Senin, 21 Juni 2010

Swiss Gagal Mengulang Kejutan


PORT ELIZABETH – Swiss tak mampu melanjutkan suksesnya setelah menyerah 0-1 dari Chilidi Nelson Mandela Stadium, Port Elizabeth, Senin (21/6/2010).

Untuk sementara Chili memimpin klasemen Grup H dengan raihan enam angka, unggul tiga angka dari Swiss yang tertahan di posisi runner up. Sementara Spanyol tercecer sebagai juru kunci, karena baru akan bertanding melawan Hinduras, dini hari nanti.

Laga berjalan imbang di babak awal. Kedua tim tampil menyerang demi meraup poin sempurna. Chili lebih dulu mendapat peluang di menit lima. Sayang, tendangan Alexis Sanchez dari luar kotak penalti masih melenceng.

Chili kembali mendapat peluang emas melalui Carlos Carmona, tapi, tendangan kerasnya masih bisa diblok kiper Benaglio . Saling serang antar tim terlihat hingga pertengahan babak pertama.

Petaka bagi Swiss terjadi di menit 31. Valon Behrami diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Arturo Vidal. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol tak berubah.

Di babak kedua, Chili yang unggul pemain tampil lebih agresif. Sebaliknya, Swiss harus mati-matian menahan gempuran Vidal dkk. Berkali-kali Sanchez kembali mengancam gawang lawan. Beruntung Swiss memiliki kiper tangguh seperti Benaglio yang kembali menggagalkan peluang lawan.

Kokohnya tembok Benaglio akhirnya runtuh di menit 75. Adalah pemain pengganti Mark Gonzalez yang membawa Chili unggul 1-0, setelah menerima umpan silang Esteban Paredes yang tak mampu dihentikan pemain belakang Swiss.

Tertinggal satu gol, Swiss yang di pertandingan perdana mengalahkan Spanyol, mencoba bangkit dan tampil menyarang. Sayang, hingga wasit meniup peluit akhir Swiss tak mampu mencetak gol. Chili tetap unggul 1-0 sekaligus mempimpin sementara Grup H.

Viva La Furia Roja


JOHANNESBURG – Dua gol David Villa ke gawang Honduras menjadi bukti Spanyol masih layak diunggulkan di Piala Dunia Afrika Selatan.

Tampil di Ellis Park Stadium, Johannesburg, Selasa (22/6/2010) dini hari WIB, Vicente del Bosque menurunkan kekuatan penuh, termasuk Fernando Torres yang sudah pulih dari cedera. Hanya Cesc Fabregas yang tak masuk line up.


Kemenangan ini membawa Spanyol ke posisi runner up Grup H dengan nilai tiga, hanya unggul selisih gol dari Swiss. Sementara Chili tetap kokoh memuncaki klasemen dengan nilai enam.


Spanyol langsung mendapat peluang emas di menit tiga. Sayang, sundulan Fernando Torres belum tepat sasaran. Selang empat menit giliran Villa yang mengancam gawang Honduras. Namun, tendangannya masih menghantam mistar gawang.


Beberapa kali La Furia Roja menciptakan peluang di depan gawang Valladares. Namun, belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya pada menit 17 Villa memecah kebuntuan.


Aksi striker anyar Barcelona menerobos jantung pertahanan Honduras gagal dihentikan bek lawan. Villa pun menunjukkan kelasnya dengan menyepak bola dan memaksa Valladares memungut bola dari gawang.


Selang beberapa menit, skuad besutan Vicente del Bosque lagi-lagi membahayakan lini pertahanan lawan. Sayang, Xavi tak mampu memanfaatkan umpan manis yang diberikan Jesus Navas.


Jelang turun minum, tendangan Torres kembali digagalkan Valladares. Meski menciptakan banyak peluang, namun La Furia Roja tak mampu menambah gol. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.


Tak banyak perubahan di babak kedua. Spanyol tetap tampil agresif meski unggul satu gol. Sebaliknya, Honduras sering tercecer menjaga barisan belakangnya.


Villa menggandakan keunggulan La Furia Roja di menit 51. Tendangan keras El Guaje –julukan Villa- dari luar kotak penalti tak mampu dihalau Valladares.

Sergio Ramos nyaris menambah derita Honduras, jika tendangannya tak melenceng di sisi kiri gawang.

El Guaje berpeluang mencetak hattrick setelah Jesus Navas dilanggar di kotak penalti. Sialnya, Villa yang menjadi eksekutor malah tak mampu menceploskan bola dari titik 12 pas.


Honduras sendiri bukan tanpa peluang. Mengandalkan serangan balik, Wilson Palacios sesekali menciptakan peluang. Suazo melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, bola masih jatuh di atas gawang Iker Casillas.


Fabregas yang masuk menggantikan Xavi Hernandez nyaris mencetak gol perdananya di Piala Dunia. Tapi, bola tendangannya masih bisa dihalau bek lawan. Walau menciptakan banyak peluang, La Furia Roja tak mampu memperbesar keunggulan hingga laga usai.


Kemenangan 2-0 atas Honduras cukup membuat Del Bosque sedikit tenang. La Furia Roja kini tinggal menghadapi Chili, Sabtu (26/6/2010).

TOP VIDEO

Ronaldo Pimpin Pembantaian


CAPE TOWN - Portugal menunjukkan kelasnya saat melakukan laga kedua kontra Korea Utara di Green Point Stadium, Cape Town malam tadi. Mengusung misi harus menang, Ronaldo dkk tanpa ampun membantai wakil Asia itu 7-0.

Dengan formasi 4-3-3 Korea Utara terlihat lebih berani melancarkan serangan, berbeda ketika berhadapan dengan Brasil di laga pembuka, pasukan Chollima ini bermain ekstra defensif dan hanya mengandalkan serangan balik.

Sementara Portugal sejak menit awal langsung melakukan tekanan-tekanan terutama dari sayap kanan di mana Cristiano Ronaldo beroperasi. Peluang pertama diperoleh Portugal melalui striker Real Madrid ini. Namun tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih mudah ditangkap kipper Myong Guk Ri.

Di menit ke tujuh, Ricardo Carvalho nyaris membuat Portugal unggul namun sundulannya masih membentur tiang gawang.

