
marilah kita jalani hidup ini dengan apa yang ada, marilah kita bersyukur atas pemberian_Nya
Rabu, 23 Juni 2010
Gerrard: Inggris Layak Lolos

PORT ELIZABETH - Steven Gerrard melayangkan pujian atas kerja keras para punggawa Inggris. Sang kapten tak segan mengklaim bahwa The Three Lions memang layak lolos dari penyisihan grup.
Donovan Giring AS ke 16 Besard

PRETORIA - Amerika Serikat (AS) sukses mengamankan satu tiket ke babak 16 besar, usai menumbangkan salah satu wakil Afrika, Aljazair, dengan skor tipis 1-0 pada laga penyisihan terakhir Grup C, Rabu (23/6/2010) malam. Adalah Landon Donovan yang berjasa menggiring AS, berkat gol semata wayangnya.
Sama-sama mengantongi peluang lolos ke putaran kedua, AS (2 poin) maupun Aljazair (1 poin) enggan menyiakan laga kali ini. Kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi, meski kick off baru saja dilakukan.
Aljazair membuka peluang emas pertama di menit 6, kala Rafik Djebbour berhasil menembus pertahanan AS namun tembakannya belum tepat sasaran. Serangan balik pun langsung dilancarkan AS, hanya satu menit berselang. Herculez Gomez mengetes Rais M’Bolhi, sayang sang penjaga gawang masih terlalu tangguh.
20 menit berlalu, serangan kedua tim belum membuahkan hasil. Namun tiga menit kemudian, pelatih AS Bob Bradley sempat bersorak ketika melihat Gomez menjebol gawang M’Bolhi. Sangat disayangkan, hakim garis mengangkat bendera pertanda offside dan gol tersebut dianulir.
Sementara itu, di Stadion Nelson Mandela, Port Elizabeth, seruan para pendukung Inggris tak terbendung. Tepat di menit 24, Jermaine Defoe sukses menggetarkan gawang Slovenia yang dikawal Samir Handanovic. Sementara, Inggris memimpin klasemen dengan 5 poin.
Batal mencetak angka, AS terus menekan. Peluang kembali tercipta di menit 35 melalui Landon Donovan. Gelandang milik Los Angeles Galaxy melayangkan umpan manis pada Clint Dempsey, namun tendangan Dempsey dari jarak 5 yard sukses diantisipasi M’Bolhi.
Satu menit berselang, giliran Jozy Altidore yang menerima umpan Donovan. Kali inipun Altidore mampu melewati M’Bolhi, namun striker bernomor punggung 17 sangat menyesal karena gagal menyarangkan bola. Fokus bertahan, Aljazair tetap membangun serangan. Sayang, peluang Karim Matmour dan Karim Ziani belum memecah kebuntuan. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Masih mengemban misi yang sama, AS dan Aljazair butuh kemenangan guna lolos dari babak penyisihan grup. Terlebih, kabar keunggulan Inggris 1-0 atas Slovenia sudah sampai ke Stadion Loftus Versfeld. Tak heran jika kedua tim menggempur serangan sejak menit awal babak kedua.
AS tampak lebih dominan. Serangan berbahaya di menit 56, kala Altidore meneruskan umpan Dempsey dan merangsek ke pertahanan Aljazair. Sayang, Altidore gagal memanfaatkannya setelah tendangannya melebar dari gawang M’Bolhi.
Peluang emas silih berganti diciptakan kedua tim. Namun, ketangguhan masing-masing penjaga gawang belum terpatahkan. Meski demikian, Tim Howard terlihat lebih santai dibanding M’Bolhi yang kerap meladeni serangan AS.
Tendangan bebas Michael Bradley di menit 80 sempat mendebarkan jantung M’Bolhi. Beruntung, tendangan anak pelatih AS ini masih bisa diantisipasi. Lagi, tiga menit berselang, tendangan bebas yang dieksekusi Dempsey malah melambung di atas mistar gawang.
90 menit berlalu, tak satupun gawang yang bergetar. Hingga akhirnya memasuki masa injury time, kebuntuan benar-benar terpecah. Berawal dari tembakan Altidore yang gagal dihalau M’Bolhi. Nmaun tiba-tiba, Donovan menusuk dari tengah dan menyambar bola. Kapten tim AS pun membobol gawang M’Bolhi. 1-0 untuk AS.
Nasib sial Aljazair berlanjut, saat kapten tim Anther Yahia menerima kartu kuning kedua dan menyusul kartu merah, karena melakukan protes pada wasit usai pelanggaran yang dilakukan Hassan Yebda di kotak pertahanan AS.
Hingga peluit panjang berbunyi skor tetap 1-0 untuk AS, yang sekaligus mengantarkan Donovan dkk melaju ke babak 16 besar. Pasukan Negeri Paman Sam menyandang predikat juara Grup C dan didampingi Inggris, yang menaklukkan Slovenia 1-0.
Argentina Sempurna
POLOKWANE – Sempurna. Itulah gambaran perjalanan Argentina di babak penyisihan Grup B. Argentina menyapu bersih semua laga, usai mengalahkan Yunani 2-0, pada laga terakhir Grup B di Peter Mokaba Stadium, Polokwane, Rabu (23/6/2010).
Dengan demikian Tim Tango mengumpulkan poin penuh atau sembilan poin hasil dari tiga kali berlaga. Argentina mempunyai agregat senam gol atau tujuh kali memasukan dan hanya satu kali kemasukan.
Sementara Yunani harus berkemas angkat koper setelah berada di urutan ketiga klasemen akhir dengan perolehan tiga poin. Yunani kalah satu angka dari Korea Selatan yang bermain 2-2 dengan Nigeria.
Pelatih Diego Maradona sedikit mengubah skema formasi di laga ini. Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez disimpan, digantikan oleh Diego Milito dan Sergio Aguero. Sementara Lionel Messi menjadi kapten tim.
Peluang pertama dimiliki Aguero di menit 18. Bomber asal Atletico Madrid ini melewati tiga pemain belakang Yunani sebelum melepaskan tendangan yang masih bisa diamankan kiper Alexandros Tzorvas.
Hanya satu menit berselang, giliran playmaker Juan Sebastian Veron yang menjajal kemampuan Tzorvas. Tendangan jarak jauh mantan pemain Lazio ini masih bisa ditip kiper Yunani tersebut.
Aguero kembali menebar ancaman di menit 33. Tendangan kaki kanannya membentur Loukas Vyntra, dan beruntung Tzorvas bergerak kearah yang benar. Tzorvas menjadi bintang Yunani di babak pertama. Aksinya di menit akhir babak pertama dengan menggagalkan percobaan Maxi Rodriguez dan Messi.
Yunani coba membalas peluang di awal babak kedua.
Usaha Giorgios Samaras di menit 48, masih
membentur Martin Demichelis. Menit 69 kembali Argentina mencatat tentangan ke arah gawang. Upaya Messi dan Bolatti harus kandas di tangan Tzorvas.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit 77. berawal dari kemelut akibat tendangan sudut, bola liar disambut tendangan keras jarak dekat oleh Demichelis. Skor pun berubah menjadi 1-0 buat Argentina.
Diego Milito ditarik keluar dan digantikan oleh Martin Palermo di menit 80. Hanya butuh kurang dari 10 menit, Palermo langsung membayar kepercayaan Maradona de
ngan sebuah gol. Tendangan keras Messi yang diblok Tzorvas, bola rebound disambar Palermo untuk menjadi gol. Skor 2-0 menjadi hasil akhir pertandingan.
Sebagai juara Grup B, Argentina akan menghadapi runner-up Grup A, Meksiko, di babak 16 besar.
Lolos, Korsel Tambah Catatan Sejarah

DURBAN - Berhasil lolos ke babak 16 besar usai menahan imbang 2-2 Nigeria, dini hari tadi, seluruh skuad Korea Selatan (Korsel) merasa sangat puas. Pasalnya mereka mampu menunjukkan kemajuan yang pesat dan menambah catatan sejarah bagi negaranya.
Dalam tujuh kali keikutsertaannya di Piala dunia, Timnas Korsel hanya mampu mencatatkan catatan prestasi terbaiknya berada di posisi keempat pada tahun 2002, saat jadi tuan rumah. Selebihnya, mereka gugur di penyisihan grup. Tapi kini, Korsel kembali mendulang sejarah karena berhasil lolos ke babak 16 besar untuk kedua kalinya.
Skuad Taeguk Army lolos dengan status runner-up Grup B, mendampingi Argentina yang jadi juara grup. Pencapaian ini adalah suatu prestasi tersendiri bagi Park Ji-sung dkk. Tak heran jika sang pelatih Huh Jung-moo tidak mampu menyembunyikan raut bahagianya usai membawa kesuksesan timnya di ajang bergengsi ini.
“Selama pertandingan, kami mengakui gol pertama Nigeria adalah situasi yang sangat sulit. Namun pemain tetap tenang untuk bisa mencetak skor,” ujar Jung-moo saat konferensi pers dikutip Goal, Rabu (23/6/2010).
Sebagai kapten, Park juga turut senang bisa memimpin timnya dan suatu kebanggaan baginya dan pemain lainnya untuk bisa mewakili negaranya menuju kesuksesan.
“Gol kami untuk mencapai babak 16 besar. Kami sukses melakukannya untuk tim. Kami sangat senang bisa meraihnya di Afrika Selatan. Semua pemain mengetahuinya betapa pentingnya hasil ini,“ tambah Park usai pertandingan.
Di fase knock-out nanti, Korsel akan menghadapi juara dari Grup A, yakni Uruguay yang berhasil menyisihkan favorit utama Prancis yang harus gugur di di penyisihan
Selasa, 22 Juni 2010
Afsel Potong Ayam Jantan

