Tampilkan postingan dengan label Piala dunia Grup A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala dunia Grup A. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

Afsel Potong Ayam Jantan


BLOEMFONTEIN – Prancis tidak hanya melupakan ambisi lolos ke babak 16 besar. Afrika Selatan memotong Tim Ayam Jantan 2-1 di Free State Stadium, Selasa (22/6/2010) dini hari WIB.

Susunan berbeda ditampilkan skuad Raymond Domenech dalam pertandingan ini. Sesuai perkiraan sebelumnya, pelatih kontroversial itu merombak skuad dengan tidak menurukan Patrice Evra di lini belakang. Gael Clichy menggantikan posisinya.

Awalnya, taktik yang dilakukan Domenech cukup memberi harapan buat Alou Diarra dkk. Tim Ayam Jantan sempat mendapatkan peluang lewat Andre-Pierre Gignac. Sayang, sepakannya tepat ke arah Moeneeb Josephs.

Namun justru Afsel yang mampu membuat gol pertama laga ini. Sepak pojok SiphiweTshabalala yang gagal ditepis kiper Hugo Lloris, berhasil disundul dengan sempurna oleh Bongani Khumalo. 1-0 Bafaana-Bafana memimpin.

Gol itu seperti menghancurkan mental pemain Prancis. Terbukti, Tim Ayam Jantan semakin menderita setelah Yoan Gourcuff langsung diusir wasit. Pemain Bordeaux itu menyikut rahang MacBeth Sibaya.

Keunggulan pemain semakin meningkatkan mental pemain tim tuan rumah. Menit 37, manfaatkan kesalahan pemain belakang juara dunia 1998 itu, Katlego Mphela kembali memaksa Lloris memunggut bola. 2-0 Afsel memimpin.

Sebenarnya, satu menit kemudian, skuad Carlos Alberto Parreira berhasil menambah pundi-pundi gol. Sayang, gol dianulir karena Mphela lebih dulu berada pada posisi off-side. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Prancis melakukan Dua pergantian. Domenech memasukkan Florent Malouda dan Thierry Henry untuk menambah daya dobrak. Namun, Afsel masih mendominasi jalannya pertandingan babak ini.

Peluang emas kembali dimiliki skuad Parreira. Sayang, dua kali peluang Mphela pada menit 51 dan 57 gagal membobol gawang Lloris. Tapi, Prancis tidak mau dipermalukan begitu saja.

Pada menit 70, Tim Ayam Jantan berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 lewat pemain pengganti Malouda. Berawal dari Ribery yang lolos dari jebakan offside, umpannya memudahkan Malouda untuk menggetarkan Josephs.

Diarra dkk terus menekan pertahanan Afsel yang terus kelelahan. Sayang usaha itu tidak juga membuahkan hasil. Tim Ayan Jantan terpaksa meninggalkan Piala Dunia dengan hasil yang memalukan setelah kalah 1-2.

Pasukan Domenech tidak hanya gagal lolos ke babak 16 besar. Prancis menjadi juru kunci di Grup A, setelah hanya mengumpulkan 1 poin dari tiga pertandingan. Sementara Uruguay dan Meksiko menjadi wakil grup ini.

Uruguay & Meksiko Melaju


RUSTENBURG – Uruguay memastikan diri keluar sebagai juara Grup A usai mengalahkan Meksiko 1-0 pada laga pamungkas di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg.

Kendati kalah, Meksiko juga melaju ke babak 16 besar dan berstatus sebagau runner-up, setelah unggul selisih gol dengan Afrika Selatan, yang pada pertandingan lain sukses menyudahi perlawanan finalis Piala Dunia 2006, Prancis 2-1.

Uruguay mengemas tujuh poin hasil dari dua kali kemenangan dan satu kali imbang. Sementara Meksiko mempunyai poin empat dengan agregat gol satu. Afrika Selatan juga mempunyai poin empat namun minus dua gol.

Jika memilih bermain aman, kedua tim sebenarnya cukup dengan hasil imbang untuk memastikan satu tempat di babak kedua. Namun, Uruguay dan Meksiko sama-sama mengejar kemenangan untuk menghindari Argentina sebagai kandidat kuat juara Grup B, yang akan menjadi lawan runner-up Grup A di babak 16 besar.

