Tampilkan postingan dengan label Piala dunia Grup H. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala dunia Grup H. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juni 2010

Diimbangi Honduras, Swiss Tersingkir

BLOEMFONTEIN - Swiss gagal memaksimalkan kesempatan merebut tiket ke 16 besar setelah Chili ditekuk 1-2 Spanyol. The Nati harus tersingkir setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan tim juru kunci Honduras pada laga pamungkas babak penyisihan Grup H di Free State Stadium, Sabtu (26/6/2010) dini hari WIB.
Ya, dengan tambahan satu poin, Swiss harus puas menempati urutan ketiga di bawah Chili dan Spanyol yang melaju ke babak 16 besar. Skuad besutan Ottmar Hitzfeld mengoleksi empat poin atau terpaut dua angka dari Chili yang lolos dengan status runner-up, mendampingi Spanyol.

Mengawali laga, Swiss memang dituntut menang besar atas Honduras bila ingin lolos ke 16 besar. Tuntutan ini pun langsung direspon dengan baik oleh Gelson Fernandez dkk, dengan tampil agresif sejak awal laga.

Baru sepuluh menit laga berjalan, gelandang Swiss Gokhan Inler langsung menebar ancaman ke gawang Honduras. Sayang upaya gelandang Udinese ini masih belum menemui sasaran. Tujuh menit berselang, giliran striker Eren Derdiyok yang melepaskan sundulan hasil umpan Tranquilo Barnetta. Namun, sundulan Derdiyok juga melebar. Alhasil, skor 0-0 tetap bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Swiss kembali menekan. Namun, justru Honduras yang membuka peluang lebih dulu melalui David Suazo. Sayang, upaya mantan bomber Inter Milan itu masih melebar.

Memasuki satu jam laga berjalan, Derdiyok kembali memiliki peluang membuka keunggulan. Namun, lagi-lagi upayanya kali ini gagal membuahkan hasil, setelah mampu diamankan kiper Honduras, Noel Valladares yang tampil brilian.

Butuh kemenangan untuk membuka peluang, Hitzfeld memasukkan striker Alexander Frei untuk menambah daya gedor armadanya. Lima menit masuk ke lapangan, Frei langsung mendapat peluang emas mencetak gol. Memanfaatkan tendangan bebas Hakan Yakin, Frei melepaskan sundulan yang nahasnya masih melintas di atas mistar gawang.

Di sisa 20 menit laga, Swiss terus berusaha keras membongkar rapatnya pertahanan Honduras dengan berbagai cara. Namun, solidnya lini belakang plus ketangguhan kiper Honduras, Noel Valladares dalam menjaga gawang memaksa Swiss harus gigit jari karena gagal mencetak gol hingga laga usai. Dengan skor akhir 0-0, Swiss pun dipastikan tersingkir menemani Honduras.

Spanyol jawara grup H

PRETORIA - Kekalahan dari Swiss di laga pembuka tidak cukup untuk menyingkirkan Spanyol dari Piala Dunia 2010. Armada Matador justru memuncaki Grup H setelah mencatat kemenangan 2-1 atas Chili, Sabtu (26/6/2010) dini hari.

Vicente del Bosque kembali menduetkan Fernando Torres dan David Villa di lini depan La Furia Roja. Torres, yang menyia-nyiakan sejumlah peluang pada laga kontra Honduras lalu, bergerak cepat di menit-menit awal pertandingan.

Striker Liverpool menyambar tendangan bebas Xavi Hernandez di menit empat melalui tandukan kepala. Sayang, header El Nino masih melambung di atas mistar gawang Claudio Bravo.

Satu menit berselang, Torres kembali mendobrak pertahanan Chili ketika merangsek ke depan gawang Bravo. Namun, lagi-lagi, upayanya belum menemui sasaran.

Memasuki menit 11, giliran gawang Iker Casillas terancam ketika Jean Beausejour menyodorkan umpan matang kepada Mark Gonzalez. Beruntung bagi Spanyol, tendangan Gonzalez masih melebar.

Suporter La Furia Roja akhirnya bersorak di menit 25, ketika Villa mencetak gol indah dari jarak 45 yard. Berawal dari serangan Torres, Bravo berusaha mengantisipasi bola dengan keluar dari kotak penalti. Sayang, keputusannya berujung fatal. Bola jatuh ke kaki El Guaje yang langsung melepaskan tendangan kencang ke gawang yang kosong.