BLOEMFONTEIN – Prancis tidak hanya melupakan ambisi lolos ke babak 16 besar. Afrika Selatan memotong Tim Ayam Jantan 2-1 di Free State Stadium, Selasa (22/6/2010) dini hari WIB.
Susunan berbeda ditampilkan skuad Raymond Domenech dalam pertandingan ini. Sesuai perkiraan sebelumnya, pelatih kontroversial itu merombak skuad dengan tidak menurukan Patrice Evra di lini belakang. Gael Clichy menggantikan posisinya.
Awalnya, taktik yang dilakukan Domenech cukup memberi harapan buat Alou Diarra dkk. Tim Ayam Jantan sempat mendapatkan peluang lewat Andre-Pierre Gignac. Sayang, sepakannya tepat ke arah Moeneeb Josephs.
Namun justru Afsel yang mampu membuat gol pertama laga ini. Sepak pojok SiphiweTshabalala yang gagal ditepis kiper Hugo Lloris, berhasil disundul dengan sempurna oleh Bongani Khumalo. 1-0 Bafaana-Bafana memimpin.
Gol itu seperti menghancurkan mental pemain Prancis. Terbukti, Tim Ayam Jantan semakin menderita setelah Yoan Gourcuff langsung diusir wasit. Pemain Bordeaux itu menyikut rahang MacBeth Sibaya.
Keunggulan pemain semakin meningkatkan mental pemain tim tuan rumah. Menit 37, manfaatkan kesalahan pemain belakang juara dunia 1998 itu, Katlego Mphela kembali memaksa Lloris memunggut bola. 2-0 Afsel memimpin.
Sebenarnya, satu menit kemudian, skuad Carlos Alberto Parreira berhasil menambah pundi-pundi gol. Sayang, gol dianulir karena Mphela lebih dulu berada pada posisi off-side. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Prancis melakukan Dua pergantian. Domenech memasukkan Florent Malouda dan Thierry Henry untuk menambah daya dobrak. Namun, Afsel masih mendominasi jalannya pertandingan babak ini.
Peluang emas kembali dimiliki skuad Parreira. Sayang, dua kali peluang Mphela pada menit 51 dan 57 gagal membobol gawang Lloris. Tapi, Prancis tidak mau dipermalukan begitu saja.
Pada menit 70, Tim Ayam Jantan berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 2-1 lewat pemain pengganti Malouda. Berawal dari Ribery yang lolos dari jebakan offside, umpannya memudahkan Malouda untuk menggetarkan Josephs.
Diarra dkk terus menekan pertahanan Afsel yang terus kelelahan. Sayang usaha itu tidak juga membuahkan hasil. Tim Ayan Jantan terpaksa meninggalkan Piala Dunia dengan hasil yang memalukan setelah kalah 1-2.
Pasukan Domenech tidak hanya gagal lolos ke babak 16 besar. Prancis menjadi juru kunci di Grup A, setelah hanya mengumpulkan 1 poin dari tiga pertandingan. Sementara Uruguay dan Meksiko menjadi wakil grup ini.
Uruguay & Meksiko Melaju

RUSTENBURG – Uruguay memastikan diri keluar sebagai juara Grup A usai mengalahkan Meksiko 1-0 pada laga pamungkas di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg.
Kendati kalah, Meksiko juga melaju ke babak 16 besar dan berstatus sebagau runner-up, setelah unggul selisih gol dengan Afrika Selatan, yang pada pertandingan lain sukses menyudahi perlawanan finalis Piala Dunia 2006, Prancis 2-1.
Uruguay mengemas tujuh poin hasil dari dua kali kemenangan dan satu kali imbang. Sementara Meksiko mempunyai poin empat dengan agregat gol satu. Afrika Selatan juga mempunyai poin empat namun minus dua gol.
Jika memilih bermain aman, kedua tim sebenarnya cukup dengan hasil imbang untuk memastikan satu tempat di babak kedua. Namun, Uruguay dan Meksiko sama-sama mengejar kemenangan untuk menghindari Argentina sebagai kandidat kuat juara Grup B, yang akan menjadi lawan runner-up Grup A di babak 16 besar.
Kedua tim pun memulai laga dengan bermain terbuka. Peluang bagus dimiliki Diego Forlan saat menyambut umpan tendangan sudut di menit 19. Hanya saja usaha Forlan belum menemui sasaran
Penyelamatan baik dilakukan Jorge Fucile, saat tekelnya menghalau upaya Giovani Dos Santos untuk mencetak gol di menit 30. Tendangan kaki kanan Dos Santos masih bisa dibuang Fucile.
Gol buat Uruguay tercipta di menit 42 melalui Luis Suarez. Sundulan dari jarak dekat menyambut umpan Edinson Cavani, tidak bisa dihalau kiper Oscar Perez. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua menit 55, kiper Perez menyelamatkan gawang Meksiko dari kebobolan untuk kedua kalinya. Perez menghalau sundulan Diego Lugano. Meksiko membalas melalui upaya Javier Hernandez, lagi-lagi Fucile mampu menahannya.
Hingga babak kedua berakhir, Meksiko dan Uruguay sama-sama tidak mampu mencetak gol tambahan. Dan skor 1-0 menjadi hasil dari pertandingan ini.
Kendati kalah, Meksiko juga melaju ke babak 16 besar dan berstatus sebagau runner-up, setelah unggul selisih gol dengan Afrika Selatan, yang pada pertandingan lain sukses menyudahi perlawanan finalis Piala Dunia 2006, Prancis 2-1.
Uruguay mengemas tujuh poin hasil dari dua kali kemenangan dan satu kali imbang. Sementara Meksiko mempunyai poin empat dengan agregat gol satu. Afrika Selatan juga mempunyai poin empat namun minus dua gol.
Senin, 21 Juni 2010
Swiss Gagal Mengulang Kejutan

PORT ELIZABETH – Swiss tak mampu melanjutkan suksesnya setelah menyerah 0-1 dari Chilidi Nelson Mandela Stadium, Port Elizabeth, Senin (21/6/2010).
Untuk sementara Chili memimpin klasemen Grup H dengan raihan enam angka, unggul tiga angka dari Swiss yang tertahan di posisi runner up. Sementara Spanyol tercecer sebagai juru kunci, karena baru akan bertanding melawan Hinduras, dini hari nanti.
Laga berjalan imbang di babak awal. Kedua tim tampil menyerang demi meraup poin sempurna. Chili lebih dulu mendapat peluang di menit lima. Sayang, tendangan Alexis Sanchez dari luar kotak penalti masih melenceng.
Chili kembali mendapat peluang emas melalui Carlos Carmona, tapi, tendangan kerasnya masih bisa diblok kiper Benaglio . Saling serang antar tim terlihat hingga pertengahan babak pertama.
Petaka bagi Swiss terjadi di menit 31. Valon Behrami diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Arturo Vidal. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol tak berubah.
Di babak kedua, Chili yang unggul pemain tampil lebih agresif. Sebaliknya, Swiss harus mati-matian menahan gempuran Vidal dkk. Berkali-kali Sanchez kembali mengancam gawang lawan. Beruntung Swiss memiliki kiper tangguh seperti Benaglio yang kembali menggagalkan peluang lawan.
Kokohnya tembok Benaglio akhirnya runtuh di menit 75. Adalah pemain pengganti Mark Gonzalez yang membawa Chili unggul 1-0, setelah menerima umpan silang Esteban Paredes yang tak mampu dihentikan pemain belakang Swiss.
Tertinggal satu gol, Swiss yang di pertandingan perdana mengalahkan Spanyol, mencoba bangkit dan tampil menyarang. Sayang, hingga wasit meniup peluit akhir Swiss tak mampu mencetak gol. Chili tetap unggul 1-0 sekaligus mempimpin sementara Grup H.
Viva La Furia Roja

JOHANNESBURG – Dua gol David Villa ke gawang Honduras menjadi bukti Spanyol masih layak diunggulkan di Piala Dunia Afrika Selatan.
Tampil di Ellis Park Stadium, Johannesburg, Selasa (22/6/2010) dini hari WIB, Vicente del Bosque menurunkan kekuatan penuh, termasuk Fernando Torres yang sudah pulih dari cedera. Hanya Cesc Fabregas yang tak masuk line up.
Kemenangan ini membawa Spanyol ke posisi runner up Grup H dengan nilai tiga, hanya unggul selisih gol dari Swiss. Sementara Chili tetap kokoh memuncaki klasemen dengan nilai enam.
Spanyol langsung mendapat peluang emas di menit tiga. Sayang, sundulan Fernando Torres belum tepat sasaran. Selang empat menit giliran Villa yang mengancam gawang Honduras. Namun, tendangannya masih menghantam mistar gawang.
Beberapa kali La Furia Roja menciptakan peluang di depan gawang Valladares. Namun, belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya pada menit 17 Villa memecah kebuntuan.
Aksi striker anyar Barcelona menerobos jantung pertahanan Honduras gagal dihentikan bek lawan. Villa pun menunjukkan kelasnya dengan menyepak bola dan memaksa Valladares memungut bola dari gawang.
Selang beberapa menit, skuad besutan Vicente del Bosque lagi-lagi membahayakan lini pertahanan lawan. Sayang, Xavi tak mampu memanfaatkan umpan manis yang diberikan Jesus Navas.
Jelang turun minum, tendangan Torres kembali digagalkan Valladares. Meski menciptakan banyak peluang, namun La Furia Roja tak mampu menambah gol. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Tak banyak perubahan di babak kedua. Spanyol tetap tampil agresif meski unggul satu gol. Sebaliknya, Honduras sering tercecer menjaga barisan belakangnya.
Villa menggandakan keunggulan La Furia Roja di menit 51. Tendangan keras El Guaje –julukan Villa- dari luar kotak penalti tak mampu dihalau Valladares.
Sergio Ramos nyaris menambah derita Honduras, jika tendangannya tak melenceng di sisi kiri gawang.
El Guaje berpeluang mencetak hattrick setelah Jesus Navas dilanggar di kotak penalti. Sialnya, Villa yang menjadi eksekutor malah tak mampu menceploskan bola dari titik 12 pas.
Honduras sendiri bukan tanpa peluang. Mengandalkan serangan balik, Wilson Palacios sesekali menciptakan peluang. Suazo melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, bola masih jatuh di atas gawang Iker Casillas.
Fabregas yang masuk menggantikan Xavi Hernandez nyaris mencetak gol perdananya di Piala Dunia. Tapi, bola tendangannya masih bisa dihalau bek lawan. Walau menciptakan banyak peluang, La Furia Roja tak mampu memperbesar keunggulan hingga laga usai.
Kemenangan 2-0 atas Honduras cukup membuat Del Bosque sedikit tenang. La Furia Roja kini tinggal menghadapi Chili, Sabtu (26/6/2010).
Ronaldo Pimpin Pembantaian