Kedua tim pun memulai laga dengan bermain terbuka. Peluang bagus dimiliki Diego Forlan saat menyambut umpan tendangan sudut di menit 19. Hanya saja usaha Forlan belum menemui sasaran

Penyelamatan baik dilakukan Jorge Fucile, saat tekelnya menghalau upaya Giovani Dos Santos untuk mencetak gol di menit 30. Tendangan kaki kanan Dos Santos masih bisa dibuang Fucile.

Gol buat Uruguay tercipta di menit 42 melalui Luis Suarez. Sundulan dari jarak dekat menyambut umpan Edinson Cavani, tidak bisa dihalau kiper Oscar Perez. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua menit 55, kiper Perez menyelamatkan gawang Meksiko dari kebobolan untuk kedua kalinya. Perez menghalau sundulan Diego Lugano. Meksiko membalas melalui upaya Javier Hernandez, lagi-lagi Fucile mampu menahannya.

Hingga babak kedua berakhir, Meksiko dan Uruguay sama-sama tidak mampu mencetak gol tambahan. Dan skor 1-0 menjadi hasil dari pertandingan ini.

Minggu, 20 Juni 2010

Bungkam Prancis, Meksiko Lupakan Uruguay

POLOKWANE - Para punggawa Meksiko tengah terlena dalam euforia kemenangan 2-0 atas Prancis, Jumat (18/6/2010) dini hari WIB. Bahkan, anak-anak asuh Javier Aguirre enggan memikirkan Uruguay, yang sudah menunggu di laga berikutnya.

Ya, Meksiko patut berbangga karena belum menderita kekalahan di dua laga penyisihan Grup A. Pada laga pembuka di Stadion Soccer City, sepekan lalu, skuad El Tri menahan tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) 1-1.

Praktis, empat poin merupakan bekal yang cukup guna lolos ke babak 16 besar. Namun, Uruguay, yang sebelumnya menang telak 3-0 atas Afsel siap menghadang demi mencapai tujuan yang sama.

Javier Hernandez enggan ambil pusing memikirkan laga pamungkas penyisihan grup. Striker rekrutan anyar Manchester United masih ingin larut dalam kemenangan, terlebih dirinya turut menyumbangkan satu gol di Stadion Peter Mokaba dan dinobatkan sebagai Man of the Match oleh FIFA.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama untuk gol yang saya cetak dan penghargaan Man of the Match. Kami ingin membagi kebahagiaan malam ini dengan negara kami,” ujar Hernandez.

“Tapi, kemenangan ini baru langkah awal. Perjalanan kami masih panjang. Untuk saat ini, kami tidak ingin memikirkan laga melawan Uruguay. Ya, kami ingin menikmati momen ini,” tandas striker kelahiran 22 silam, seperti dilansir Goal.

Uruguay Bungkam Afsel


PRETORIA – Uruguay sementara menguasai Grup A Piala Dunia 2010. Skuad Oscar Tabarez berhasil membungkam Afrika Selatan 3-0 di Loftus Versfeld Stadium, Kamis (17/6/2010) dini hari WIB.

Hasil ini, maka Uruguay untuk sementara memimpin klasemen Grup A dengan nilai empat. Skuad Tabarez unggul atas Prancis. Meksiko dan tuan rumah Afsel yang sementara menempati juru kunci.

Adalah Diego Forlan yang menjadi bintang dalam pertandingan ini. Mantan bomber Manchester United tersebut menghasilkan dua gol kemenangan Uruguay menit 23 dan 80.

Afsel sempat memberikan perlawanan 10 menit pertama. Bahkan, Siphiwe Tshabalala memberikan harapan kepada Bafana-Bafana untuk mencetak gol. Sayang, sepakannya dari jarak 25 meter masih melambung dari gawang Fernando Muslera.

Perlahan namun pasti, Uruguay berhasil keluar dari tekanan. Forlan dkk mendapatkan peluang pertama lewat aksi Luiz Suarez. Sayang, tendangannya masih mampu dibendung kiper Itumeleng Khune.

Namun, Forlan mampu membawa Uruguay memimpin 1-0 pada menit 23. Itu setelah tendangan keras pemain andalan Atletico Madrid dari luar kotak penalti, yang mengenai kepala Aaron Mokoena, membuat Khune tidak berdaya.