Korea Utara yang bermain terbuka beberapa kali juga mendapatkan peluang. Kesempatan pasukan Kim Jong Hun ini dating pada menit ke 11 sayang sundulan Nam Chol Pak yang memanfaatkan bola rebound hasil sepakan keras Yong Jo Hong dari sisi kiri masih melambung di atas mistar Eduardo. Sementara pada menit 24 sepakan keras Yun Nam Ji masih melebar.

Terbukanya pertahanan Korea Utara membuat Seleccao leluasa mengobrak-abrik barisan belakang Korea Utara.Sehingga pada menit ke 29 Raul Meireles berhasil lolos dari pengawalan dan menyambut umpan di dalam kotak penalti dengan satu sentuhan. Jabulani pun meluncur tanpa terbendung.Hingga babak pertama usai, Portugal unggul 1-0.

Kemenangan di laga kedua ini adalah harga mati bagi Seleccao jika ingin menembus babak 16 besar. Sebab jika kalah atau seri maka peluang Portugal semakin berat karena pertandingan terakhir Portugal harus menjungkalkan juara Piala Dunia lima kali, Brasil.

Namun, tanda-tanda kemenangan Portugal mulai terlihat saat babak kedua baru berjalan 8 menit. Melalui Simao, Portugal berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Korea Utara yang kembali tertinggal malah bermain semakin terbuka, kondisi ini membuat pemain depan Portugal leluasa berkreasi. Tiga menit berselang giliran Fabio Contrao menambah pundi gol Seleccao.

Di menit ke 60, Ronaldo kembali melakukan passing ke tengah kotak penalti, Tiago pun dengan mudah menceploskan Jabulani hingga jala Korea Utara bergetar untuk ke empat kali. Gol kelima diciptakan pemain pengganti Liedson di menit 81.

Pada menit 88, Ronaldo yang bermain impresif ikut menyumbang torehan gol setelah melewati penjaga gawang. Dengan santai bintang Real Madrid ini melakukan tendangan pelan sehingga keunggulan semakin lebar 6-0.

Pesta gol ditutup Tiago pada menit 90. Pemain Juventus yang diturunkan sebagai starting XI menggantikan posisi Deco ini sukses meneruskan bola ke dalam gawang Korut, dengan sundulan kepala. Hingga peluit akhir dibunyikan wasit Pablo Pozo dari Chili skor 7-0 berhasil dikantongi Portugal.

Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar sejak Piala Dunia 2010 bergulir. Sebelumnya kemenangan terbesar dicatat skuad Jerman dengan skor 4-0 saat menekuk Australia.

Selecao ke 16 Besar


JOHANNESBURG - Setelah menuai kritik lantaran hanya menang tipis 2-1 atas tim gurem Korea Utara di laga perdana, Brasil tampil trengginas di laga kedua babak penyisihan Grup G. Tim kuat Pantai Gading yang menjadi lawannya dihajar 3-1 di Soccer City Stadium, Senin (21/6/2010) dini hari WIB.

Dengan kemenangan ini, maka Brasil memastikan diri lolos ke babak 16 besar dengan koleksi enam poin. Sayang, keberhasilan Brasil kali ini harus tercoreng dengan aksi tidak sportif Ricardo Kaka yang menerima kartu merah dari wasit. Bintang Real Madrid ini harus meninggalkan lapangan, tiga menit jelang pertandingan usai setelah menerima kartu kuning kedua karena menyikut Kader Keita.

Sementara bagi Pantai Gading, kekalahan ini memaksa skuad besutan pelatih Sven Goran Eriksson menang di laga pamungkas lawan Korea Utara dmi membuka peluang lolos. Saat ini, Les Elephants baru mengoleksi satu poin hasil imbang melawan Portugal.

Tampil dengan skema sama seperti saat mengalahkan Korut, Brasil sukses mengambil alih kendali permainan. Trio Kaka, Robinho dan Luis Fabiano di lini depan sukses membuat mengobrak-abrik pertahanan Pantai Gading. Baru dua menit laga berjalan, Robinho langsung menebar ancaman dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang masih tipis di atas mistar gawang.

Usai peluang Robinho, jalannya laga sedikit monoton dengan sedikit peluang yang dicipatakan kedua tim. Namun, memasuki menit ke -24, Brasil akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui Luis Fabiano. Memanfaatkan kerjasama apik Robinho yang diakhiri umpan terobosan oleh Kaka, Fabiano yang merangsek ke kotak penalti melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang bersarang di pojok gawang Boubacar Barry. 1-0 Brasil unggul.

Usai gol Fabiano, Pantai Gading langsung merespon dengan meningkatka tempo permainan. Sayang, upaya keras Didier Drogba dkk masih belum mampu menjebol gawang Julio Cesar. Paruh pertama pun ditutup untuk keunggulan 1-0 Brasil.

Di babak kedua, Selecao kembali memegang kendali, sementara Les Elephants mengandalkan serangan balik cepat. Namun, belum sempat melakukan serangan balik, Pantai Gading harus kembali kebobolan. Fabiano menjadi momok menakutkan bagi Les Elephants dengan mencetak go keduanya di menit ke-51.

Gol striker Sevilla ini terbilang cukup cantik meski sedikit berbau kontroversi karena Fabiano terlihat melakukan hand ball sebelum mencetak gol. Menerima bola di luar kotak penalti, Fabiano “menari” melewati hadangan tiga bek Pantai Gading dan kemudian melepaskan tendangan yng tak kuasa dibendung Barry.

Unggul dua gol, Brasil kian leluasa membongkar pertahanan Pantai Gading yang mulai tertekan. Alhasil, di menit ke-62 Brasil kembali menambah pundi-pundi golnya melalui Blummer Elano yang memanfaatkan umpan manis dari Kaka. Unggul 3-0, Brasil mulai mengendurkan serangan.

Sementara Pantai Gading belum menyerah dan masih terus mencoba mencetak gol. Kerja keras para pemain Pantai Gading akhirnya membuahkan hasil di menit ke-78. Didier Drogba yang berhasil melepaskan diri dari jebakan offside, sukses melepaskan sundulan terarah yang tak mampu dijangkau Cesar.

Berhasil memperkecil ketertinggalan 1-3, Pantai Gading kian bersemangat dan terus menekan Selecao. Les Elephants mendapat keuntungan setelah Brasil dipaksa bermain 10 pemain setelah Ricardo Kaka diusir keluar lapangan.

Kaka menerima dua kartu kuning dalam kurun waktu empat menit. Yang pertama, didapatnya karena mendorong Kader Keita, sedangkan yang kedua (otomatis merah) karena menyikut orang yang sama (Keita). Dengan ini, Kaka dipastikan absen saat Brasil berhadapan dengan Portugal di laga terakhir babak penyisihan Grup.