CAPE TOWN - Portugal menunjukkan kelasnya saat melakukan laga kedua kontra Korea Utara di Green Point Stadium, Cape Town malam tadi. Mengusung misi harus menang, Ronaldo dkk tanpa ampun membantai wakil Asia itu 7-0.
Dengan formasi 4-3-3 Korea Utara terlihat lebih berani melancarkan serangan, berbeda ketika berhadapan dengan Brasil di laga pembuka, pasukan Chollima ini bermain ekstra defensif dan hanya mengandalkan serangan balik.
Sementara Portugal sejak menit awal langsung melakukan tekanan-tekanan terutama dari sayap kanan di mana Cristiano Ronaldo beroperasi. Peluang pertama diperoleh Portugal melalui striker Real Madrid ini. Namun tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih mudah ditangkap kipper Myong Guk Ri.
Di menit ke tujuh, Ricardo Carvalho nyaris membuat Portugal unggul namun sundulannya masih membentur tiang gawang.
Korea Utara yang bermain terbuka beberapa kali juga mendapatkan peluang. Kesempatan pasukan Kim Jong Hun ini dating pada menit ke 11 sayang sundulan Nam Chol Pak yang memanfaatkan bola rebound hasil sepakan keras Yong Jo Hong dari sisi kiri masih melambung di atas mistar Eduardo. Sementara pada menit 24 sepakan keras Yun Nam Ji masih melebar.
Terbukanya pertahanan Korea Utara membuat Seleccao leluasa mengobrak-abrik barisan belakang Korea Utara.Sehingga pada menit ke 29 Raul Meireles berhasil lolos dari pengawalan dan menyambut umpan di dalam kotak penalti dengan satu sentuhan. Jabulani pun meluncur tanpa terbendung.Hingga babak pertama usai, Portugal unggul 1-0.
Kemenangan di laga kedua ini adalah harga mati bagi Seleccao jika ingin menembus babak 16 besar. Sebab jika kalah atau seri maka peluang Portugal semakin berat karena pertandingan terakhir Portugal harus menjungkalkan juara Piala Dunia lima kali, Brasil.
Namun, tanda-tanda kemenangan Portugal mulai terlihat saat babak kedua baru berjalan 8 menit. Melalui Simao, Portugal berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Korea Utara yang kembali tertinggal malah bermain semakin terbuka, kondisi ini membuat pemain depan Portugal leluasa berkreasi. Tiga menit berselang giliran Fabio Contrao menambah pundi gol Seleccao.
Di menit ke 60, Ronaldo kembali melakukan passing ke tengah kotak penalti, Tiago pun dengan mudah menceploskan Jabulani hingga jala Korea Utara bergetar untuk ke empat kali. Gol kelima diciptakan pemain pengganti Liedson di menit 81.
Pada menit 88, Ronaldo yang bermain impresif ikut menyumbang torehan gol setelah melewati penjaga gawang. Dengan santai bintang Real Madrid ini melakukan tendangan pelan sehingga keunggulan semakin lebar 6-0.
Pesta gol ditutup Tiago pada menit 90. Pemain Juventus yang diturunkan sebagai starting XI menggantikan posisi Deco ini sukses meneruskan bola ke dalam gawang Korut, dengan sundulan kepala. Hingga peluit akhir dibunyikan wasit Pablo Pozo dari Chili skor 7-0 berhasil dikantongi Portugal.
Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar sejak Piala Dunia 2010 bergulir. Sebelumnya kemenangan terbesar dicatat skuad Jerman dengan skor 4-0 saat menekuk Australia.
Selecao ke 16 Besar

JOHANNESBURG - Setelah menuai kritik lantaran hanya menang tipis 2-1 atas tim gurem Korea Utara di laga perdana, Brasil tampil trengginas di laga kedua babak penyisihan Grup G. Tim kuat Pantai Gading yang menjadi lawannya dihajar 3-1 di Soccer City Stadium, Senin (21/6/2010) dini hari WIB.
Dengan kemenangan ini, maka Brasil memastikan diri lolos ke babak 16 besar dengan koleksi enam poin. Sayang, keberhasilan Brasil kali ini harus tercoreng dengan aksi tidak sportif Ricardo Kaka yang menerima kartu merah dari wasit. Bintang Real Madrid ini harus meninggalkan lapangan, tiga menit jelang pertandingan usai setelah menerima kartu kuning kedua karena menyikut Kader Keita.
Sementara bagi Pantai Gading, kekalahan ini memaksa skuad besutan pelatih Sven Goran Eriksson menang di laga pamungkas lawan Korea Utara dmi membuka peluang lolos. Saat ini, Les Elephants baru mengoleksi satu poin hasil imbang melawan Portugal.
Tampil dengan skema sama seperti saat mengalahkan Korut, Brasil sukses mengambil alih kendali permainan. Trio Kaka, Robinho dan Luis Fabiano di lini depan sukses membuat mengobrak-abrik pertahanan Pantai Gading. Baru dua menit laga berjalan, Robinho langsung menebar ancaman dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih tipis di atas mistar gawang.
Usai peluang Robinho, jalannya laga sedikit monoton dengan sedikit peluang yang dicipatakan kedua tim. Namun, memasuki menit ke -24, Brasil akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui Luis Fabiano. Memanfaatkan kerjasama apik Robinho yang diakhiri umpan terobosan oleh Kaka, Fabiano yang merangsek ke kotak penalti melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang bersarang di pojok gawang Boubacar Barry. 1-0 Brasil unggul.
Usai gol Fabiano, Pantai Gading langsung merespon dengan meningkatka tempo permainan. Sayang, upaya keras Didier Drogba dkk masih belum mampu menjebol gawang Julio Cesar. Paruh pertama pun ditutup untuk keunggulan 1-0 Brasil.
Di babak kedua, Selecao kembali memegang kendali, sementara Les Elephants mengandalkan serangan balik cepat. Namun, belum sempat melakukan serangan balik, Pantai Gading harus kembali kebobolan. Fabiano menjadi momok menakutkan bagi Les Elephants dengan mencetak go keduanya di menit ke-51.
Gol striker Sevilla ini terbilang cukup cantik meski sedikit berbau kontroversi karena Fabiano terlihat melakukan hand ball sebelum mencetak gol. Menerima bola di luar kotak penalti, Fabiano “menari” melewati hadangan tiga bek Pantai Gading dan kemudian melepaskan tendangan yng tak kuasa dibendung Barry.
Unggul dua gol, Brasil kian leluasa membongkar pertahanan Pantai Gading yang mulai tertekan. Alhasil, di menit ke-62 Brasil kembali menambah pundi-pundi golnya melalui Blummer Elano yang memanfaatkan umpan manis dari Kaka. Unggul 3-0, Brasil mulai mengendurkan serangan.
Sementara Pantai Gading belum menyerah dan masih terus mencoba mencetak gol. Kerja keras para pemain Pantai Gading akhirnya membuahkan hasil di menit ke-78. Didier Drogba yang berhasil melepaskan diri dari jebakan offside, sukses melepaskan sundulan terarah yang tak mampu dijangkau Cesar.
Berhasil memperkecil ketertinggalan 1-3, Pantai Gading kian bersemangat dan terus menekan Selecao. Les Elephants mendapat keuntungan setelah Brasil dipaksa bermain 10 pemain setelah Ricardo Kaka diusir keluar lapangan.
Kaka menerima dua kartu kuning dalam kurun waktu empat menit. Yang pertama, didapatnya karena mendorong Kader Keita, sedangkan yang kedua (otomatis merah) karena menyikut orang yang sama (Keita). Dengan ini, Kaka dipastikan absen saat Brasil berhadapan dengan Portugal di laga terakhir babak penyisihan Grup.
Unggul jumlah pemain, Pantai Gading mengerahkan segala daya upaya untuk memburu gol. Sayang, hingga berakhirnya laga, Drogba dkk tak mampu mengkonversi peluang menjadi gol. Mereka pun harus menyerah 1-3 dari juara dunia lima kali, Brasil.
Gli Azzurri Imbang Gli Azzurri Imbang Lagi