Uruguay kembali datang mengancam. La Celeste memiliki peluang untuk menghasilkan gol lewat aksi individu Suarez. Sayang, tendangan bintang Ajax ini masih menerpa gawang Afsel pada menit 31. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Skuad Tabarez bermain makin dominan di babak kedua. Meski begitu, Afsel tetap berusaha memberikan perlawanan. Peluang tercipta tembakan keras dari luar kotak penalti Teko Modise menit 67. Sayang masih mengarah ke gawang Muslera.

Petaka datang bagi tuan rumah pada menit 80. Wasit memberikan titik putih kepada La Celeste setelah Khune melanggar Suarez. Buntutnya kiper 22 tahun itu juga diberi kartu merah oleh wasit.

Pelatih Carlos Perreira memainkan kiper pengganti Moeneeb Josephs yang masuk menggantikan gelandang Steven Pienaar. Forlan dengan tenang mengekesekusi tendangan 12 pas. Uruguay pun memimpin 2-0.

Akhirnya, Alvaro Pereira melengkapi kemenangan armada tabarez pada menit 90-5 menjadi 3-0. Bek sayap FC Porto itu berhasil memanfaatkan umpan terukur Suarez untuk mengecoh Josephs.

Prancis-Uruguay Tanpa Gol

CAPE TOWN - Prancis kembali gagal menjawab keraguan publik atas penampilan buruk mereka. Bertarung melawan Uruguay di laga kedua
babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010, Les Bleus hanya mencetak hasil seri tanpa gol, Sabtu (12/6/2010).

Berbekal status runner-up pagelaran lalu, Prancis tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Terlebih mereka juga dipastikan bisa menurunkan hampir seluruh pemain inti.

Uruguay sendiri tidak mau kalah. Mengandalkan ketajaman Diego Forlan, Los Celeste mengusung misi meraup poin penuh.

Peluang pertama dihasilkan oleh Prancis ketika laga berjalan tujuh menit. Sebuah umpan datar dari Franck Ribery di muka gawang Fernando Muslera gagal di sambar Sidney Govou.

Uruguay membalas pada menit ke-16. Forlan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa dimentahkan kiper Hugo Lloris.

Meski pertandingan berjalan dengan tempo cepat sejak awal, kedua kubu nampak kesulitan membongkar pertahanan masing-masing. Tak ayal, hingga turun minum skor imbang tanpa gol masih bertahan.

Babak kedua dibuka Uruguay memperbaiki pola serangan. Alhasil, Forlan kembali memberikan ancaman di menit ke-53 dan ke-73. Namun lagi-lagi masih bisa diantispasi Lloris.

Prancis membalas di menit ke-79. Sepakan jarak jauh Florent Malouda menghujam ke sisi kiri gawang Muslera.

Bencana buat Uruguay datang pada menit ke-81. Mereka terpaksa tampil dengan 10 pemain setelah Nicolas Lodeiro diusir keluar lapangan. Bek kelahiran 21 tahun silam menerima kartu kuning kedua usai melancarkan tekel sadis kepada Bacary Sagna.

Unggul jumlah, tim 'Ayam Jantan' makin menggeber serangan. Untungnya kubu lawan juga sudah siap dengan menumpuk sejumlah pemain di area pertahanan.

Hingga wasit meniup peluit panjang tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan pun berkahir dalam kedudukan 0-0.

Imbangi Meksiko, Parreira Puas


JOHANNESBURG - Meski hanya sanggup bermain seri 1-1 dengan Meksiko pada laga perdana babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010, pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Perreira menyatakan dirinya cukup puas.

Dia bahkan cukup bersyukur karena masih bisa mengimbangi permainan El Tri. Apalagi mengingat mereka sempat tertekan pada laga di Soccer City Stadium.

“Meksiko adalah tim yang bermain terbuka. Untungnya kami bisa mengimbangi mereka,” ujar Perreira seperti dikutip Goal, Sabtu (12/6/2010).

“Kami bisa mengontrol permainan, namun hasil ini saya pikir cukup adil. Saya sendiri merasa puas,” tandasnya.

Berbicara ke depannya, pria asal Brasil tersebut mengatakan kalau laga penentuan untuk lolos ke berikutnya adalah pada saat menghadapi Prancis.

“Penampilan tim tidak mengecewakan. Saya tahu penentuan adalah saat menghadapi Prancis di laga terakhir,” pungkasnya.
Bookmark and Share

wibiya widget