaju ke 16 besar. Saat ini kami butuh menemukan eksistensi dan jika performa kami seperti saat melawan Aljazair, kami tidak akan mendapat kesempatan,” lanjut kapten tim Liverpool.

Atas kemenangan ini, Gerrard merasa Inggris sudah menemukan kembali performa sesungguhnya. Bahkan, dirinya sesumbar siap mengalahkan tim manapun di babak berikutnya.

“Menurut saya, jika kami bermain seperti hari ini dan tetap mendengarkan instruksi pelatih, maka kami akan sulit dikalahkan dan apapun bisa terjadi nanti,” pungkasnya, seperti dilansir BBC, Kamis (24/6/2010)

Donovan Giring AS ke 16 Besard


PRETORIA - Amerika Serikat (AS) sukses mengamankan satu tiket ke babak 16 besar, usai menumbangkan salah satu wakil Afrika, Aljazair, dengan skor tipis 1-0 pada laga penyisihan terakhir Grup C, Rabu (23/6/2010) malam. Adalah Landon Donovan yang berjasa menggiring AS, berkat gol semata wayangnya.

Sama-sama mengantongi peluang lolos ke putaran kedua, AS (2 poin) maupun Aljazair (1 poin) enggan menyiakan laga kali ini. Kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi, meski kick off baru saja dilakukan.

Aljazair membuka peluang emas pertama di menit 6, kala Rafik Djebbour berhasil menembus pertahanan AS namun tembakannya belum tepat sasaran. Serangan balik pun langsung dilancarkan AS, hanya satu menit berselang. Herculez Gomez mengetes Rais M’Bolhi, sayang sang penjaga gawang masih terlalu tangguh.

20 menit berlalu, serangan kedua tim belum membuahkan hasil. Namun tiga menit kemudian, pelatih AS Bob Bradley sempat bersorak ketika melihat Gomez menjebol gawang M’Bolhi. Sangat disayangkan, hakim garis mengangkat bendera pertanda offside dan gol tersebut dianulir.

Sementara itu, di Stadion Nelson Mandela, Port Elizabeth, seruan para pendukung Inggris tak terbendung. Tepat di menit 24, Jermaine Defoe sukses menggetarkan gawang Slovenia yang dikawal Samir Handanovic. Sementara, Inggris memimpin klasemen dengan 5 poin.

Batal mencetak angka, AS terus menekan. Peluang kembali tercipta di menit 35 melalui Landon Donovan. Gelandang milik Los Angeles Galaxy melayangkan umpan manis pada Clint Dempsey, namun tendangan Dempsey dari jarak 5 yard sukses diantisipasi M’Bolhi.

Satu menit berselang, giliran Jozy Altidore yang menerima umpan Donovan. Kali inipun Altidore mampu melewati M’Bolhi, namun striker bernomor punggung 17 sangat menyesal karena gagal menyarangkan bola. Fokus bertahan, Aljazair tetap membangun serangan. Sayang, peluang Karim Matmour dan Karim Ziani belum memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Masih mengemban misi yang sama, AS dan Aljazair butuh kemenangan guna lolos dari babak penyisihan grup. Terlebih, kabar keunggulan Inggris 1-0 atas Slovenia sudah sampai ke Stadion Loftus Versfeld. Tak heran jika kedua tim menggempur serangan sejak menit awal babak kedua.

AS tampak lebih dominan. Serangan berbahaya di menit 56, kala Altidore meneruskan umpan Dempsey dan merangsek ke pertahanan Aljazair. Sayang, Altidore gagal memanfaatkannya setelah tendangannya melebar dari gawang M’Bolhi.

Peluang emas silih berganti diciptakan kedua tim. Namun, ketangguhan masing-masing penjaga gawang belum terpatahkan. Meski demikian, Tim Howard terlihat lebih santai dibanding M’Bolhi yang kerap meladeni serangan AS.

Tendangan bebas Michael Bradley di menit 80 sempat mendebarkan jantung M’Bolhi. Beruntung, tendangan anak pelatih AS ini masih bisa diantisipasi. Lagi, tiga menit berselang, tendangan bebas yang dieksekusi Dempsey malah melambung di atas mistar gawang.