NELSPRUIT - Juara bertahan Italia kembali tampil di luar harapan. Menghadapi tim gurem macam Selandia Baru, Gli Azzurri membutuhkan “pertolongan” penalti untuk memaksakan hasil 1-1 di laga kedua babak penyisihan Grup F di Mbombela Stadium, Minggu (20/6/2010).
Setelah tampil mengecewakan dengan skema 4-2-3-1 kala hanya bermain 1-1 lawan Paraguay di laga pertama, pelatih Marcello Lippi mengusung skema baru 4-4-2 dengan menempatkan duet Alberto Gilardino dan Vincenzo Iaquinta di lini depan.
Akan tetapi, strategi baru ini tak berjalan dengan baik di awal laga. Italia justru harus tertinggal dalam tempo yang relatif singkat (menit ke-7), lewat gol Shane Smeltz yang membawa Selandia Baru unggul 1-0.
Berawal dari umpan tendangan bebas Simon Elliot, kapten tim Azzurri Fabio Cannavaro melakukan kesalahan fatal saat bola yang mengarah tepat ke depan gawang mengenai pahanya dan jatuh dihadapan Smeltz yang hanya membutuhkan sebuah sontekan lemah untuk menaklukkan kiper, Federico Marchetti.
Tertinggal satu gol, juara dunia 2006 ini langsung meningkatkan tempo permainan. Menit ke-16, bek Giorgio Chiellini memiliki peluang emas menyamakan kedudukan setelah menerima umpan sepak pojok. Nahas, sontekan bek Juventus ini dari jarak cukup dekat masih belum tepat sasaran.
Enam menit berselang, giliran Gianluca Zambrotta yang mengancam gawang Selandia Baru yang dikawal Mark Paston. Sayang, tendangan keras bek sayap AC Milan dari luar kotak penalti, masih tipis di sisi gawang. Riccardo Montolivo nyaris membuat Italia menyamakan kedudukan setelah tendangan kerasnya beberapa saat berselang (26’) hanya membentur mistar gawang.
Setelah beberapa kali mencoba, Italia akhirnya mendapat berkah setelah Daniele De Rossi dijatuhkan Tommy Smith di kotak terlarang. Italia pun mendapatkan hadiah penalti dari wasit Carlos Batres asal Guatemala. Bomber Juventus, Iaquinta yang ditunjuk sebagai algojo, sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.
Di babak kedua, Lippi yang sangat berharap timnya meraih kemenangan, melakukan dua pertantian sekaligus. Antonio Di Natale dan Mauro Camoranesi masuk menggantikan Simone Pepe dan Alberto Gilardino yang tampil monoton tanpa berhasil mendapatkan peluang.
Keputusan Lippi kali ini pun terbilang sukses membuat daya gedor Gli Azzurri lebih baik. Empat menit babak kedua berlangsung, Di Natale langsung mengancam gawang Paston. Akan tetapi, upaya pertama bomber Udinese ini masih belum membuahkan hasil. Hal sama juga dialami Iaquinta yang gagal mengarahkan tendangannya tepat ke arah gawang pada menit ke-61.
Di sisa 30 menit laga berjalan, Italia terus berusaha keras mencetak gol kemenangan. Namun di sisi lain, mereka tak bisa leluasa menekan karena Selandia Baru juga kerap memberikan ancaman yang berbahaya. Alhasil, hingga wasit meniup peluit akhir, kedudukan 1-1 tak berubah.
Dengan hasil ini, Italia dipastikan bakal melakoni hidup mati melawan Slovakia di pertandingan terakhirnya. Juara bertahan masih tertahan di posisi dua dengan koleksi dua poin, atau sama dengan perolehan poin Selandia Baru. Sementara Paraguay yang menang 2-0 atas Slovakia beberapa saat sebelumnya, berhak menduduki puncak klasemen Grup F dengan raihan empat angka.
"Kemenangan Krusial Paraguay"

BLOEMFONTEIN - Usai meraih kemenangan atas Slovakia 2-0 pada laga penyisihan Grup F, Minggu (20/6/2010), pelatih Paraguay Gerardo Martino menilai hasil yang diperoleh memberikan suntikan mental yang baik untuk skuadnya.
Dalam laga pertama, Paraguay mampu tampil impresif dan berakhir imbang dengan sang juara Piala Dunia Italia. Sedangkan di laga kedua kali ini, Paraguay mampu meraih poin penuh dan mengamankan puncak klasemen dengan koleksi empat poin.
Maka, tak heran jika Martino sangat puas dengan hasil kinerja anak asuhnya dan optimistis timnya berpeluang meraih gelar juara dunia. Martino pun menilik secara dalam arti kemenangan ini.
“Pertandingan ini telah memperkuat kami secara mental maupun fisik dan bukan hanya bagi pemain tapi untuk semuanya,” ujarnya usai laga pertandingan.
Kendati demikian, Martino masih menemukan kesalahan yang dilakukan anak asuhnya ketika melayani serangan yang diluncurkan oleh Slovakia. Martino pun sempat menegur mereka di 20 menit awal babak kedua.
“Kami belum melakukan serangan yang cukup. Slovakia tidak pernah mendekat untuk mencetak gol kecuali pada injury time. Namun tim datang kesini dengan perfoma yang baik dan harapan yang tinggi,” tambahnya kepada Soccernews, Minggu (20/6/2010).
Minggu, 20 Juni 2010
Gelar ke-16 Lakers
LOS ANGELES - La Lakers berhasil memenangkan duel klasik melawan rival abadinya Boston Celtics pada game ketujuh babak final NBA 2010. Kemenangan 83-79 di game penentuan, mengantar Lakers unggul dengan agregat 4-3 sekaligus mempertahankan cincin NBA yang diraihnya tahun lalu.
Kemenangan ini juga mengantar Lakers menempel ketat Celtics dalam urusan meraih trofi NBA. Lakers kini mengoleksi 16 titel juara, atau hanya terpaut satu dari Celtic yang memiliki 17 gelar. Kemenangan ini semakin terasa spesial karena ini merupakan pembalasan sempurna Lakers yang dua tahun lalu ditekuk Celtics di final NBA 2008.
Bermain di Staples Center, Jumat (18/6/2010), Lakers membuka laga hidup mati ini dengan lamban. Kobe dkk tak mampu meladeni tempo cepat Paul Pierce dkk yang berhasil unggul 23-14 di kuarter pertama.
Memasuki kuarter kedua, Lakers coba bangkit dan melesakkan 20 poin. Sementara Celtics hanya mengkonversi 17 poin. Paruh pertama pun ditutup dengan skor 40-34, masih untuk keunggulan Celtics
Pertarungan sengit mewarnai jalannya paruh kedua laga. Di kuarter ketiga ini, Lakers mulai menemukan permainan terbaiknya. Sayang, mereka harus tetap tertinggal 54-57 di akhir kuarter ketiga.
Di kuarter terakhir, Lakers baru mulai menunjukkan permainan terbaiknya. Di awali aksi three-point play Ron Artest yang mengantar Lakers menyamakan kedudukan 61, Shooting Kobe tak lama berselang, sukses membawa Lakers untuk kali pertama memimpin perolehan poin 68-64.
Tertinggal empat angka, Celtics belum juga menyerah dan terus menempel ketat perolehan poin menjadi 79-81 di akhir laga. Sayang, perjuangan anak-anak asuh Doc Rivers harus sia-sia setelah Lakers mampu menambah dua angka di detik terakhir dan menutup laga dengan keunggulan 83-79.
Kobe Bryant tampil sebagai aktor dibalik keberhasilan Lakers merengkuh trofi ke-16nya. Kobe yang terpilih sebagai MVP final kali ini, memimpin perolehan poin dengan lesakkan 23 poin, 15 rebound dan dua assist. Sementara top performer di kubu Lakers menjadi milik Pau Gasol yang mengoleksi 19 poin. Ron Artest menjadi pencetak angka terbanyak kedua dengan sumbangan 20 poin.
Di kubu Celtics, Paul Pierce menjadi penyumbang angka terbanyak dengan lesakkan 18 poin, diikuti Kevin Garnett yang mengoleksi 17 poin, tiga rebound dan dua assist. Sedangkan Rajon Rondo tampil sebagai penampil terbaik dengan raihan 14 poin, delapan rebound dan 10 assist.
Sneijder Bawa Oranye ke 16 Besar
DURBAN – Satu gol yang dicetak playmaker Wesley Sneijder ke gawang Jepang, sudah cukup untuk mengantarkan Belanda melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2010. Belanda mengungguli Jepang 1-0, pada laga kedua penyisihan Grup E, di Durban Stadium, Sabtu (19/6/2010).
Kemenangan ini membuat Belanda kokoh di puncak klasemen Grup E dengan mengoleksi enam poin dari dua kemenangan. Sementara Jepang, baru mengoleksi tiga angka setelah menang satu kali. Sedangkan Kamerun dan Denmark belum mengoleksi angka.
Kedua tim sebenarnya bermain dengan serangan berimbang. Belanda kesulitan menembus ketatnya pertahanan Jepang, di awal babak pertama. Sebaliknya, Jepang sesekali melakukan serangan balik yang juga kerap mengancam gawang Oranye.
Peluang terbaik Jepang di babak pertama menit 38 hadir dari Daitsuke Matsui yang mengirim umpan kepada Yuichi Komano. Beruntung, kiper Maarten Stekelenburg masih bisa memblok bola.
Babak pertama ditutup dengan usaha Rafael van der Vaart yang coba melakukan tendangan spekulasi. Bukan sebuah masalah bagi kiper Eiji Kawashima. Skor kacamata menjadi akhir babak pertama.
Di babak kedua skuad asuhan Bert van Marwijk meningkatkan intensitas serangannya. Terlihat dua peluang dimiliki Robin van Persie dalam lima menit awal babak kedua. Sundulan Persie menyambut umpan Giovanni van Bronckhorst masih tepat dipelukan Kawashima. Kembali stiker Arsenal itu memberikan ancaman melalui tendnagan voli, hanya masih melebar.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit 53. Sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan Sneijder, menjebol gawang Kawashima. Kiper Jepang itu sebenarnya sempat menepis bola, hanya saja laju si kulit bundar terlalu deras dan tetap masuk ke gawang.
Jepang merespons dengan peluang Okubo di menit 59. Penyelamatan gemilang dilakukan Stekelenburg untuk mematahkan peluang emas Jepang ini. Samurai Blue juga hampir menyamakan kedudukan di menit 90. Sayang, Okazaki tidak terlalu tenang melakukan penyelesaian.
Pelanggaran terhadap Nagamoto yang dilakukan Nigel De Jong di dalam kotak penalti, tidak dinilai wasit sebagai sebuah pelanggaran. Skor 1-0 untuk Belanda tidak berubah hingga laga usai.
Dinamit Giring Singa Afrika Masuk Kandang