Unggul jumlah pemain, Pantai Gading mengerahkan segala daya upaya untuk memburu gol. Sayang, hingga berakhirnya laga, Drogba dkk tak mampu mengkonversi peluang menjadi gol. Mereka pun harus menyerah 1-3 dari juara dunia lima kali, Brasil.

Gli Azzurri Imbang Gli Azzurri Imbang Lagi


NELSPRUIT - Juara bertahan Italia kembali tampil di luar harapan. Menghadapi tim gurem macam Selandia Baru, Gli Azzurri membutuhkan “pertolongan” penalti untuk memaksakan hasil 1-1 di laga kedua babak penyisihan Grup F di Mbombela Stadium, Minggu (20/6/2010).

Setelah tampil mengecewakan dengan skema 4-2-3-1 kala hanya bermain 1-1 lawan Paraguay di laga pertama, pelatih Marcello Lippi mengusung skema baru 4-4-2 dengan menempatkan duet Alberto Gilardino dan Vincenzo Iaquinta di lini depan.

Akan tetapi, strategi baru ini tak berjalan dengan baik di awal laga. Italia justru harus tertinggal dalam tempo yang relatif singkat (menit ke-7), lewat gol Shane Smeltz yang membawa Selandia Baru unggul 1-0.

Berawal dari umpan tendangan bebas Simon Elliot, kapten tim Azzurri Fabio Cannavaro melakukan kesalahan fatal saat bola yang mengarah tepat ke depan gawang mengenai pahanya dan jatuh dihadapan Smeltz yang hanya membutuhkan sebuah sontekan lemah untuk menaklukkan kiper, Federico Marchetti.

Tertinggal satu gol, juara dunia 2006 ini langsung meningkatkan tempo permainan. Menit ke-16, bek Giorgio Chiellini memiliki peluang emas menyamakan kedudukan setelah menerima umpan sepak pojok. Nahas, sontekan bek Juventus ini dari jarak cukup dekat masih belum tepat sasaran.

Enam menit berselang, giliran Gianluca Zambrotta yang mengancam gawang Selandia Baru yang dikawal Mark Paston. Sayang, tendangan keras bek sayap AC Milan dari luar kotak penalti, masih tipis di sisi gawang. Riccardo Montolivo nyaris membuat Italia menyamakan kedudukan setelah tendangan kerasnya beberapa saat berselang (26’) hanya membentur mistar gawang.

Setelah beberapa kali mencoba, Italia akhirnya mendapat berkah setelah Daniele De Rossi dijatuhkan Tommy Smith di kotak terlarang. Italia pun mendapatkan hadiah penalti dari wasit Carlos Batres asal Guatemala. Bomber Juventus, Iaquinta yang ditunjuk sebagai algojo, sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Lippi yang sangat berharap timnya meraih kemenangan, melakukan dua pertantian sekaligus. Antonio Di Natale dan Mauro Camoranesi masuk menggantikan Simone Pepe dan Alberto Gilardino yang tampil monoton tanpa berhasil mendapatkan peluang.

Keputusan Lippi kali ini pun terbilang sukses membuat daya gedor Gli Azzurri lebih baik. Empat menit babak kedua berlangsung, Di Natale langsung mengancam gawang Paston. Akan tetapi, upaya pertama bomber Udinese ini masih belum membuahkan hasil. Hal sama juga dialami Iaquinta yang gagal mengarahkan tendangannya tepat ke arah gawang pada menit ke-61.

Di sisa 30 menit laga berjalan, Italia terus berusaha keras mencetak gol kemenangan. Namun di sisi lain, mereka tak bisa leluasa menekan karena Selandia Baru juga kerap memberikan ancaman yang berbahaya. Alhasil, hingga wasit meniup peluit akhir, kedudukan 1-1 tak berubah.

Dengan hasil ini, Italia dipastikan bakal melakoni hidup mati melawan Slovakia di pertandingan terakhirnya. Juara bertahan masih tertahan di posisi dua dengan koleksi dua poin, atau sama dengan perolehan poin Selandia Baru. Sementara Paraguay yang menang 2-0 atas Slovakia beberapa saat sebelumnya, berhak menduduki puncak klasemen Grup F dengan raihan empat angka.

"Kemenangan Krusial Paraguay"


BLOEMFONTEIN - Usai meraih kemenangan atas Slovakia 2-0 pada laga penyisihan Grup F, Minggu (20/6/2010), pelatih Paraguay Gerardo Martino menilai hasil yang diperoleh memberikan suntikan mental yang baik untuk skuadnya.

Dalam laga pertama, Paraguay mampu tampil impresif dan berakhir imbang dengan sang juara Piala Dunia Italia. Sedangkan di laga kedua kali ini, Paraguay mampu meraih poin penuh dan mengamankan puncak klasemen dengan koleksi empat poin.

Maka, tak heran jika Martino sangat puas dengan hasil kinerja anak asuhnya dan optimistis timnya berpeluang meraih gelar juara dunia. Martino pun menilik secara dalam arti kemenangan ini.

“Pertandingan ini telah memperkuat kami secara mental maupun fisik dan bukan hanya bagi pemain tapi untuk semuanya,” ujarnya usai laga pertandingan.

Kendati demikian, Martino masih menemukan kesalahan yang dilakukan anak asuhnya ketika melayani serangan yang diluncurkan oleh Slovakia. Martino pun sempat menegur mereka di 20 menit awal babak kedua.

“Kami belum melakukan serangan yang cukup. Slovakia tidak pernah mendekat untuk mencetak gol kecuali pada injury time. Namun tim datang kesini dengan perfoma yang baik dan harapan yang tinggi,” tambahnya kepada Soccernews, Minggu (20/6/2010).

Minggu, 20 Juni 2010

Gelar ke-16 Lakers

LOS ANGELES - La Lakers berhasil memenangkan duel klasik melawan rival abadinya Boston Celtics pada game ketujuh babak final NBA 2010. Kemenangan 83-79 di game penentuan, mengantar Lakers unggul dengan agregat 4-3 sekaligus mempertahankan cincin NBA yang diraihnya tahun lalu.