90 menit berlalu, tak satupun gawang yang bergetar. Hingga akhirnya memasuki masa injury time, kebuntuan benar-benar terpecah. Berawal dari tembakan Altidore yang gagal dihalau M’Bolhi. Nmaun tiba-tiba, Donovan menusuk dari tengah dan menyambar bola. Kapten tim AS pun membobol gawang M’Bolhi. 1-0 untuk AS.

Nasib sial Aljazair berlanjut, saat kapten tim Anther Yahia menerima kartu kuning kedua dan menyusul kartu merah, karena melakukan protes pada wasit usai pelanggaran yang dilakukan Hassan Yebda di kotak pertahanan AS.

Hingga peluit panjang berbunyi skor tetap 1-0 untuk AS, yang sekaligus mengantarkan Donovan dkk melaju ke babak 16 besar. Pasukan Negeri Paman Sam menyandang predikat juara Grup C dan didampingi Inggris, yang menaklukkan Slovenia 1-0.

Minggu, 20 Juni 2010

Pelatih Slovenia Puas


JOHANNESBURG – Kemenangan yang batal diraih setelah sempat unggul 2-0 atas Amerika Serikat, tidak membubat pelatih Slovenia Matjaz Kek kecewa.Dia menyatakan puas dengan penampilan Birsa dkk.

“Di babak pertama kami bermain baik, tapi menurun di babak kedua,” kata Kek, seperti usai pertandingan, seperti dikutip Goal, Sabtu (19/6/2010).

Kek menyatakan saat timnya terus ditekan Amerika Serikat yang berusaha bangkit dari ketertinggalan, dia berharap skuadnya keluar dari tekanan, namun bagaimana pun dia tetap bangga dengan semangat juang yang telah ditunjukan anak asuhnya.

“Saya harus katakana, saya bangga dengan skuad saya yang menampilkan kualitas, dan kami mendapatkan poin berharga hari ini,” tambah dia.

Meski bermain seri, Slovenia kini berada di puncak klasmen grup C, sementara Inggris baru akan menjalani laga kedua melawan Aljazair dini hari ini.

Sang pelatih juga enggan mengomentari mengenai kepemimpinan wasit asal Mali Koman Coulibaly, yang sempat menganulir gol Amerika Serikat di babak kedua.

“Saya tidak akan memberi penilaian apa pun terhadap wasit,” katanya.

”Tentu saja anad bisa mempermasalahkan beberapa keputusannya, tapi saya tidak mau berkomentar tentan itu. Pertandingan memang berlangsung sengit, tapi saya tidak melihat keputusan wasit berdampak pada hasil pertandingan,” katanya.

Inggris ( Tim singa ompong )


asukan Fabio Capello untuk kali kedua gagal memenuhi harapan publik Inggris, setelah kembali gagal meraih poin penuh saat melawan Aljazair. Kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0. Sebelumnya Inggris juga hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawan Amerika Serikat di laga perdana grup C Piala Dunia 2010.

Bertanding di di Stadion Green Point, Cape Town, Jumat (18/62010), Inggris memulai laga dengan tampil kurang menggigit, tampak pasukan Aljazair yang lebih mendominasi serangan yang banyak mengalir dari sayap kiri, tempat dimana bek kanan Inggris Glen Johnson dan Jamie Carragher sering kedodoran menutup ruang.

Setelah 25 menit babak pertama, Inggris mulai dapat mengembangkan permainannya dengan kembali berbalik menyerang pertahanan Aljazair. Namun, Inggris masih kesulitan mendekati gawang Rais M’Bolhi. Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Gareth Barry bergiliran melepas tembakan keras, tapi semuanya berakhir dalam pelukan kiper Slavia Sofia itu.

Dengan hasil imbang itu, Inggris mengumpulkan dua poin di Grup C. Sedangkan Aljazair baru mengumpulkan satu poin.