Denmark akhirnya petik kemenangan di Piala Dunia 2010, setelah mampu mengalahkan Kamerun 2-1 di pertandingan kedua grup E. Pada pertandingan perdana, Denmark kalah 0-2 atas Belanda.
Bertanding di Lotus Versfeld, Pretoria, Minggu (20/6/2010) dinihari WIB ini, Kamerun mampuunggul terlebihdahulu pada menit 10 melalui Samuel Eto’o. Gol ini terjadi setelah Eto’o mampu memanfaatkan kesalahan pemain belakang Denmark, Christian Poulsen.
Gol tersebut semakin meningkatkan rasa percaya diri Kamerun, namun disisi lain Debmark semakin agresif untuk menyamakan kedudukan. Pada menit 13, Achille Emana melepaskan tendangan dari luar kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Denmark. Namun, bola mendatar itu malah bergulir ke sisi kanan gawang.
Selanjutnya menit 17 gikliran Jesper Gronkjaer yang nyaris mencetak gol, ia melepaskan tembakan namun sayang membentur pamain lawan.
Akhirnya, Denmark mampu menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit 34 melalui Nicklas Bentdner. Gol bermula dari umpan Rommedahl kepada Bendtner yang berada di tengah kotak penalti, Bentnder kemudian menjatuhkan diri sambil menjulurkan kaki. Bola mengenai kakinya dan berbelok masuk ke gawang Hamidou Souleymanou.
Memasuki babak kedua, Denmark berbalik unggul pada menit 61 melalui Dennis Rommedahl, Romedahl yang berlari di sayap kanan, mendapat umpan Bendtner dari lapangan tengah, sesampainya di kotak pinalti, Romedahl mengecoh pemain belakang Kamerun dan melepaskan tembakan melengkung, sehingga bola bersarng di sudut kanan gawang Kamerun.
Kamerun yang tertinggal berusaha untuk mengejar, peluang tercipta pada menit 70, ketika Achille Emana berlari di sisi kanan pertahahan Denmark kemudian melepaskan tembakan keras kearah pelukan penjaga gawang Denmark, Thomas Sorensen.
Kemudian, Kamerun nyaris mencetak gol pada menit 84, namun sundulan Mohamadou Idrissou masih melambung tipis diatas gawang Sorensen.
Meski begitu, Kamerun tidak mampu menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan, dan Denmark menang 2-1.
Kemenangan ini, menghantar Denmark naik ke posisi ke 3 dengan poin 3, sedangkan Kamerun dipastikan tersingkir di Piala Dunia 2010 ini. Ini adalah kekalahan kedua Kamerun, sebelumnya Kamerun dikalahkan Jepang di pertandingan perdana grup E.
10 Pilar Socceroos Tahan Ghana

RUSTENBURG - Untuk kedua kalinya, Australia harus bermain dengan 10 pemain. Pada laga kedua penyisihan Grup D melawan Ghana, The Soceroos harus kehilangan Harry Kewell yang diganjar kartu merah pada menit ke-25. Meski demikian, Australia mampu mengimbangi The Black Stars dan memaksakan hasil akhir 1-1.
Bermain di Royal Bafokeng Stadium, Sabtu (19/6/2010), Australia yang kalah telak 0-4 dari Jerman di laga pertama, membuka laga dengan penuh determinasi. Kebutuhan meraih angka penuh untuk membuka peluang lolos ke 16 besar membuat Lucas Neill dkk bermain menyerang sejak menit pertama.
Strategi full offensif yang diterapkan pelatih Pim Veerbek pun terbukti jitu. Baru masuk menit ke-11, Socceroos berhasil unggul melalui Brett Holman setelah memanfaatkan bola rebound hasil tendangan bebas Mark Bresciano yang tak sempurna diamankan kiper Ghana Richard Kingson. 1-0 Australia membuka harapan.
Unggul satu gol, Australia tak juga mengendurkan serangan. Namun di sisi lain, Ghana yang juga bertekad meraup poin penuh untuk memimpin klasemen Grup D, juga tampil ofensif. Alhasil, jual beli serangan dan peluang pun kerap dipertontonkan kedua tim.
Petaka bagi Australia datang pada menit ke-25. Harry Kewell yang baru bermain di laga ini setelah pulih dari cedera, coba menghalau tendangan keras Jonathan Mensah. Sayang, bola menyentuh tangannya. Tak pelak, wasit Roberto Rossetti asal Italia langsung menunjuk titik putih yang dieksekusi dengan brilian oleh Asamoah Gyan untuk mencetak gol penyeimbang 1-1 sekaligus gol keduanya melalui titik putih di Piala Dunia 2010.
Ini merupakan kali kedua Australia harus bermain dengan 10 pemain setelah di pertandingan pertama lawan Jerman, Tim Cahill juga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran kepada Bastian Schweinsteiger.
Kalah jumlah pemain, Australia tak lantas bermain bertahan. Mereka tetap menyerang demi mengamankan tiga angka. Sayang, upaya Mark Bresciano dkk tak membuahkan hasil hingga babak pertama usai. Skor 1-1 tetap bertahan.
Di babak kedua, pertandingan tetap berlangsung dengan tempo cepat. Kedua tim terus membuka peluang untuk mencetak gol. Lima menit memasuki laga, Gyan memiliki peluang mengubah kedudukan setelah melesakkan tendangan keras yang memaksa kiper Australia Mark Schwarzer dan sang kapten Lucas Neill bekerja keras mengamankan gawang.
Memasuki menit ke-66, Australia coba membalas melalui Scott Chipperfield yang baru masuk menggantikan Bresciano. Sayang, sundulannya masih melambung di atas mistar. Satu menit berselang, giliran Gyan yang kembali menebar ancaman ke gawang Australia. Namun, lagi-lagi usaha Gyan gagal membuahkan gol.
Pada menit ke-72, Australia memiliki peluang terbaiknya untuk mencetak gol. Nahas, Luke Wilkshire yang berada di posisi ideal untuk mencetak gol, gagal menaklukkan Kingson. Joshua Kennedy yang menerima bola rebound juga gagal mengkonversi peluangnya menjadi gol.
Tak terima ditekan, Ghana balik menekan di sisa 15 menit laga. Sejumlah peluang pun berhasil diperoleh Gyan, Kevin-Prince Boateng dan Jonathan Mensah. Sayang, mereka tak mampu memaksimalkan peluang yang didapat menjadi gol. Skor 1-1 pun bertajan hingga laga usai.
Dengan tambahan satu poin, Ghana untuk sementara sukses memuncaki grup D dengan koleksi empat poin, atau unggul satu poin atas Jerman. Sementara bagi Australia, kekalahan ini semakin memojokkan posisi mereka untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Australia masih bisa lolos dengan catatan menang besar atas Serbia di laga pamungkas.
Serbia Rusak Panser Jerman

NELSPRUIT - Serbia berhasil bangkit setelah menelan kekalahan dari Ghana di laga perdana. Milan Jovanovic menjadi pahlawan Serbia setelah mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Serbia atas tim favorit juara Jerman pada laga kedua penyisihan Grup D di Mandela Bay Stadium, Jumat (18/6/2010).
Dengan hasil ini, Serbia berhasil memetik tiga angka pertamanya, sekaligus membuka peluang lolos ke 16 besar. Sementara bagi Jerman, kekalahan ini praktis memaksa armada Joachim Low harus meraih angka penuh saat meladeni perlawanan Ghana di laga pamungkas bila ingin lolos.
Bermodalkan kemenangan telak 4-0 atas Australia di laga pertama, Jerman membuka laga dengan penuh determinasi. Miroslav Klose yang ditemani Thomas Mueller dan Lukas Podolski di kedua sisi sayap kerap memberikan ancaman menakutkan bagi lini belakang Serbia.
Tujuh menit laga berjalan, Poldi -sapaan akrab Podolski- mendapat peluang membuka kran gol Der Panzer. Memanfaatkan sundulan Nemanja Vidic yang menghalau umpan silang Mueller di sisi lapangan, Poldi yang menerima bola langsung melepaskan tembakan keras yang sayangnya masih belum menemui sasaran.
Serbia merespon dengan baik tekanan Jerman. Empat setelah peluang Podolski, Beli Orlovi -julukan Serbia- mendapatkan peluang melalui Milos Ninkovic setelah memanfaatkan kerja sama apik Dejan Stankovic dan Milos Krasic. Namun, upaya Ninkovic juga masih belum membuahkan hasil.
Terus menekan, Jerman justru harus menerima kenyataan pahit bermain dengan sepuluh pemain setelah Klose menerima kartu kuning keduanya di menit ke-37 setelah melakukan tekel kepada Stankovic. Sebelumnya, striker Bayern Munich ini juga telah menerima kartu kuning di menit ke-12 setelah melakukan pelanggaran kepada Branislav Ivanovic.
Serbia memanfaatkan dengan baik keunggulan jumlah pemain dan langsung menekan pertahanan Jerman. Alhasil, satu menit berselang (menit 38’), Serbia mampu mencuri gol melalui Milan Jovanovic. Berawal dari pergerakan Krasic di sisi lapangan yang kemudian melepaskan umpan silang ke tiang jauh, Nicola Zigic berhasil menyambutnya dengan memberikan umpan sundulan kepada Jovanovic yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesulitan, bomber Standard Liege ini menceploskan bola dan membawa timnya unggul 1-0.
Tertinggal, Jerman langsung menaikkan tempo permainan kendati kalah jumlah pemain. Peluang terbaik Jerman untuk menyamakan kedudukan datang pada menit akhir babak pertama. Berawal dari umpan pojok, Mesut Ozil melepaskan umpan silang yang berhasil ditepis Vladimir Stojkovic, namun bola muntah justru mengarah ke Sami Khedira yang berdiri bebas di kotak penalti dan langsung melepaskan shooting keras yang sayangnya masih membentur mistar. Hingga jeda, Jerman masih tertinggal 0-1.
Di babak kedua, Jerman kembali tancap gas. Podolski membuka peluang pertama Jerman di menit ke-58 dan 59. Sayangnya, dua peluang yang didapatnya masih belum membuahkan hasil.
Tepat satu jam laga berjalan, Serbia kembali ketiban sial seperti kejadian di laga perdana ketika Zdravko Kuzmanovic melakukan Hand ball di kotak terlarang yang membuat Serbia kalah 0-1 dari Ghana. Namun, kali ini pelakunya adalah Vidic yang menggunakan tangannya saat mengantisipasi umpan jauh pemain Jerman.
Tak pikir panjang, wasit Alberto Undiano asal Spanyol langsung mengganjar bek Manchester United itu kartu kuning dan menunjuk titik putih. Namun, apes bagi Jerman, Podolski yang maju sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan mendatarnya ke arah kiri gawang, masih mampu diblok Stojkovic. Der Panzer pun gagal menyamakan kedudukan.
Memasuki menit ke-65, Serbia nyaris menambah keunggulannya menjadi 2-0 andai tendangan keras Jovanovic setelah menerima umpan matang Krasic tidak membentur tiang. Di menit ke-74, Serbia kembali memiliki peluang lewat sundulan Zigic yang sayangnya masih melintas di atas mistar gawang Manuel Neuer.
Di sisa 25 menit laga, Jerman terus berusaha keras menyamakan kedudukan. Peluang demi peluang pun berhasil didapat Poldi dkk. Sayang, hingga laga usai, Der Panzer tak mampu mencetak gol penyeimbang. Serbia pun keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.
Pelatih Slovenia Puas

