London
(ANTARA) - Sekitar 800 warga Prancis di Kota Lailly en Val, berbondong-bondong dan terpukau menyaksikan pagelaran wayang kulit Ramayana yang dipersembahkan grup wayang kulit Wilis Prabowo pimpinan Widodo dari Wonogiri, Jawa Tengah.
Pertunjukan dilangsungkan di bawah sinar bulan purnama di pinggir sebuah telaga di Kota Lailly en Val, ujar Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Paris Agus Badrul Jamal kepada koresponden ANTARA London, Rabu
Dikatakan, antusiasme yang besar ditunjukkan warga Prancis yang menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan lakon Ramayana pada malam itu.
Mulai dari anak-anak hingga dewasa dan para lansia, sangat terpikat dan bahkan enggan beranjak dari arena pertunjukan yang dimulai sejak pukul 22.00 hingga melewati tengah malam.
Menurut dia, itu dimungkinkan karena pertunjukan wayang tersebut tergolong unik, yakni memakai dialog atau bahasa pengantar Prancis yang disisipkan sang dalang, Widodo.
Selain itu, dalang juga melontarkan isu-isu yang sangat menyentuh keseharian warga Prancis.
Agus Badrul Jamal menyebutkan, pagelaran tersebut merupakan salah satu acara penutup dari kegiatan budaya grup Wilis Prabowo yang beranggotakan tujuh orang di Kota Lailly en Val selama tiga minggu sejak awal Juni lalu.
Selama tiga minggu, kelompok wayang kulis Wilis Prabowo juga mengadakan workshop seperti pengenalan dan pelatihan wayang kulit, karawitan dan gamelan Jawa di beberapa sekolah dan panti jompo di Prancis.