Inggris yang mengandalkan daya gedor di lini depan dengan menurunkan Emile Heskey dan Wayne Rooney ternyata pada babak pertama belum mampu berbuat apa-apa. Dengan ditopang dua gelandang berkelas seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard, Inggris kesulitan membongkar pertahanan Aljazair.

Bermain di Green Point Stadium , Jumat 18 Juni 2010, sama halnya babak pertama, babak kedua Inggris yang tampil habis-habisan menekan lagi-lagi gagal berbuah gol. Usaha Rooney dan Lampard selalu terhalang kokohnya benteng pertahanan Aljazair.

Pada pertengahan babak kedua, Rooney nyaris mencetak gol andai saja umpan silang dari Aaron Lennon mampu disambar pemain Manchester United (MU) itu dengan baik. Kemudian pada menit 70, tandukan Gerrard masih mampu diselamatkan oleh kiper Aljazair Rais Ouheb Mbouli.

Sepanjang babak kedua, serangan Inggris datang bertubi-tubi yang dibangun dari sisi kiri dan kanan lapangan. Namun, karena kokohnya pertahanan pemain belakang Aljazair selama 45 menit babak kedua, usaha Inggris berakhir sia-sia. Hingga pertandingan berakhir, baik Inggris dan Aljazair harus puas dengan skor imbang, 0-0.

Dengan hasil ini, Inggris hanya mampu menempati urutan ketiga klasmen grup C. Jika pekan depan Inggris gagal memenangkan pertandingan saat melawan Slovenia, akan dipastikan Inggris pulang lebih awal dari Piala Dunia 2010 ini.

Pangeran William dan Pangeran Harry juga hadir di stadion untuk memberi suntikan semangat kepada pasukan Fabio Capello, namun kehadiran kedua Pangeran Inggris tersebut belum mampu menghadirkan kemenangan untuk Inggris. “Tiga singa masih loyo dan ompong“.

Minggu, 13 Juni 2010

Slovenia Pimpin Grup C


POLOKWANE – Kejutan terjadi di Grup C, setelah Slovenia menjadi pemuncak klasemen sementara. Slovenia mengungguli wakil Afrika Aljazair dengan skor tipis 1-0, pada laga yang dimainkan di Peter Mokaba, Minggu (13/6/2010).

Kemenangan ini membuat Slovenia mengumpulkan tiga poin. Inggris dan Amerika Serikat baru mengoleksi satu angka, setelah bermain 1-1 dini hari tadi. Sementara, Aljazair menjadi juru kunci dengan nilai nol.

Pertandingan berjalan lambat sejak peluit kick-off tanda laga dimulai dibunyikan wasit. Aljazair membuka peluang di menit tiga melalui tendangan bebas Nadir Belhadz. Beruntung, kiper Slovenia Samir Handanovic masih mampu mentips bola.

Slovenia terus tertekan. Di menit 35 Rafik Halliche membuka peluang, namun urung terjadi gol setelah sundulannya terlalu tinggi. Empat menit berselang, Karim Matmour melepaskan tendangan keras kaki kiri hanya masih terlalu tinggi.

Di babak kedua, tempo pertandingan tidak banyak berubah. Namun, Slovenia coba lebih keluar menyerang. Pertarungan pun banyak terjadi di lini tengah. Petaka buat Aljazair terjadi di menit 72, setelah Abdelkader Ghezzal diusir wasit. Ghezzal menerima kartu kuning kedua, setelah melakukan handball saat mengkontrol bola.

Slovenia akhirnya memastikan kemenangan pada menit 78. Tendangan keras menyusur tanah Robert Koren, gagal diantisipasi kiper Faouzi Chaouchi. Bola menghujam masuk ke pojok kiri gawang.

Gol Koren tersebut, menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. Dan kemenangan 1-0 menjadi milik Slovenia.

Sabtu, 12 Juni 2010

Howard Bikin Inggris Frustasi


RUSTENBURG - Penjaga gawang Amerika Serikat (AS) Tim Howard sukses membuat para penyerang Inggris frustasi. Meski kebobolan lebih dulu, Howard memaksa The Three Lions bermain 1-1 di laga pembuka penyisihan Grup C di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Minggu (13/6/2010) dini hari WIB.

