marilah kita jalani hidup ini dengan apa yang ada, marilah kita bersyukur atas pemberian_Nya
Tampilkan postingan dengan label Badmintoon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badmintoon. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 Juni 2010
Chong-Wei Tak Remehkan Taufik
JAKARTA – Unggulan pertama Lee Chong Wei tak mau sesumbar jelang laga final Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010, Minggu (27/6/2010).
Hendra/Anastasia, Buta Kekuatan Lawan
JAKARTA – Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh mengaku tak tahu kekuatan lawan yang akan dihadapinya pada laga final ganda campuran Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010, Minggu (27/6/2010).
Hendra yang kali ini berpasangan dengan pebulutangkis Rusia, Anastasia akhirnya merebut satu tiket final setelah melewati perjuangan berat di semifinal kontra pasangan Korea Sung Hyun Ko/Jung Eun Ha. Hendra/Anastasia sempat menyerah 19-21 di set pertama, namun akhirnya menutup dua set kemudian dengan kemenangan 21-13 21-17.
"Kami hanya fokus ke pertandingan. Saya senang dengan hasil ini. Saya juga percaya dengan kemampuan Hendra, jadi lebih santai," kata Anastasia dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
"Di set pertama kami memang kalah tapi saya puas dengan penampilan sendiri dan itu memberikan kepercayaan diri. Di set kedua, saya makin percaya diri dan bermain lebih santai sehingga bisa meraih kemenangan dua set kemudian," lanjutnya.
Di partai puncak besok, Hendra/Anastasia sudah ditantang pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiedza Zieba yang secara dramatis menyingkirkan unggulan Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir 21-12 16-21. Sayang, keduanya belum pernah bertemu sebelumnya sehingga membuat Hendra/Anastasia buta kekuatan lawan.
"Saya tak tahu kekuatan lawan, tapi saya rasa mereka lebih mewaspadai kami. Saya juga sering memperhatikan permainan mereka," tandas Anastasia.
Hal senada juga diungkapkan Hendra. "Yang penting besok main lepas, tak ragu-ragu, dan mencoba tampil bagus," jelas Hendra.
Nova/Liliyana Gagal ke Final
JAKARTA – Unggulan pertama ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir gagal melaju ke final, setelah menyerah rubber set 21-12 16-21 21-19 dari pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiedza Zieba pada semifinal Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010, Sabtu (26/6/2010).
Dukungan penuh suporter tuan rumah yang memadati Istora Senayan ternyata tak mampu memberikan keuntungan maksimal bagi pasangan Indonesia. Robert/Nadiezda tampil maksimal di set pertama. Unggulan Polandia ini membunkam Nova/Liliyana dengan set cukup jauh 21-12.
Beruntung, pasangan Indonesia mampu bangkit di set kedua. Mengandalkan permainan cepat, Nova/Liliyana menutup set kedua dengan kedudukan 16-21. Sayang, Polandia tak mau lempar handuk.
Permainan Robert yang kerap menyerang seringkali membuat Nova/Liliyana kewalahan. Kejar-kejaran angka terjadi di set ketiga. Dukungan publik tuan rumah cukup memotivasi pasangan Indonesia.
Namun, karena terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan serta pertahanan lawan yang sangat kuat, membuat Nova/Liliyna akhirnya harus menyerahkan tiket final kepada unggulan ketiga tersebut. Robert/Nadiezda memumpuskan harapan Indonesia mengantarkan wakilnya ke final dengan menutup set ketiga 21-19.
Simon: Taufik Lebih Matang
JAKARTA – Simon Santoso tak mau mencari kambing hitam saat dirinya ditaklukkan Taufik Hidayat pada perempatfinal Djarum Indonesia Open Super Series 2010 (DIOSS), Jumat (25/6/2010).
Meski kalah 21-12 pada set pertama, Simon akhirnya bangkit dan menutup set kedua dengan kedudukan 21-15. Sayang, dia kembali menyerah pada rubber set, 13-21, dan harus menyerahkan tiket semifinal ke tangan seniornya.
Simon sendiri mengaku Taufik memang menunjukkan kelasnya sebagai pemain lebih matang. "Di set awal, saya lebih menekan dan sempat memimpin. Tapi, di pertengahan Taufik mengubah taktik permainan," tandas Simon.
"Saya menjadi kurang tanggap, permainan tak terkontrol, dan terlalu hati-hati sehingga tak bisa main lepas," lanjut pemuda 24 tahun.
"Di set kedua saya menang, karena bisa menguasai permainan. Tapi, akhirnya kalah lagi di set terakhir. Cara bermain Taufik lebih pintar, dia menguasai permainan. Saya sendiri terburu-buru," akunya.
Simon tak mau terlalu lama menyesali kekalahannya ini. Dia justru mendapat banyak pelajaran. "Sebagai pelajaran saya tak boleh buru-buru, lebih tenang, dan mampu menguasai diri sendiri. Jika lawan mengubah taktik di tengah permainan, saya harus bisa cepat beradaptasi," tuntasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)