Berkeras l0los sebagai juara grup, Chili kembali menyulitkan pertahanan Matador melalui serangan balik. Untungnya, Spanyol memiliki bek tangguh macam Gerard Pique, yang berhasil menggagalkan upaya Beausejor.

Lepas dari bahaya, Spanyol kembali tersenyum lebar setelah Andres Iniesta menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di menit 37. Villa lagi-lagi berperan besar dalam gol tersebut setelah umpannya berhasil dimaksimalkan gelandang mungil Barcelona.

Sial bagi Chili, selain kebobolan dua gol, mereka juga harus bermain dengan 10 pemain. Itu setelah Marco Estrada menerima kartu kuning kedua akibat pelanggarannya terhadap Torres, beberapa saat sebelum gol terjadi.

Unggul dua gol di babak pertama, agaknya membuat Spanyol sedikit lengah pada babak selanjutnya. Hanya dua menit setelah wasit membunyikan peluit di babak kedua, Chili sukses memperkecil ketinggalan berkat gol Rodrigo Millar yang baru saja masuk menggantikan Gonzalez.

Del Bosque menurunkan Cesc Fabregas di menit 53 untuk menggantikan Torres. Fabregas segera membuka peluang bagi Spanyol melalui umpannya kepada Villa, enam menit kemudian. Sayang, Villa gagal menggapai bola.

Kapten Arsenal kembali mengatur serangan La Seleccion dengan melepaskan umpan kepada Villa di depan gawang Bravo. Sayang, lagi-lagi Villa tak mampu mengontrol arah bola dari Fabregas.

Memasuki 10 menit terakhir pertandingan, kedua tim mulai terlihat 'malas-malasan'. Kedudukan 2-1 telah memastikan Spanyol maupun Chili lolos ke babak 16 besar. Terlebih, pada pertandingan lainnya, Swiss belum berhasil menuai gol ke gawang Honduras.

Spanyol tampaknya enggan mengambil risiko datangnya serangan balik Chili. Di lain pihak, Chili pun tidak lagi ngotot menyerang. Alhasil, skor kemenangan 2-1 untuk Spanyol tidak berubah hingga laga berakhir, sekaligus menempatkan jawara Euro 2008 memuncaki Grup H berkat keunggulan agregat gol atas Chili.

Carles Puyol dkk bakal menghadapi runner-up Grup G, Portugal, di babak 16 besar. Sementara, Chili mengemban tugas berat melawan favorit juara, Brasil.

Senin, 21 Juni 2010

Swiss Gagal Mengulang Kejutan


PORT ELIZABETH – Swiss tak mampu melanjutkan suksesnya setelah menyerah 0-1 dari Chilidi Nelson Mandela Stadium, Port Elizabeth, Senin (21/6/2010).

Untuk sementara Chili memimpin klasemen Grup H dengan raihan enam angka, unggul tiga angka dari Swiss yang tertahan di posisi runner up. Sementara Spanyol tercecer sebagai juru kunci, karena baru akan bertanding melawan Hinduras, dini hari nanti.

Laga berjalan imbang di babak awal. Kedua tim tampil menyerang demi meraup poin sempurna. Chili lebih dulu mendapat peluang di menit lima. Sayang, tendangan Alexis Sanchez dari luar kotak penalti masih melenceng.

Chili kembali mendapat peluang emas melalui Carlos Carmona, tapi, tendangan kerasnya masih bisa diblok kiper Benaglio . Saling serang antar tim terlihat hingga pertengahan babak pertama.

Petaka bagi Swiss terjadi di menit 31. Valon Behrami diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Arturo Vidal. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol tak berubah.

Di babak kedua, Chili yang unggul pemain tampil lebih agresif. Sebaliknya, Swiss harus mati-matian menahan gempuran Vidal dkk. Berkali-kali Sanchez kembali mengancam gawang lawan. Beruntung Swiss memiliki kiper tangguh seperti Benaglio yang kembali menggagalkan peluang lawan.

Kokohnya tembok Benaglio akhirnya runtuh di menit 75. Adalah pemain pengganti Mark Gonzalez yang membawa Chili unggul 1-0, setelah menerima umpan silang Esteban Paredes yang tak mampu dihentikan pemain belakang Swiss.

