
JOHANNESBURG - Logo yang akan digunakan untuk Piala Dunia 2014 di Brasil, resmi diluncurkan Badan Sepakbola Dunia (FIFA), di Johannesburg, Kamis (8/7/2010) waktu setempat. Hadir dalam peresmian tersebut Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden Brasil Luiz Inacio da Silva.
Peluncuran logo ini tepat sehari menjelang laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2010, antara Jerman melawan Uruguay, atau dua hari jelang laga pamungkas antara Spanyol melawan Belanda, Minggu (11/7/2010) waktu setempat, di Soccer City Stadium, Johannesburg.
Blatter dalam sambutannya menyatakan jika Brasil sebagai negara yang memiliki tradisi besar dalam sepakbola, mempunyai tantangan untuk menyukseskan Piala Dunia 2014.
"Brasil adalah negara sepakbola. Brasil sudah lima kali menjadi juara, tapi terakhir menjadi tuan rumah pada 1950. Sepakbola adalah agama di Brasil dan kini waktunya kembali ke Brasil dan Amerika Selatan," jelas Blatter.
"Layaknya Afrika, sepakbola membuat semua orang bersatu. Seperti yang dikatakan presiden Lula, sepakbola bukan hanya urusan menendang. Ini adalah budaya dan kehidupan. Saya bangga presiden Brasil bisa hadir di peluncuran logo Piala Dunia 2014," lanjut Blatter.
Selain itu, hadir pula beberapa mantan bintang Tim Samba seperti Orlando Silva, Romario, Bebeto, Ricardo Teixeira, Cafu dan pelatih Timnas Afsel asal Brasil, Carlos Alberto Parreira.

CAPE TOWN - Uruguay gagal menembus final Piala Dunia 2010 setelah ditundukkan Belanda 3-2, Rabu (7/7/2010) dini hari WIB. Salah satu faktor kegagalan La Celeste, bisa jadi adalah kondisi sang bomber andalan Diego Forlan yang tengah dibekap cedera.
Forlan mencetak gol pertama bagi Uruguay dan menyamakan kedudukan dengan Oranje di babak pertama. Tapi siapa sangka, kondisi pemain 31 tahun tidak cukup fit untuk bermain. Hal itulah yang diungkapkan pelatih Oscar Tabarez.
Menjelang pertandingan usai, kondisi Forlan tidak memungkinkan untuk terus bermain. Meski saat itu La Celeste sudah tertinggal jauh dengan Oranje, Tabrez tidak mau ambil resiko untuk tetap memainkannya. Akhirnya Tabarez memutuskan untuk menarik Forlan dan menurunkan Sebastian Fernandez di menit 84.
"Dari menit pertama, Forlan sudah mengalami masalah. Dia sedang cedera dan tidak dapat melanjutkan permainan," ujar mantan pelatih Boca Juniors.
"Dia merasa kesakitan dan saat pertandingan kami mengambil keputusan untuk menggantikannya dengan pemain yang lebih fresh. Meski ini bukan hal serius, namun dia dinyatakan tidak fit 100 persen hingga menjelang akhir laga," tambahnya dikutip Reuters, Kamis (8/7/2010).
Uruguay akan menghadapi Spanyol atau bisa saja Jerman untuk memperebutkan juara ketiga, Sabtu, (11/7/2010) dini hari. Forlan tentunya diharapkan bisa kembali memperkuat skuad La Celeste. Namun, Tabarez masih akan melihat kondisi terakhir mantan pemain Villareal itu.


MADRID - Suasana berbeda dirasakan pendukung Spanyol dan Jerman usai laga hidup mati di babak semifinal Piala Dunia 2010, Kamis (8/7/2010) dini hari WIB.
Kemenangan skuad Matador atas Jerman (1-0) di semifinal Piala Dunia 2010 segera disambut meriah warga Spanyol. Maklum, ini merupakan kali pertama Spanyol berhasil melangkah ke putaran final sepanjang sejarah.
Ribuan fans La Furia Roja menyambut kemenangan Iker Casillas dkk dengan menyanyi dan melambaikan bendera di luar stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu, tempat acara nonton bareng diselenggarakan.
Suara letusan kembang api, tiupan vuvuzela, klakson mobil, serta seruan gembira fans bergaung di seluruh penjuru kota Madrid. Kini, skuad Vicente del Bosque hanya selangkah lagi menuju raihan bersejarah: trofi Piala Dunia.
"Kami sangat gembira, kami layak untuk menang!" seru salah satu fan, Julia (17), seperti dikutip Reuters.
Tomas Vasquez (41) menambahkan, "Spanyol mendominasi pertandingan. Di babak kedua, skuad Jerman sudah kelelahan. Dengan pergantian pemain yang kami lakukan, tim menjadi lebih segar."


OBERHAUSEN – Usai membuat publik Jerman naik pitam, Paul kembali beraksi memprediksi pertandingan. Kali ini selain menerawang pertandingan Jerman vs Uruguay, final Spanyol Vs Belanda pun ditebak.