Kemenangan ini juga mengantar Lakers menempel ketat Celtics dalam urusan meraih trofi NBA. Lakers kini mengoleksi 16 titel juara, atau hanya terpaut satu dari Celtic yang memiliki 17 gelar. Kemenangan ini semakin terasa spesial karena ini merupakan pembalasan sempurna Lakers yang dua tahun lalu ditekuk Celtics di final NBA 2008.

Bermain di Staples Center, Jumat (18/6/2010), Lakers membuka laga hidup mati ini dengan lamban. Kobe dkk tak mampu meladeni tempo cepat Paul Pierce dkk yang berhasil unggul 23-14 di kuarter pertama.

Memasuki kuarter kedua, Lakers coba bangkit dan melesakkan 20 poin. Sementara Celtics hanya mengkonversi 17 poin. Paruh pertama pun ditutup dengan skor 40-34, masih untuk keunggulan Celtics


Pertarungan sengit mewarnai jalannya paruh kedua laga. Di kuarter ketiga ini, Lakers mulai menemukan permainan terbaiknya. Sayang, mereka harus tetap tertinggal 54-57 di akhir kuarter ketiga.

Di kuarter terakhir, Lakers baru mulai menunjukkan permainan terbaiknya. Di awali aksi three-point play Ron Artest yang mengantar Lakers menyamakan kedudukan 61, Shooting Kobe tak lama berselang, sukses membawa Lakers untuk kali pertama memimpin perolehan poin 68-64.

Tertinggal empat angka, Celtics belum juga menyerah dan terus menempel ketat perolehan poin menjadi 79-81 di akhir laga. Sayang, perjuangan anak-anak asuh Doc Rivers harus sia-sia setelah Lakers mampu menambah dua angka di detik terakhir dan menutup laga dengan keunggulan 83-79.

Kobe Bryant tampil sebagai aktor dibalik keberhasilan Lakers merengkuh trofi ke-16nya. Kobe yang terpilih sebagai MVP final kali ini, memimpin perolehan poin dengan lesakkan 23 poin, 15 rebound dan dua assist. Sementara top performer di kubu Lakers menjadi milik Pau Gasol yang mengoleksi 19 poin. Ron Artest menjadi pencetak angka terbanyak kedua dengan sumbangan 20 poin.

Di kubu Celtics, Paul Pierce menjadi penyumbang angka terbanyak dengan lesakkan 18 poin, diikuti Kevin Garnett yang mengoleksi 17 poin, tiga rebound dan dua assist. Sedangkan Rajon Rondo tampil sebagai penampil terbaik dengan raihan 14 poin, delapan rebound dan 10 assist.

Sneijder Bawa Oranye ke 16 Besar

DURBAN – Satu gol yang dicetak playmaker Wesley Sneijder ke gawang Jepang, sudah cukup untuk mengantarkan Belanda melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2010. Belanda mengungguli Jepang 1-0, pada laga kedua penyisihan Grup E, di Durban Stadium, Sabtu (19/6/2010).

Kemenangan ini membuat Belanda kokoh di puncak klasemen Grup E dengan mengoleksi enam poin dari dua kemenangan. Sementara Jepang, baru mengoleksi tiga angka setelah menang satu kali. Sedangkan Kamerun dan Denmark belum mengoleksi angka.

Kedua tim sebenarnya bermain dengan serangan berimbang. Belanda kesulitan menembus ketatnya pertahanan Jepang, di awal babak pertama. Sebaliknya, Jepang sesekali melakukan serangan balik yang juga kerap mengancam gawang Oranye.

Peluang terbaik Jepang di babak pertama menit 38 hadir dari Daitsuke Matsui yang mengirim umpan kepada Yuichi Komano. Beruntung, kiper Maarten Stekelenburg masih bisa memblok bola.

Babak pertama ditutup dengan usaha Rafael van der Vaart yang coba melakukan tendangan spekulasi. Bukan sebuah masalah bagi kiper Eiji Kawashima. Skor kacamata menjadi akhir babak pertama.

Di babak kedua skuad asuhan Bert van Marwijk meningkatkan intensitas serangannya. Terlihat dua peluang dimiliki Robin van Persie dalam lima menit awal babak kedua. Sundulan Persie menyambut umpan Giovanni van Bronckhorst masih tepat dipelukan Kawashima. Kembali stiker Arsenal itu memberikan ancaman melalui tendnagan voli, hanya masih melebar.

Kebuntuan akhirnya pecah di menit 53. Sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan Sneijder, menjebol gawang Kawashima. Kiper Jepang itu sebenarnya sempat menepis bola, hanya saja laju si kulit bundar terlalu deras dan tetap masuk ke gawang.

Jepang merespons dengan peluang Okubo di menit 59. Penyelamatan gemilang dilakukan Stekelenburg untuk mematahkan peluang emas Jepang ini. Samurai Blue juga hampir menyamakan kedudukan di menit 90. Sayang, Okazaki tidak terlalu tenang melakukan penyelesaian.

Pelanggaran terhadap Nagamoto yang dilakukan Nigel De Jong di dalam kotak penalti, tidak dinilai wasit sebagai sebuah pelanggaran. Skor 1-0 untuk Belanda tidak berubah hingga laga usai.

Dinamit Giring Singa Afrika Masuk Kandang


Denmark akhirnya petik kemenangan di Piala Dunia 2010, setelah mampu mengalahkan Kamerun 2-1 di pertandingan kedua grup E. Pada pertandingan perdana, Denmark kalah 0-2 atas Belanda.

Bertanding di Lotus Versfeld, Pretoria, Minggu (20/6/2010) dinihari WIB ini, Kamerun mampuunggul terlebihdahulu pada menit 10 melalui Samuel Eto’o. Gol ini terjadi setelah Eto’o mampu memanfaatkan kesalahan pemain belakang Denmark, Christian Poulsen.

Gol tersebut semakin meningkatkan rasa percaya diri Kamerun, namun disisi lain Debmark semakin agresif untuk menyamakan kedudukan. Pada menit 13, Achille Emana melepaskan tendangan dari luar kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Denmark. Namun, bola mendatar itu malah bergulir ke sisi kanan gawang.

Selanjutnya menit 17 gikliran Jesper Gronkjaer yang nyaris mencetak gol, ia melepaskan tembakan namun sayang membentur pamain lawan.

Akhirnya, Denmark mampu menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit 34 melalui Nicklas Bentdner. Gol bermula dari umpan Rommedahl kepada Bendtner yang berada di tengah kotak penalti, Bentnder kemudian menjatuhkan diri sambil menjulurkan kaki. Bola mengenai kakinya dan berbelok masuk ke gawang Hamidou Souleymanou.