Tertinggal satu gol, Swiss yang di pertandingan perdana mengalahkan Spanyol, mencoba bangkit dan tampil menyarang. Sayang, hingga wasit meniup peluit akhir Swiss tak mampu mencetak gol. Chili tetap unggul 1-0 sekaligus mempimpin sementara Grup H.

Viva La Furia Roja


JOHANNESBURG – Dua gol David Villa ke gawang Honduras menjadi bukti Spanyol masih layak diunggulkan di Piala Dunia Afrika Selatan.

Tampil di Ellis Park Stadium, Johannesburg, Selasa (22/6/2010) dini hari WIB, Vicente del Bosque menurunkan kekuatan penuh, termasuk Fernando Torres yang sudah pulih dari cedera. Hanya Cesc Fabregas yang tak masuk line up.


Kemenangan ini membawa Spanyol ke posisi runner up Grup H dengan nilai tiga, hanya unggul selisih gol dari Swiss. Sementara Chili tetap kokoh memuncaki klasemen dengan nilai enam.


Spanyol langsung mendapat peluang emas di menit tiga. Sayang, sundulan Fernando Torres belum tepat sasaran. Selang empat menit giliran Villa yang mengancam gawang Honduras. Namun, tendangannya masih menghantam mistar gawang.


Beberapa kali La Furia Roja menciptakan peluang di depan gawang Valladares. Namun, belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya pada menit 17 Villa memecah kebuntuan.


Aksi striker anyar Barcelona menerobos jantung pertahanan Honduras gagal dihentikan bek lawan. Villa pun menunjukkan kelasnya dengan menyepak bola dan memaksa Valladares memungut bola dari gawang.


Selang beberapa menit, skuad besutan Vicente del Bosque lagi-lagi membahayakan lini pertahanan lawan. Sayang, Xavi tak mampu memanfaatkan umpan manis yang diberikan Jesus Navas.


Jelang turun minum, tendangan Torres kembali digagalkan Valladares. Meski menciptakan banyak peluang, namun La Furia Roja tak mampu menambah gol. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.


Tak banyak perubahan di babak kedua. Spanyol tetap tampil agresif meski unggul satu gol. Sebaliknya, Honduras sering tercecer menjaga barisan belakangnya.


Villa menggandakan keunggulan La Furia Roja di menit 51. Tendangan keras El Guaje –julukan Villa- dari luar kotak penalti tak mampu dihalau Valladares.

Sergio Ramos nyaris menambah derita Honduras, jika tendangannya tak melenceng di sisi kiri gawang.

El Guaje berpeluang mencetak hattrick setelah Jesus Navas dilanggar di kotak penalti. Sialnya, Villa yang menjadi eksekutor malah tak mampu menceploskan bola dari titik 12 pas.


Honduras sendiri bukan tanpa peluang. Mengandalkan serangan balik, Wilson Palacios sesekali menciptakan peluang. Suazo melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, bola masih jatuh di atas gawang Iker Casillas.


Fabregas yang masuk menggantikan Xavi Hernandez nyaris mencetak gol perdananya di Piala Dunia. Tapi, bola tendangannya masih bisa dihalau bek lawan. Walau menciptakan banyak peluang, La Furia Roja tak mampu memperbesar keunggulan hingga laga usai.


Kemenangan 2-0 atas Honduras cukup membuat Del Bosque sedikit tenang. La Furia Roja kini tinggal menghadapi Chili, Sabtu (26/6/2010).

Minggu, 20 Juni 2010

Chili Petik Tiga Angka


NELSPRUIT - Chili sukses memetik tiga angka, usai menundukkan Honduras 1-0 di laga perdana penyisihan Grup H, Rabu (16/6/2010) malam. Gol semata wayang di Stadion Mbombela tersebut diciptakan oleh Jean Beausejour.

Chili langsung menekan begitu wasit meniup peluit tanda kick-off. Peluang pun tercipta di menit keempat, saat Matias Fernandez mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 30 yard. Sayang, tembakannya masih melebar.

Dua menit kemudian, Carlos Carmona mendapat ganjaran kartu kuning akibat melanggar gelandang Honduras Edgard Alvarez. Memasuki menit 10, Chile kembali membahayakan gawang Honduras. Beruntung, kiper Noel Valladares mampu mengantisipasi tendangan jarak jauh Arturo Vidal.