JOHANNESBURG – Kemenangan yang batal diraih setelah sempat unggul 2-0 atas Amerika Serikat, tidak membubat pelatih Slovenia Matjaz Kek kecewa.Dia menyatakan puas dengan penampilan Birsa dkk.
“Di babak pertama kami bermain baik, tapi menurun di babak kedua,” kata Kek, seperti usai pertandingan, seperti dikutip Goal, Sabtu (19/6/2010).
Kek menyatakan saat timnya terus ditekan Amerika Serikat yang berusaha bangkit dari ketertinggalan, dia berharap skuadnya keluar dari tekanan, namun bagaimana pun dia tetap bangga dengan semangat juang yang telah ditunjukan anak asuhnya.
“Saya harus katakana, saya bangga dengan skuad saya yang menampilkan kualitas, dan kami mendapatkan poin berharga hari ini,” tambah dia.
Meski bermain seri, Slovenia kini berada di puncak klasmen grup C, sementara Inggris baru akan menjalani laga kedua melawan Aljazair dini hari ini.
Sang pelatih juga enggan mengomentari mengenai kepemimpinan wasit asal Mali Koman Coulibaly, yang sempat menganulir gol Amerika Serikat di babak kedua.
“Saya tidak akan memberi penilaian apa pun terhadap wasit,” katanya.
”Tentu saja anad bisa mempermasalahkan beberapa keputusannya, tapi saya tidak mau berkomentar tentan itu. Pertandingan memang berlangsung sengit, tapi saya tidak melihat keputusan wasit berdampak pada hasil pertandingan,” katanya.
Inggris ( Tim singa ompong )

asukan Fabio Capello untuk kali kedua gagal memenuhi harapan publik Inggris, setelah kembali gagal meraih poin penuh saat melawan Aljazair. Kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0. Sebelumnya Inggris juga hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawan Amerika Serikat di laga perdana grup C Piala Dunia 2010.
Bertanding di di Stadion Green Point, Cape Town, Jumat (18/62010), Inggris memulai laga dengan tampil kurang menggigit, tampak pasukan Aljazair yang lebih mendominasi serangan yang banyak mengalir dari sayap kiri, tempat dimana bek kanan Inggris Glen Johnson dan Jamie Carragher sering kedodoran menutup ruang.
Setelah 25 menit babak pertama, Inggris mulai dapat mengembangkan permainannya dengan kembali berbalik menyerang pertahanan Aljazair. Namun, Inggris masih kesulitan mendekati gawang Rais M’Bolhi. Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Gareth Barry bergiliran melepas tembakan keras, tapi semuanya berakhir dalam pelukan kiper Slavia Sofia itu.
Dengan hasil imbang itu, Inggris mengumpulkan dua poin di Grup C. Sedangkan Aljazair baru mengumpulkan satu poin.
Inggris yang mengandalkan daya gedor di lini depan dengan menurunkan Emile Heskey dan Wayne Rooney ternyata pada babak pertama belum mampu berbuat apa-apa. Dengan ditopang dua gelandang berkelas seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard, Inggris kesulitan membongkar pertahanan Aljazair.
Bermain di Green Point Stadium , Jumat 18 Juni 2010, sama halnya babak pertama, babak kedua Inggris yang tampil habis-habisan menekan lagi-lagi gagal berbuah gol. Usaha Rooney dan Lampard selalu terhalang kokohnya benteng pertahanan Aljazair.
Pada pertengahan babak kedua, Rooney nyaris mencetak gol andai saja umpan silang dari Aaron Lennon mampu disambar pemain Manchester United (MU) itu dengan baik. Kemudian pada menit 70, tandukan Gerrard masih mampu diselamatkan oleh kiper Aljazair Rais Ouheb Mbouli.
Sepanjang babak kedua, serangan Inggris datang bertubi-tubi yang dibangun dari sisi kiri dan kanan lapangan. Namun, karena kokohnya pertahanan pemain belakang Aljazair selama 45 menit babak kedua, usaha Inggris berakhir sia-sia. Hingga pertandingan berakhir, baik Inggris dan Aljazair harus puas dengan skor imbang, 0-0.
Dengan hasil ini, Inggris hanya mampu menempati urutan ketiga klasmen grup C. Jika pekan depan Inggris gagal memenangkan pertandingan saat melawan Slovenia, akan dipastikan Inggris pulang lebih awal dari Piala Dunia 2010 ini.
Pangeran William dan Pangeran Harry juga hadir di stadion untuk memberi suntikan semangat kepada pasukan Fabio Capello, namun kehadiran kedua Pangeran Inggris tersebut belum mampu menghadirkan kemenangan untuk Inggris. “Tiga singa masih loyo dan ompong“.
Yunani tundukkan Nigeria 2-1

Yunani Vs Nigeria 2-1.Vassilis Torosidis Greece scored a victory when they beat Nigeria 2-1 to win their first World Cup and maintain hope for progress to next round from Group B, Thursday night (17/06/2010). Torosidis scored a goal in the 71st minute when Dimitris Salpingidis in the first round of Nigeria’s victory thwarted results Uche goals scored through a free kick. Nigeria’s Sani Kaita players are removed from the game field.
Greek victory makes them collect three points along with which was previously run over by 1-4 by the leader of the standings, South KoreaArgentina, while Nigeria has not yet received figures from two matches. Nigeria’s first winner in the 16th minute when a free kick from a distance of 35 meters Uche break down Alexandras Tzorvas guarded goal.
The African team to master the game until the moment of madness in the 33st minute when Kaita rewarded red card for kicking off the pitch Torosidis. Greece dominated the game immediately. Coach Otto Rehhagel replaced midfielder Socrates Papastathopoulos survive with the striker Giorgos Samaras, a few minutes and then fired a shot that can be secured Nigerian goalkeeper. A few moments later Greek equalizer.
Salpingidis put her name in the record books by scoring the first Greek state at the World Cup in the 44th minute. Nigerian midfielder hit hard kicks Haruna Lukman before the ball entered the goal.
Salpingidis, who celebrate goals together are all members of the Greek squad, before scoring the winning goal in World Cup playoff match against Ukraine to bring his country into the World Cup.
The game runs in a frantic second half. Striker Fanis Gekas Greece fired hard, but can be driven away goalkeeper Vincent Enyeama, while on the other hand substitute Chinedu Obasi failed to take advantage of this golden opportunity to score through a counter-attack Nigeria. and then, Greece win over Nigeria with score 2-1.
Dibobol Korsel, Messi Salahkan Vuvuzelas