Memasuki babak kedua, Denmark berbalik unggul pada menit 61 melalui Dennis Rommedahl, Romedahl yang berlari di sayap kanan, mendapat umpan Bendtner dari lapangan tengah, sesampainya di kotak pinalti, Romedahl mengecoh pemain belakang Kamerun dan melepaskan tembakan melengkung, sehingga bola bersarng di sudut kanan gawang Kamerun.

Kamerun yang tertinggal berusaha untuk mengejar, peluang tercipta pada menit 70, ketika Achille Emana berlari di sisi kanan pertahahan Denmark kemudian melepaskan tembakan keras kearah pelukan penjaga gawang Denmark, Thomas Sorensen.

Kemudian, Kamerun nyaris mencetak gol pada menit 84, namun sundulan Mohamadou Idrissou masih melambung tipis diatas gawang Sorensen.

Meski begitu, Kamerun tidak mampu menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan, dan Denmark menang 2-1.

Kemenangan ini, menghantar Denmark naik ke posisi ke 3 dengan poin 3, sedangkan Kamerun dipastikan tersingkir di Piala Dunia 2010 ini. Ini adalah kekalahan kedua Kamerun, sebelumnya Kamerun dikalahkan Jepang di pertandingan perdana grup E.

10 Pilar Socceroos Tahan Ghana


RUSTENBURG - Untuk kedua kalinya, Australia harus bermain dengan 10 pemain. Pada laga kedua penyisihan Grup D melawan Ghana, The Soceroos harus kehilangan Harry Kewell yang diganjar kartu merah pada menit ke-25. Meski demikian, Australia mampu mengimbangi The Black Stars dan memaksakan hasil akhir 1-1.

Bermain di Royal Bafokeng Stadium, Sabtu (19/6/2010), Australia yang kalah telak 0-4 dari Jerman di laga pertama, membuka laga dengan penuh determinasi. Kebutuhan meraih angka penuh untuk membuka peluang lolos ke 16 besar membuat Lucas Neill dkk bermain menyerang sejak menit pertama.

Strategi full offensif yang diterapkan pelatih Pim Veerbek pun terbukti jitu. Baru masuk menit ke-11, Socceroos berhasil unggul melalui Brett Holman setelah memanfaatkan bola rebound hasil tendangan bebas Mark Bresciano yang tak sempurna diamankan kiper Ghana Richard Kingson. 1-0 Australia membuka harapan.

Unggul satu gol, Australia tak juga mengendurkan serangan. Namun di sisi lain, Ghana yang juga bertekad meraup poin penuh untuk memimpin klasemen Grup D, juga tampil ofensif. Alhasil, jual beli serangan dan peluang pun kerap dipertontonkan kedua tim.

Petaka bagi Australia datang pada menit ke-25. Harry Kewell yang baru bermain di laga ini setelah pulih dari cedera, coba menghalau tendangan keras Jonathan Mensah. Sayang, bola menyentuh tangannya. Tak pelak, wasit Roberto Rossetti asal Italia langsung menunjuk titik putih yang dieksekusi dengan brilian oleh Asamoah Gyan untuk mencetak gol penyeimbang 1-1 sekaligus gol keduanya melalui titik putih di Piala Dunia 2010.

Ini merupakan kali kedua Australia harus bermain dengan 10 pemain setelah di pertandingan pertama lawan Jerman, Tim Cahill juga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran kepada Bastian Schweinsteiger.

Kalah jumlah pemain, Australia tak lantas bermain bertahan. Mereka tetap menyerang demi mengamankan tiga angka. Sayang, upaya Mark Bresciano dkk tak membuahkan hasil hingga babak pertama usai. Skor 1-1 tetap bertahan.

Di babak kedua, pertandingan tetap berlangsung dengan tempo cepat. Kedua tim terus membuka peluang untuk mencetak gol. Lima menit memasuki laga, Gyan memiliki peluang mengubah kedudukan setelah melesakkan tendangan keras yang memaksa kiper Australia Mark Schwarzer dan sang kapten Lucas Neill bekerja keras mengamankan gawang.

Memasuki menit ke-66, Australia coba membalas melalui Scott Chipperfield yang baru masuk menggantikan Bresciano. Sayang, sundulannya masih melambung di atas mistar. Satu menit berselang, giliran Gyan yang kembali menebar ancaman ke gawang Australia. Namun, lagi-lagi usaha Gyan gagal membuahkan gol.

Pada menit ke-72, Australia memiliki peluang terbaiknya untuk mencetak gol. Nahas, Luke Wilkshire yang berada di posisi ideal untuk mencetak gol, gagal menaklukkan Kingson. Joshua Kennedy yang menerima bola rebound juga gagal mengkonversi peluangnya menjadi gol.

Tak terima ditekan, Ghana balik menekan di sisa 15 menit laga. Sejumlah peluang pun berhasil diperoleh Gyan, Kevin-Prince Boateng dan Jonathan Mensah. Sayang, mereka tak mampu memaksimalkan peluang yang didapat menjadi gol. Skor 1-1 pun bertajan hingga laga usai.

Dengan tambahan satu poin, Ghana untuk sementara sukses memuncaki grup D dengan koleksi empat poin, atau unggul satu poin atas Jerman. Sementara bagi Australia, kekalahan ini semakin memojokkan posisi mereka untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Australia masih bisa lolos dengan catatan menang besar atas Serbia di laga pamungkas.

Serbia Rusak Panser Jerman

NELSPRUIT - Serbia berhasil bangkit setelah menelan kekalahan dari Ghana di laga perdana. Milan Jovanovic menjadi pahlawan Serbia setelah mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Serbia atas tim favorit juara Jerman pada laga kedua penyisihan Grup D di Mandela Bay Stadium, Jumat (18/6/2010).

Dengan hasil ini, Serbia berhasil memetik tiga angka pertamanya, sekaligus membuka peluang lolos ke 16 besar. Sementara bagi Jerman, kekalahan ini praktis memaksa armada Joachim Low harus meraih angka penuh saat meladeni perlawanan Ghana di laga pamungkas bila ingin lolos.

Bermodalkan kemenangan telak 4-0 atas Australia di laga pertama, Jerman membuka laga dengan penuh determinasi. Miroslav Klose yang ditemani Thomas Mueller dan Lukas Podolski di kedua sisi sayap kerap memberikan ancaman menakutkan bagi lini belakang Serbia.