Honduras baru mendapat peluang di menit 20. Roger Espinoza melakukan aksi solo menembus pertahanan Chili, yang dikawal Mauricio Isla, Gary Medel dan Waldo Ponce. Namun, tembakan kaki kiri Espinoza termentahkan dan hanya berbuah tedangan sudut.

Chili dengan sigap melayangkan serangan balik. Tepat di menit 22, giliran Alexis Sanchez yang menciptakan peluang. Striker bernomor punggung 7 memberi umpan manis pada Jorge Valdivia di kotak pertahanan Honduras. Valdivia gagal memanfaatkan, namun menghasilkan tendangan sudut. Sanchez menyambutnya, sayang tendangannya masih melambung.

Pantang menyerah, akhirnya Chili memecah kebuntuan di menit 34. Adalah Beausejour yang menjadi aktor utamanya. Striker 26 tahun menjebol gawang Valladares, usai memanfaatkan operan Mauricio Isla dari sisi kanan. 1-0 Chile memimpin.

Meski unggul, tekanan terus dilancarkan Chili hingga jelang turun minum. Sanchez menusuk pertahanan Honduras dari sisi kanan, namun tendangannya membentur tangan kiri Maynor Figueroa dan penalti tidak diberikan wasit. Skor pun urung berubah.

Memasuki babak kedua, Chili tak mengurungkan niatnya untuk menggandakan gol. Beberapa peluang emas kembali tercipta dan bermula di menit 48. Sanchez memberi umpan terarah pada Beausejour, namun sayang Figueroa sukses menghadangnya.

Ya, Sanchez tampaknya tak bosan membuat para pemain belakang Honduras keteteran. Tak hanya menjadi motor serangan, striker milik Udinese juga mencipatakan peluang sendiri.

Setelah sundulan Ponce di menit 64 nyaris membobol gawang Honduras, Sanchez kembali berulah. Tepat di menit 75, umpannya pada Vidal sangat terukur dan berbuah gol. Sayang dianulir karena Sanchez tertangkap melakukan handball.

Hingga memasuki menit-menit akhir, semangat Sanchez makin meninggi. Mencoba peruntungan dengan melesakkan tembakan dari jarak 25 yard, Sanchez gagal menambah perolehan gol. Laga pun berakhir 1-0 untuk kemenangan Chili.

Swiss Tanduk Sang Matador

DURBAN – Spanyol bermain di luar harapan, dan harus menyerah menghadapi tandukan banteng-banteng Swiss. Tim Matador menyerah 0-1 dari The Nati, pada laga Grup H di Durban Stadium, Durban, Rabu (16/5/2010).

Hasil mengejutkan ini tak lepas dari tangan dingin Otmar Hitzfield dalam menerapkan strategi untuk meredam kekuatan Spanyol, sebagai salah satu tim favorit juara. Sebaliknya, La Furia Roja gagal menembus ketatnya pertahanan The Nati yang berlapis.

Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque padahal sudah menurunkan pemain terbaiknya sejak menit awal babak pertama. Nama-nama seperti Xabi Alonso, Sergio Busquets, David Silva, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dipasang sejak menit awal babak pertama.

Spanyol cukup mendominasi pertandingan di 45 menit babak pertama. Tercatat beberapa peluang didapat Spanyol ternasuk kans milik Gerard Pique di menit 24. Umpan matang Iniesta kepada Pique, sayang masih bisa diblok Phillipe Sanderos. Skor 0-0 bertahan hinga turun minum.

Di babak kedua, Spanyol tidak juga mengendurkan tempo laga. Sebaliknya, Swiss hanya sesekali mencuri dari serangan balik, namun cukup merepotkan pertahanan Spanyol.

Terbukti di menit 53, Swiss mampu mencuri gol. Skema serangan balik cepat diperagakan The Nati, dan Eren Derdiyok tinggal berhadapan dengan Iker Cassilas. Keduanya berbenturan dan bola liar dimanfaatkan Gelson Fernandes.

Tertinggal satu gol membuat Spanyol makin meningkatkan tempo serangan. Swiss pun fokus pada pertahanan. Tapi, The Nati masih mampu mengancam gawang Casillas termasuk dari aksi Barnetta yang masih membentur tiang gawang Spanyol.

Peluang Torres menutup pertandingan ini. Striker Liverpool itu mendapatkan umpan dari Villa, tapi terlambat melepaskan tendangan. SKor 1-0 untuk Swiss menjadi hasil laga ini.
Bookmark and Share

wibiya widget