Laga baru berjalan empat menit, Inggris langsung mengejutkan AS. Adalah Steven Gerrard yang membawa skuad arahan Fabio Capello memimpin 1-0. Sang kapten dengan cerdas meneruskan umpan Emile Heskey dan memperdaya Howard.

Frank Lampard mendapat peluang lewat tendangan bebas di menit 10. Sayang, tembakannya membentur kaki striker AS Landon Donovan. Bola pun meninggalkan lapangan dan peluang kembali tercipta lewat tendangan sudut. Gerrard mengeksekusinya, namun sia-sia karena Glen Johnson kedapatan melakukan handball.

Serangan balik AS begitu cepat. Tak lebih dari satu menit berselang, Steve Cherundolo mengumpan bola silang dan disambut baik oleh Clint Dempsey, yang siaga di kotak pertahanan Inggris. Sangat disayangkan, sundulan gelandang bernomor punggung 8 teratasi oleh Green.

Peluang emas kembali diciptakan AS di menit 19. Kali ini melalui aksi Donovan, yang mengirim bola terukur pada Jozy Altidore di kotak penalti. Lagi-lagi, gawang Green urung jebol karena tandukan Altidore masih melebar.

Sebuah insiden kecil terjadi di menit 29. Tim Howard tersungkur, setelah berbenturan dengan Heskey yang berniat menyambar bola silang dari Johnson. Beruntung gawang Howard selamat dan dirinya pun memutuskan melanjutkan laga.

Shaun Wright Phillips, yang masuk menggantikan James Milner (kartu kuning), sempat membahayakan gawang AS. Namun, tendangan jarak jauhnya di menit 38 belum menemui sasaran.

Tak terduga, hanya dua menit berselang, AS meluncurkan serangan balik. Tendangan gawang Howard jatuh ke kaki Dempsey, lalu gelandang milik Fulham ini langsung berinisiatif melepaskan tendangan jauh dari kotak penalti. Nyaris dalam genggaman Green, ternyata bola memilih bersarang di gawang. Kedudukan sama kuat 1-1. Skor bertahan hingga turun minum.

Masuk babak kedua, Capello merombak pertahanan Union Jack. Pelatih asal Italia menarik Ledley King dan menggantikannya dengan bek veteran milik Liverpool, Jamie Carrargher.

Kedudukan imbang telah menyulut Inggris menaikkan tempo permainan. Awal paruh kedua, peluang tercipta lewat tendangan bebas Lampard ke arah gawang. John Terry menyambut dengan tandukan, namun sayang masih meleset.

Gempuran serangan kembali dilanjutkan Heskey, yang sukses menusuk pertahanan AS. Namun, striker veteran milik Aston Villa gagal menaklukkan Howard.

Kendati AS selalu dalam tekanan, sang penjaga gawang tak gentar menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Inggris. Wayne Rooney, yang tak terlihat tajinya di babak pertama, mulai bangkit.

Tepat di menit 71, bomber Manchester United sempat membahayakan gawang Howard. Ketangguhan penjaga gawang Everton belum tergoyahkan hanya dengan tandukan seorang Wazza -julukan Rooney-.

Kebuntuan Inggris nyaris terpecah, kala Wright Phillips merespons umpan Rooney di kotak penalti. Lagi, Howard melakukan penyelamatan cemerlang. Bahkan, tandukan Heskey, sebelum dirinya ditarik keluar (80’) dan digantikan Peter Crouch, termentahkan begitu saja.

Sempat hanya meladeni serangan Inggris, tak mengurungkan niat AS membalasnya. Di penghujung laga, Donovan mencoba peruntungan melalui tendangan sudut. Kali ini Gerrard yang menghempaskannya.

Bahkan memasuki masa injury time, Dempsey masih berusaha menjebol gawang Green dengan melesakkan tendangan jarak jauh. Sangat disayangkan, upanya tak mampu merubah keadaan. Dalam laga kelima di Afsel ini, Inggris dan AS harus rela berbagi angka.
Bookmark and Share

wibiya widget