Tujuh menit laga berjalan, Poldi -sapaan akrab Podolski- mendapat peluang membuka kran gol Der Panzer. Memanfaatkan sundulan Nemanja Vidic yang menghalau umpan silang Mueller di sisi lapangan, Poldi yang menerima bola langsung melepaskan tembakan keras yang sayangnya masih belum menemui sasaran.

Serbia merespon dengan baik tekanan Jerman. Empat setelah peluang Podolski, Beli Orlovi -julukan Serbia- mendapatkan peluang melalui Milos Ninkovic setelah memanfaatkan kerja sama apik Dejan Stankovic dan Milos Krasic. Namun, upaya Ninkovic juga masih belum membuahkan hasil.

Terus menekan, Jerman justru harus menerima kenyataan pahit bermain dengan sepuluh pemain setelah Klose menerima kartu kuning keduanya di menit ke-37 setelah melakukan tekel kepada Stankovic. Sebelumnya, striker Bayern Munich ini juga telah menerima kartu kuning di menit ke-12 setelah melakukan pelanggaran kepada Branislav Ivanovic.

Serbia memanfaatkan dengan baik keunggulan jumlah pemain dan langsung menekan pertahanan Jerman. Alhasil, satu menit berselang (menit 38’), Serbia mampu mencuri gol melalui Milan Jovanovic. Berawal dari pergerakan Krasic di sisi lapangan yang kemudian melepaskan umpan silang ke tiang jauh, Nicola Zigic berhasil menyambutnya dengan memberikan umpan sundulan kepada Jovanovic yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesulitan, bomber Standard Liege ini menceploskan bola dan membawa timnya unggul 1-0.

Tertinggal, Jerman langsung menaikkan tempo permainan kendati kalah jumlah pemain. Peluang terbaik Jerman untuk menyamakan kedudukan datang pada menit akhir babak pertama. Berawal dari umpan pojok, Mesut Ozil melepaskan umpan silang yang berhasil ditepis Vladimir Stojkovic, namun bola muntah justru mengarah ke Sami Khedira yang berdiri bebas di kotak penalti dan langsung melepaskan shooting keras yang sayangnya masih membentur mistar. Hingga jeda, Jerman masih tertinggal 0-1.

Di babak kedua, Jerman kembali tancap gas. Podolski membuka peluang pertama Jerman di menit ke-58 dan 59. Sayangnya, dua peluang yang didapatnya masih belum membuahkan hasil.

Tepat satu jam laga berjalan, Serbia kembali ketiban sial seperti kejadian di laga perdana ketika Zdravko Kuzmanovic melakukan Hand ball di kotak terlarang yang membuat Serbia kalah 0-1 dari Ghana. Namun, kali ini pelakunya adalah Vidic yang menggunakan tangannya saat mengantisipasi umpan jauh pemain Jerman.

Tak pikir panjang, wasit Alberto Undiano asal Spanyol langsung mengganjar bek Manchester United itu kartu kuning dan menunjuk titik putih. Namun, apes bagi Jerman, Podolski yang maju sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan mendatarnya ke arah kiri gawang, masih mampu diblok Stojkovic. Der Panzer pun gagal menyamakan kedudukan.

Memasuki menit ke-65, Serbia nyaris menambah keunggulannya menjadi 2-0 andai tendangan keras Jovanovic setelah menerima umpan matang Krasic tidak membentur tiang. Di menit ke-74, Serbia kembali memiliki peluang lewat sundulan Zigic yang sayangnya masih melintas di atas mistar gawang Manuel Neuer.

Di sisa 25 menit laga, Jerman terus berusaha keras menyamakan kedudukan. Peluang demi peluang pun berhasil didapat Poldi dkk. Sayang, hingga laga usai, Der Panzer tak mampu mencetak gol penyeimbang. Serbia pun keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0.

Pelatih Slovenia Puas


JOHANNESBURG – Kemenangan yang batal diraih setelah sempat unggul 2-0 atas Amerika Serikat, tidak membubat pelatih Slovenia Matjaz Kek kecewa.Dia menyatakan puas dengan penampilan Birsa dkk.

“Di babak pertama kami bermain baik, tapi menurun di babak kedua,” kata Kek, seperti usai pertandingan, seperti dikutip Goal, Sabtu (19/6/2010).

Kek menyatakan saat timnya terus ditekan Amerika Serikat yang berusaha bangkit dari ketertinggalan, dia berharap skuadnya keluar dari tekanan, namun bagaimana pun dia tetap bangga dengan semangat juang yang telah ditunjukan anak asuhnya.

“Saya harus katakana, saya bangga dengan skuad saya yang menampilkan kualitas, dan kami mendapatkan poin berharga hari ini,” tambah dia.

Meski bermain seri, Slovenia kini berada di puncak klasmen grup C, sementara Inggris baru akan menjalani laga kedua melawan Aljazair dini hari ini.

Sang pelatih juga enggan mengomentari mengenai kepemimpinan wasit asal Mali Koman Coulibaly, yang sempat menganulir gol Amerika Serikat di babak kedua.

“Saya tidak akan memberi penilaian apa pun terhadap wasit,” katanya.

”Tentu saja anad bisa mempermasalahkan beberapa keputusannya, tapi saya tidak mau berkomentar tentan itu. Pertandingan memang berlangsung sengit, tapi saya tidak melihat keputusan wasit berdampak pada hasil pertandingan,” katanya.

Inggris ( Tim singa ompong )


asukan Fabio Capello untuk kali kedua gagal memenuhi harapan publik Inggris, setelah kembali gagal meraih poin penuh saat melawan Aljazair. Kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0. Sebelumnya Inggris juga hanya mampu bermain imbang 1-1 saat melawan Amerika Serikat di laga perdana grup C Piala Dunia 2010.

Bertanding di di Stadion Green Point, Cape Town, Jumat (18/62010), Inggris memulai laga dengan tampil kurang menggigit, tampak pasukan Aljazair yang lebih mendominasi serangan yang banyak mengalir dari sayap kiri, tempat dimana bek kanan Inggris Glen Johnson dan Jamie Carragher sering kedodoran menutup ruang.

Setelah 25 menit babak pertama, Inggris mulai dapat mengembangkan permainannya dengan kembali berbalik menyerang pertahanan Aljazair. Namun, Inggris masih kesulitan mendekati gawang Rais M’Bolhi. Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Gareth Barry bergiliran melepas tembakan keras, tapi semuanya berakhir dalam pelukan kiper Slavia Sofia itu.