JOHANNESBURG - Meski mampu membungkam Timnas Korea Selatan (Korsel) 4-1 di Soccer City Stadium, Johannesburg, Kamis kemarin, bintang Argentina Lionel Messi tetap saja menyalahkan kebisingan vuvuzelas. Suara alat terompet tersebut berakibat timnya kebobolan satu gol.
Selama pertandingan, Argentina lebih dulu unggul dari peruntungan gol bunuh diri Park Chu-Yong. Pahlawan kemenangan Argentina Gonzalo Higuain mampu memperlihatkan ketangguhan Tim Tango dengan hatrrick. Namun sangat disayangkan Argentina tidak bisa menyempurnakan kemenangan karena kebobolan satu gol dari Lee Chung- yong di menit ke 45.
Gol yang tercipta dari Korsel ini berawal dari kesalahan bek Martin Demichelis. Sebelumnya Messi dkk mencoba memberitahunya namun sepertinya dia tidak dapat mendengarnya karena tertutup hingar bingar suara vuvuzelas. Messi pun sangat menyesalinya.
“Anda tidak dapat mendengar apapun seperti hari sebelumnya. Kami meneriakkan kepada Micho Demichelis dari berbagai sudut dan dia tidak mendengarnya. Saya juga kehilangan beberapa bola karena tidak dapat mendengar akibat vuvuzela,” ujar pemain 22 tahun itu.
Meski belum mempersembahkan satu gol pun untuk timnya, namun bintang Barcelona itu tetap merasa sangat senang dengan kemenangan yang diraih timnya dan memastikan lolos penyisihan dari grup B.
“Saya senang dengan kemenangan karena kami mempunyai bola dan mampu mengontrol permainan. Kami bermain dengan baik dan mencetak empat gol. Ini harus bagi Argentina di Piala Dunia,” tambahnya dikutip Sport, Jumat (18/6/2010)
Bungkam Prancis, Meksiko Lupakan Uruguay
POLOKWANE - Para punggawa Meksiko tengah terlena dalam euforia kemenangan 2-0 atas Prancis, Jumat (18/6/2010) dini hari WIB. Bahkan, anak-anak asuh Javier Aguirre enggan memikirkan Uruguay, yang sudah menunggu di laga berikutnya.
Ya, Meksiko patut berbangga karena belum menderita kekalahan di dua laga penyisihan Grup A. Pada laga pembuka di Stadion Soccer City, sepekan lalu, skuad El Tri menahan tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) 1-1.
Praktis, empat poin merupakan bekal yang cukup guna lolos ke babak 16 besar. Namun, Uruguay, yang sebelumnya menang telak 3-0 atas Afsel siap menghadang demi mencapai tujuan yang sama.
Javier Hernandez enggan ambil pusing memikirkan laga pamungkas penyisihan grup. Striker rekrutan anyar Manchester United masih ingin larut dalam kemenangan, terlebih dirinya turut menyumbangkan satu gol di Stadion Peter Mokaba dan dinobatkan sebagai Man of the Match oleh FIFA.
“Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama untuk gol yang saya cetak dan penghargaan Man of the Match. Kami ingin membagi kebahagiaan malam ini dengan negara kami,” ujar Hernandez.
“Tapi, kemenangan ini baru langkah awal. Perjalanan kami masih panjang. Untuk saat ini, kami tidak ingin memikirkan laga melawan Uruguay. Ya, kami ingin menikmati momen ini,” tandas striker kelahiran 22 silam, seperti dilansir Goal.
Uruguay Bungkam Afsel

PRETORIA – Uruguay sementara menguasai Grup A Piala Dunia 2010. Skuad Oscar Tabarez berhasil membungkam Afrika Selatan 3-0 di Loftus Versfeld Stadium, Kamis (17/6/2010) dini hari WIB.
Hasil ini, maka Uruguay untuk sementara memimpin klasemen Grup A dengan nilai empat. Skuad Tabarez unggul atas Prancis. Meksiko dan tuan rumah Afsel yang sementara menempati juru kunci.
Adalah Diego Forlan yang menjadi bintang dalam pertandingan ini. Mantan bomber Manchester United tersebut menghasilkan dua gol kemenangan Uruguay menit 23 dan 80.
Afsel sempat memberikan perlawanan 10 menit pertama. Bahkan, Siphiwe Tshabalala memberikan harapan kepada Bafana-Bafana untuk mencetak gol. Sayang, sepakannya dari jarak 25 meter masih melambung dari gawang Fernando Muslera.
Perlahan namun pasti, Uruguay berhasil keluar dari tekanan. Forlan dkk mendapatkan peluang pertama lewat aksi Luiz Suarez. Sayang, tendangannya masih mampu dibendung kiper Itumeleng Khune.
Namun, Forlan mampu membawa Uruguay memimpin 1-0 pada menit 23. Itu setelah tendangan keras pemain andalan Atletico Madrid dari luar kotak penalti, yang mengenai kepala Aaron Mokoena, membuat Khune tidak berdaya.
Uruguay kembali datang mengancam. La Celeste memiliki peluang untuk menghasilkan gol lewat aksi individu Suarez. Sayang, tendangan bintang Ajax ini masih menerpa gawang Afsel pada menit 31. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Skuad Tabarez bermain makin dominan di babak kedua. Meski begitu, Afsel tetap berusaha memberikan perlawanan. Peluang tercipta tembakan keras dari luar kotak penalti Teko Modise menit 67. Sayang masih mengarah ke gawang Muslera.
Petaka datang bagi tuan rumah pada menit 80. Wasit memberikan titik putih kepada La Celeste setelah Khune melanggar Suarez. Buntutnya kiper 22 tahun itu juga diberi kartu merah oleh wasit.
Pelatih Carlos Perreira memainkan kiper pengganti Moeneeb Josephs yang masuk menggantikan gelandang Steven Pienaar. Forlan dengan tenang mengekesekusi tendangan 12 pas. Uruguay pun memimpin 2-0.
Akhirnya, Alvaro Pereira melengkapi kemenangan armada tabarez pada menit 90-5 menjadi 3-0. Bek sayap FC Porto itu berhasil memanfaatkan umpan terukur Suarez untuk mengecoh Josephs.
Chili Petik Tiga Angka

