Minggu, 20 Juni 2010

10 Pilar Socceroos Tahan Ghana


RUSTENBURG - Untuk kedua kalinya, Australia harus bermain dengan 10 pemain. Pada laga kedua penyisihan Grup D melawan Ghana, The Soceroos harus kehilangan Harry Kewell yang diganjar kartu merah pada menit ke-25. Meski demikian, Australia mampu mengimbangi The Black Stars dan memaksakan hasil akhir 1-1.

Bermain di Royal Bafokeng Stadium, Sabtu (19/6/2010), Australia yang kalah telak 0-4 dari Jerman di laga pertama, membuka laga dengan penuh determinasi. Kebutuhan meraih angka penuh untuk membuka peluang lolos ke 16 besar membuat Lucas Neill dkk bermain menyerang sejak menit pertama.

Strategi full offensif yang diterapkan pelatih Pim Veerbek pun terbukti jitu. Baru masuk menit ke-11, Socceroos berhasil unggul melalui Brett Holman setelah memanfaatkan bola rebound hasil tendangan bebas Mark Bresciano yang tak sempurna diamankan kiper Ghana Richard Kingson. 1-0 Australia membuka harapan.

Unggul satu gol, Australia tak juga mengendurkan serangan. Namun di sisi lain, Ghana yang juga bertekad meraup poin penuh untuk memimpin klasemen Grup D, juga tampil ofensif. Alhasil, jual beli serangan dan peluang pun kerap dipertontonkan kedua tim.

Petaka bagi Australia datang pada menit ke-25. Harry Kewell yang baru bermain di laga ini setelah pulih dari cedera, coba menghalau tendangan keras Jonathan Mensah. Sayang, bola menyentuh tangannya. Tak pelak, wasit Roberto Rossetti asal Italia langsung menunjuk titik putih yang dieksekusi dengan brilian oleh Asamoah Gyan untuk mencetak gol penyeimbang 1-1 sekaligus gol keduanya melalui titik putih di Piala Dunia 2010.

Ini merupakan kali kedua Australia harus bermain dengan 10 pemain setelah di pertandingan pertama lawan Jerman, Tim Cahill juga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran kepada Bastian Schweinsteiger.

Kalah jumlah pemain, Australia tak lantas bermain bertahan. Mereka tetap menyerang demi mengamankan tiga angka. Sayang, upaya Mark Bresciano dkk tak membuahkan hasil hingga babak pertama usai. Skor 1-1 tetap bertahan.

Di babak kedua, pertandingan tetap berlangsung dengan tempo cepat. Kedua tim terus membuka peluang untuk mencetak gol. Lima menit memasuki laga, Gyan memiliki peluang mengubah kedudukan setelah melesakkan tendangan keras yang memaksa kiper Australia Mark Schwarzer dan sang kapten Lucas Neill bekerja keras mengamankan gawang.

Memasuki menit ke-66, Australia coba membalas melalui Scott Chipperfield yang baru masuk menggantikan Bresciano. Sayang, sundulannya masih melambung di atas mistar. Satu menit berselang, giliran Gyan yang kembali menebar ancaman ke gawang Australia. Namun, lagi-lagi usaha Gyan gagal membuahkan gol.

Pada menit ke-72, Australia memiliki peluang terbaiknya untuk mencetak gol. Nahas, Luke Wilkshire yang berada di posisi ideal untuk mencetak gol, gagal menaklukkan Kingson. Joshua Kennedy yang menerima bola rebound juga gagal mengkonversi peluangnya menjadi gol.

Tak terima ditekan, Ghana balik menekan di sisa 15 menit laga. Sejumlah peluang pun berhasil diperoleh Gyan, Kevin-Prince Boateng dan Jonathan Mensah. Sayang, mereka tak mampu memaksimalkan peluang yang didapat menjadi gol. Skor 1-1 pun bertajan hingga laga usai.

Dengan tambahan satu poin, Ghana untuk sementara sukses memuncaki grup D dengan koleksi empat poin, atau unggul satu poin atas Jerman. Sementara bagi Australia, kekalahan ini semakin memojokkan posisi mereka untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Australia masih bisa lolos dengan catatan menang besar atas Serbia di laga pamungkas.

Tidak ada komentar:

Bookmark and Share

wibiya widget