Dengan hasil imbang itu, Inggris mengumpulkan dua poin di Grup C. Sedangkan Aljazair baru mengumpulkan satu poin.

Inggris yang mengandalkan daya gedor di lini depan dengan menurunkan Emile Heskey dan Wayne Rooney ternyata pada babak pertama belum mampu berbuat apa-apa. Dengan ditopang dua gelandang berkelas seperti Steven Gerrard dan Frank Lampard, Inggris kesulitan membongkar pertahanan Aljazair.

Bermain di Green Point Stadium , Jumat 18 Juni 2010, sama halnya babak pertama, babak kedua Inggris yang tampil habis-habisan menekan lagi-lagi gagal berbuah gol. Usaha Rooney dan Lampard selalu terhalang kokohnya benteng pertahanan Aljazair.

Pada pertengahan babak kedua, Rooney nyaris mencetak gol andai saja umpan silang dari Aaron Lennon mampu disambar pemain Manchester United (MU) itu dengan baik. Kemudian pada menit 70, tandukan Gerrard masih mampu diselamatkan oleh kiper Aljazair Rais Ouheb Mbouli.

Sepanjang babak kedua, serangan Inggris datang bertubi-tubi yang dibangun dari sisi kiri dan kanan lapangan. Namun, karena kokohnya pertahanan pemain belakang Aljazair selama 45 menit babak kedua, usaha Inggris berakhir sia-sia. Hingga pertandingan berakhir, baik Inggris dan Aljazair harus puas dengan skor imbang, 0-0.

Dengan hasil ini, Inggris hanya mampu menempati urutan ketiga klasmen grup C. Jika pekan depan Inggris gagal memenangkan pertandingan saat melawan Slovenia, akan dipastikan Inggris pulang lebih awal dari Piala Dunia 2010 ini.

Pangeran William dan Pangeran Harry juga hadir di stadion untuk memberi suntikan semangat kepada pasukan Fabio Capello, namun kehadiran kedua Pangeran Inggris tersebut belum mampu menghadirkan kemenangan untuk Inggris. “Tiga singa masih loyo dan ompong“.

Yunani tundukkan Nigeria 2-1


Yunani Vs Nigeria 2-1.Vassilis Torosidis Greece scored a victory when they beat Nigeria 2-1 to win their first World Cup and maintain hope for progress to next round from Group B, Thursday night (17/06/2010). Torosidis scored a goal in the 71st minute when Dimitris Salpingidis in the first round of Nigeria’s victory thwarted results Uche goals scored through a free kick. Nigeria’s Sani Kaita players are removed from the game field.

Greek victory makes them collect three points along with which was previously run over by 1-4 by the leader of the standings, South KoreaArgentina, while Nigeria has not yet received figures from two matches. Nigeria’s first winner in the 16th minute when a free kick from a distance of 35 meters Uche break down Alexandras Tzorvas guarded goal.

The African team to master the game until the moment of madness in the 33st minute when Kaita rewarded red card for kicking off the pitch Torosidis. Greece dominated the game immediately. Coach Otto Rehhagel replaced midfielder Socrates Papastathopoulos survive with the striker Giorgos Samaras, a few minutes and then fired a shot that can be secured Nigerian goalkeeper. A few moments later Greek equalizer.

Salpingidis put her name in the record books by scoring the first Greek state at the World Cup in the 44th minute. Nigerian midfielder hit hard kicks Haruna Lukman before the ball entered the goal.

Salpingidis, who celebrate goals together are all members of the Greek squad, before scoring the winning goal in World Cup playoff match against Ukraine to bring his country into the World Cup.

The game runs in a frantic second half. Striker Fanis Gekas Greece fired hard, but can be driven away goalkeeper Vincent Enyeama, while on the other hand substitute Chinedu Obasi failed to take advantage of this golden opportunity to score through a counter-attack Nigeria. and then, Greece win over Nigeria with score 2-1.

Dibobol Korsel, Messi Salahkan Vuvuzelas


JOHANNESBURG - Meski mampu membungkam Timnas Korea Selatan (Korsel) 4-1 di Soccer City Stadium, Johannesburg, Kamis kemarin, bintang Argentina Lionel Messi tetap saja menyalahkan kebisingan vuvuzelas. Suara alat terompet tersebut berakibat timnya kebobolan satu gol.

Selama pertandingan, Argentina lebih dulu unggul dari peruntungan gol bunuh diri Park Chu-Yong. Pahlawan kemenangan Argentina Gonzalo Higuain mampu memperlihatkan ketangguhan Tim Tango dengan hatrrick. Namun sangat disayangkan Argentina tidak bisa menyempurnakan kemenangan karena kebobolan satu gol dari Lee Chung- yong di menit ke 45.

Gol yang tercipta dari Korsel ini berawal dari kesalahan bek Martin Demichelis. Sebelumnya Messi dkk mencoba memberitahunya namun sepertinya dia tidak dapat mendengarnya karena tertutup hingar bingar suara vuvuzelas. Messi pun sangat menyesalinya.

“Anda tidak dapat mendengar apapun seperti hari sebelumnya. Kami meneriakkan kepada Micho Demichelis dari berbagai sudut dan dia tidak mendengarnya. Saya juga kehilangan beberapa bola karena tidak dapat mendengar akibat vuvuzela,” ujar pemain 22 tahun itu.

Meski belum mempersembahkan satu gol pun untuk timnya, namun bintang Barcelona itu tetap merasa sangat senang dengan kemenangan yang diraih timnya dan memastikan lolos penyisihan dari grup B.

“Saya senang dengan kemenangan karena kami mempunyai bola dan mampu mengontrol permainan. Kami bermain dengan baik dan mencetak empat gol. Ini harus bagi Argentina di Piala Dunia,” tambahnya dikutip Sport, Jumat (18/6/2010)

Bungkam Prancis, Meksiko Lupakan Uruguay

POLOKWANE - Para punggawa Meksiko tengah terlena dalam euforia kemenangan 2-0 atas Prancis, Jumat (18/6/2010) dini hari WIB. Bahkan, anak-anak asuh Javier Aguirre enggan memikirkan Uruguay, yang sudah menunggu di laga berikutnya.

Ya, Meksiko patut berbangga karena belum menderita kekalahan di dua laga penyisihan Grup A. Pada laga pembuka di Stadion Soccer City, sepekan lalu, skuad El Tri menahan tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) 1-1.