NELSPRUIT - Chili sukses memetik tiga angka, usai menundukkan Honduras 1-0 di laga perdana penyisihan Grup H, Rabu (16/6/2010) malam. Gol semata wayang di Stadion Mbombela tersebut diciptakan oleh Jean Beausejour.
Chili langsung menekan begitu wasit meniup peluit tanda kick-off. Peluang pun tercipta di menit keempat, saat Matias Fernandez mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 30 yard. Sayang, tembakannya masih melebar.
Dua menit kemudian, Carlos Carmona mendapat ganjaran kartu kuning akibat melanggar gelandang Honduras Edgard Alvarez. Memasuki menit 10, Chile kembali membahayakan gawang Honduras. Beruntung, kiper Noel Valladares mampu mengantisipasi tendangan jarak jauh Arturo Vidal.
Honduras baru mendapat peluang di menit 20. Roger Espinoza melakukan aksi solo menembus pertahanan Chili, yang dikawal Mauricio Isla, Gary Medel dan Waldo Ponce. Namun, tembakan kaki kiri Espinoza termentahkan dan hanya berbuah tedangan sudut.
Chili dengan sigap melayangkan serangan balik. Tepat di menit 22, giliran Alexis Sanchez yang menciptakan peluang. Striker bernomor punggung 7 memberi umpan manis pada Jorge Valdivia di kotak pertahanan Honduras. Valdivia gagal memanfaatkan, namun menghasilkan tendangan sudut. Sanchez menyambutnya, sayang tendangannya masih melambung.
Pantang menyerah, akhirnya Chili memecah kebuntuan di menit 34. Adalah Beausejour yang menjadi aktor utamanya. Striker 26 tahun menjebol gawang Valladares, usai memanfaatkan operan Mauricio Isla dari sisi kanan. 1-0 Chile memimpin.
Meski unggul, tekanan terus dilancarkan Chili hingga jelang turun minum. Sanchez menusuk pertahanan Honduras dari sisi kanan, namun tendangannya membentur tangan kiri Maynor Figueroa dan penalti tidak diberikan wasit. Skor pun urung berubah.
Memasuki babak kedua, Chili tak mengurungkan niatnya untuk menggandakan gol. Beberapa peluang emas kembali tercipta dan bermula di menit 48. Sanchez memberi umpan terarah pada Beausejour, namun sayang Figueroa sukses menghadangnya.
Ya, Sanchez tampaknya tak bosan membuat para pemain belakang Honduras keteteran. Tak hanya menjadi motor serangan, striker milik Udinese juga mencipatakan peluang sendiri.
Setelah sundulan Ponce di menit 64 nyaris membobol gawang Honduras, Sanchez kembali berulah. Tepat di menit 75, umpannya pada Vidal sangat terukur dan berbuah gol. Sayang dianulir karena Sanchez tertangkap melakukan handball.
Hingga memasuki menit-menit akhir, semangat Sanchez makin meninggi. Mencoba peruntungan dengan melesakkan tembakan dari jarak 25 yard, Sanchez gagal menambah perolehan gol. Laga pun berakhir 1-0 untuk kemenangan Chili.
Swiss Tanduk Sang Matador
DURBAN – Spanyol bermain di luar harapan, dan harus menyerah menghadapi tandukan banteng-banteng Swiss. Tim Matador menyerah 0-1 dari The Nati, pada laga Grup H di Durban Stadium, Durban, Rabu (16/5/2010).
Hasil mengejutkan ini tak lepas dari tangan dingin Otmar Hitzfield dalam menerapkan strategi untuk meredam kekuatan Spanyol, sebagai salah satu tim favorit juara. Sebaliknya, La Furia Roja gagal menembus ketatnya pertahanan The Nati yang berlapis.
Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque padahal sudah menurunkan pemain terbaiknya sejak menit awal babak pertama. Nama-nama seperti Xabi Alonso, Sergio Busquets, David Silva, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dipasang sejak menit awal babak pertama.
Hasil mengejutkan ini tak lepas dari tangan dingin Otmar Hitzfield dalam menerapkan strategi untuk meredam kekuatan Spanyol, sebagai salah satu tim favorit juara. Sebaliknya, La Furia Roja gagal menembus ketatnya pertahanan The Nati yang berlapis.
Spanyol cukup mendominasi pertandingan di 45 menit babak pertama. Tercatat beberapa peluang didapat Spanyol ternasuk kans milik Gerard Pique di menit 24. Umpan matang Iniesta kepada Pique, sayang masih bisa diblok Phillipe Sanderos. Skor 0-0 bertahan hinga turun minum.
Di babak kedua, Spanyol tidak juga mengendurkan tempo laga. Sebaliknya, Swiss hanya sesekali mencuri dari serangan balik, namun cukup merepotkan pertahanan Spanyol.
Terbukti di menit 53, Swiss mampu mencuri gol. Skema serangan balik cepat diperagakan The Nati, dan Eren Derdiyok tinggal berhadapan dengan Iker Cassilas. Keduanya berbenturan dan bola liar dimanfaatkan Gelson Fernandes.
Tertinggal satu gol membuat Spanyol makin meningkatkan tempo serangan. Swiss pun fokus pada pertahanan. Tapi, The Nati masih mampu mengancam gawang Casillas termasuk dari aksi Barnetta yang masih membentur tiang gawang Spanyol.
Peluang Torres menutup pertandingan ini. Striker Liverpool itu mendapatkan umpan dari Villa, tapi terlambat melepaskan tendangan. SKor 1-0 untuk Swiss menjadi hasil laga ini.
Ronaldo: Portugal Harusnya Menang
PORT ELIZABETH – Portugal seharusnya meraih tiga angka saat melawan Pantai Gading. Demikian kata bintang Seleccao das Quinas Cristiano Ronaldo.
Pertandingan pembuka Grup G berlangsung menarik. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang dan menghasilkan beberapa peluang. Sayang, skor tanpa gol bertahan hingga pertandingan berakhir.
“Kami tahu Pantai Gading tidak terlalu tampil menyerang dan diam diri di pertahanan sendiri. Mereka terlalu takut terhadap kami di babak pertama,” ungkap Ronaldo selepas pertandingan.
“Pantai Gading baru tampil menyerang di babak kedua, tapi kami bermain lebih baik. Kami tidak menang karena kami kurang beruntung saja,” lanjut bintang Real Madrid itu kepada RTP 1, Rabu (16/6/2010).
Ronaldo mungkin bukan tanpa alasan. Peluang terbaik dilimiliki skuad Carlos Queiroz saat tembakan mantan bintang Manchester United itu menerpa mistar gawang Pantai Gading di menit 11.
Hasil imbang membuat posisi Ronaldo dkk sulit di Grup G. Namun, pemain termahal dunia optimis Portugal masih memiliki peluang untuk bersaing dengan Brasil, Pantai Gading dan Korea Utara.
“Aapakah kami kehilangan peluang atas kesalahan ini? Tidak, semua masih sangat berpeluang. Namun, kami harus terus bermain seperti ini,” tandas pemain 24 tahun tersebut.
Brasil Belum Memuaskan
JOHANNESBURG – Korea Utara memberikan kejutan. Meski Brasil menang atas Chollima (julukan Korut) 2-1 di Ellis Park Stadium, Rabu (16/6/2010), namun permainan skuad Dunga ini belum memuaskan.
Korut sempat tampil mengejutkan di babak pertama. Meski Brasil tampil sangat dominan, namun skuad Kim Jong-Hun secara mengejutkan berhasil mengimbangi permainan juara dunia lima kali itu.
Terbukti, Chollima memiliki peluang pertama dalam pertandingan ini. Di menit 10, Jong Tae Se yang berlari sendirian ke kotak penalti lawan, berhasil melepaskan tendangan keras. Namun, tendangannya masih tepat ke arah Julio Cesar.
Tujuh menit kemudian Korut kembali mengancam. Kali ini, giliran Chan Jong Hyok yang mengancam gawang Brasil. Namun, tendangannya masih melebar dari gawang Cesar.
Brasil memang menciptakan banyak peluang, salah satunya lewat Michel Bastos pada menit 34. Sayang, tendangannya masih melebar dari gawang Ri Myong-guk. Praktis, skor kaca mata bertahan hingga babak kedua.
Dominasi Tim Samba berlanjut di babak kedua. Tarian Robinho berhasil merepotkan pertahanan Chollima di menit 52. Namun, tembakan bomber pinjaman Santos itu masih melambung
Akhirnya, Brasil berhasil memecahkan kebuntuan tiga menit kemudian. Adalah bek sayap kanan Maicon yang berhasil membuat gol sekaligus membawa Tim Samba unggul 1-0 pada menit 55.
Mendapatkan umpan terobosan Elano Blumer, bek sayap kanan Inter Milan mampu menerobos pertahanan rapat Korut dan langsung melepaskan sebuah tendangan keras dari sudut sempit, dan membuat kiper Ri Myong-guk tidak berdaya.
Gol itu seolah membakar semangat tempur para pemain Brasil. Tim Samba berhasil menambah pundi-pundi gol lewat tendangan Elano, setelah berhasil memanfaatkan umpan Robinho.
Namun, gol itu seperti tidak meruntuhkan semangat bermain Korut. Pasukan Jong-Hon secara mengejutkan mampu memperkecil ketinggalan lewat pemain gelandang Ji Yun-Nam menit 89.
Berawal dari sebuah umpan tendangan bebas dari Jong kepada Yun-Nam, yang langsung berlari ke pertahanan Brasil. Lewat sebuah sudut sempit, gelandang gesit ini mampu menjebol gawang Cesar. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini, sementara Brasil memimpin klasemen Grup G dengan nilai tiga. Lucio dkk unggul dari Portugal dan Pantai Gading yang sama-sama menghasilkan satu angka. Sedangkan Korut berada di juru kunci klasemen.
Imbang, Pelatih Slovakia Kecewa

RUSTENBURG – Slovakia hanya mampu bermain 1-1 melawan Selandia Baru. Hasil ini membuat pelatih The Fighting Jondas (julukan Slovakia) kecewa berat.
Pelatih Vladimir Weiss pantas kecewa dengan hasil ini. Betapa tidak, setelah unggul lebih dulu 1-0, Selandia Baru mampu membuat kejutan dengan menyamakan kedudukan, sekaligus membawa pulang satu poin.
Slovakia berhasil unggul lewat sumbangan gol tandukan Robert Vittek pada menit 50. Namun, The Fighting Jondas gagal meraih poin penuh setelah Winston Reid membobol gawang tim besutan Weiss itu pada menit 93.
Praktis, hasil ini mengecewakan punggawa Slovakia. “Tentu, ini merupakan momen yang menyedikan dan kami sadar ini merupakan bagian dari sepakbola,” demikian kata Weiss selepas pertandingan.
“Kami berlatih keras untuk tidak membuat kesalahan, tapi hal itu terjadi. Kami harus bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya. Saya harap tim tidak membuat kesalahan lagi,” tandasnya dilansir Goal, Rabu (16/6/2010).
Dengan hasil ini, maka semua tim yang menghuni Grup F masing-masing hanya mengoelski satu poin dari hasil pertandingan pembuka. Sebelumnya, Italia juga hanya mampu bermain 1-1 melawan Paraguay.

Prancis-Uruguay Tanpa Gol
CAPE TOWN - Prancis kembali gagal menjawab keraguan publik atas penampilan buruk mereka. Bertarung melawan Uruguay di laga kedua
babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010, Les Bleus hanya mencetak hasil seri tanpa gol, Sabtu (12/6/2010).
Berbekal status runner-up pagelaran lalu, Prancis tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Terlebih mereka juga dipastikan bisa menurunkan hampir seluruh pemain inti.
Uruguay sendiri tidak mau kalah. Mengandalkan ketajaman Diego Forlan, Los Celeste mengusung misi meraup poin penuh.
Peluang pertama dihasilkan oleh Prancis ketika laga berjalan tujuh menit. Sebuah umpan datar dari Franck Ribery di muka gawang Fernando Muslera gagal di sambar Sidney Govou.
Uruguay membalas pada menit ke-16. Forlan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa dimentahkan kiper Hugo Lloris.
Meski pertandingan berjalan dengan tempo cepat sejak awal, kedua kubu nampak kesulitan membongkar pertahanan masing-masing. Tak ayal, hingga turun minum skor imbang tanpa gol masih bertahan.
Babak kedua dibuka Uruguay memperbaiki pola serangan. Alhasil, Forlan kembali memberikan ancaman di menit ke-53 dan ke-73. Namun lagi-lagi masih bisa diantispasi Lloris.
Prancis membalas di menit ke-79. Sepakan jarak jauh Florent Malouda menghujam ke sisi kiri gawang Muslera.
Bencana buat Uruguay datang pada menit ke-81. Mereka terpaksa tampil dengan 10 pemain setelah Nicolas Lodeiro diusir keluar lapangan. Bek kelahiran 21 tahun silam menerima kartu kuning kedua usai melancarkan tekel sadis kepada Bacary Sagna.
Unggul jumlah, tim 'Ayam Jantan' makin menggeber serangan. Untungnya kubu lawan juga sudah siap dengan menumpuk sejumlah pemain di area pertahanan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan pun berkahir dalam kedudukan 0-0.
Imbangi Meksiko, Parreira Puas

JOHANNESBURG - Meski hanya sanggup bermain seri 1-1 dengan Meksiko pada laga perdana babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010, pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Perreira menyatakan dirinya cukup puas.
Dia bahkan cukup bersyukur karena masih bisa mengimbangi permainan El Tri. Apalagi mengingat mereka sempat tertekan pada laga di Soccer City Stadium.
“Meksiko adalah tim yang bermain terbuka. Untungnya kami bisa mengimbangi mereka,” ujar Perreira seperti dikutip Goal, Sabtu (12/6/2010).
“Kami bisa mengontrol permainan, namun hasil ini saya pikir cukup adil. Saya sendiri merasa puas,” tandasnya.
Berbicara ke depannya, pria asal Brasil tersebut mengatakan kalau laga penentuan untuk lolos ke berikutnya adalah pada saat menghadapi Prancis.
“Penampilan tim tidak mengecewakan. Saya tahu penentuan adalah saat menghadapi Prancis di laga terakhir,” pungkasnya.
'Jabulani Bola Terburuk'