Praktis, empat poin merupakan bekal yang cukup guna lolos ke babak 16 besar. Namun, Uruguay, yang sebelumnya menang telak 3-0 atas Afsel siap menghadang demi mencapai tujuan yang sama.

Javier Hernandez enggan ambil pusing memikirkan laga pamungkas penyisihan grup. Striker rekrutan anyar Manchester United masih ingin larut dalam kemenangan, terlebih dirinya turut menyumbangkan satu gol di Stadion Peter Mokaba dan dinobatkan sebagai Man of the Match oleh FIFA.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama untuk gol yang saya cetak dan penghargaan Man of the Match. Kami ingin membagi kebahagiaan malam ini dengan negara kami,” ujar Hernandez.

“Tapi, kemenangan ini baru langkah awal. Perjalanan kami masih panjang. Untuk saat ini, kami tidak ingin memikirkan laga melawan Uruguay. Ya, kami ingin menikmati momen ini,” tandas striker kelahiran 22 silam, seperti dilansir Goal.

Uruguay Bungkam Afsel


PRETORIA – Uruguay sementara menguasai Grup A Piala Dunia 2010. Skuad Oscar Tabarez berhasil membungkam Afrika Selatan 3-0 di Loftus Versfeld Stadium, Kamis (17/6/2010) dini hari WIB.

Hasil ini, maka Uruguay untuk sementara memimpin klasemen Grup A dengan nilai empat. Skuad Tabarez unggul atas Prancis. Meksiko dan tuan rumah Afsel yang sementara menempati juru kunci.

Adalah Diego Forlan yang menjadi bintang dalam pertandingan ini. Mantan bomber Manchester United tersebut menghasilkan dua gol kemenangan Uruguay menit 23 dan 80.

Afsel sempat memberikan perlawanan 10 menit pertama. Bahkan, Siphiwe Tshabalala memberikan harapan kepada Bafana-Bafana untuk mencetak gol. Sayang, sepakannya dari jarak 25 meter masih melambung dari gawang Fernando Muslera.

Perlahan namun pasti, Uruguay berhasil keluar dari tekanan. Forlan dkk mendapatkan peluang pertama lewat aksi Luiz Suarez. Sayang, tendangannya masih mampu dibendung kiper Itumeleng Khune.

Namun, Forlan mampu membawa Uruguay memimpin 1-0 pada menit 23. Itu setelah tendangan keras pemain andalan Atletico Madrid dari luar kotak penalti, yang mengenai kepala Aaron Mokoena, membuat Khune tidak berdaya.

Uruguay kembali datang mengancam. La Celeste memiliki peluang untuk menghasilkan gol lewat aksi individu Suarez. Sayang, tendangan bintang Ajax ini masih menerpa gawang Afsel pada menit 31. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Skuad Tabarez bermain makin dominan di babak kedua. Meski begitu, Afsel tetap berusaha memberikan perlawanan. Peluang tercipta tembakan keras dari luar kotak penalti Teko Modise menit 67. Sayang masih mengarah ke gawang Muslera.

Petaka datang bagi tuan rumah pada menit 80. Wasit memberikan titik putih kepada La Celeste setelah Khune melanggar Suarez. Buntutnya kiper 22 tahun itu juga diberi kartu merah oleh wasit.

Pelatih Carlos Perreira memainkan kiper pengganti Moeneeb Josephs yang masuk menggantikan gelandang Steven Pienaar. Forlan dengan tenang mengekesekusi tendangan 12 pas. Uruguay pun memimpin 2-0.

Akhirnya, Alvaro Pereira melengkapi kemenangan armada tabarez pada menit 90-5 menjadi 3-0. Bek sayap FC Porto itu berhasil memanfaatkan umpan terukur Suarez untuk mengecoh Josephs.

Chili Petik Tiga Angka


NELSPRUIT - Chili sukses memetik tiga angka, usai menundukkan Honduras 1-0 di laga perdana penyisihan Grup H, Rabu (16/6/2010) malam. Gol semata wayang di Stadion Mbombela tersebut diciptakan oleh Jean Beausejour.

Chili langsung menekan begitu wasit meniup peluit tanda kick-off. Peluang pun tercipta di menit keempat, saat Matias Fernandez mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 30 yard. Sayang, tembakannya masih melebar.

Dua menit kemudian, Carlos Carmona mendapat ganjaran kartu kuning akibat melanggar gelandang Honduras Edgard Alvarez. Memasuki menit 10, Chile kembali membahayakan gawang Honduras. Beruntung, kiper Noel Valladares mampu mengantisipasi tendangan jarak jauh Arturo Vidal.

Honduras baru mendapat peluang di menit 20. Roger Espinoza melakukan aksi solo menembus pertahanan Chili, yang dikawal Mauricio Isla, Gary Medel dan Waldo Ponce. Namun, tembakan kaki kiri Espinoza termentahkan dan hanya berbuah tedangan sudut.

Chili dengan sigap melayangkan serangan balik. Tepat di menit 22, giliran Alexis Sanchez yang menciptakan peluang. Striker bernomor punggung 7 memberi umpan manis pada Jorge Valdivia di kotak pertahanan Honduras. Valdivia gagal memanfaatkan, namun menghasilkan tendangan sudut. Sanchez menyambutnya, sayang tendangannya masih melambung.

Pantang menyerah, akhirnya Chili memecah kebuntuan di menit 34. Adalah Beausejour yang menjadi aktor utamanya. Striker 26 tahun menjebol gawang Valladares, usai memanfaatkan operan Mauricio Isla dari sisi kanan. 1-0 Chile memimpin.

Meski unggul, tekanan terus dilancarkan Chili hingga jelang turun minum. Sanchez menusuk pertahanan Honduras dari sisi kanan, namun tendangannya membentur tangan kiri Maynor Figueroa dan penalti tidak diberikan wasit. Skor pun urung berubah.

Memasuki babak kedua, Chili tak mengurungkan niatnya untuk menggandakan gol. Beberapa peluang emas kembali tercipta dan bermula di menit 48. Sanchez memberi umpan terarah pada Beausejour, namun sayang Figueroa sukses menghadangnya.

Ya, Sanchez tampaknya tak bosan membuat para pemain belakang Honduras keteteran. Tak hanya menjadi motor serangan, striker milik Udinese juga mencipatakan peluang sendiri.

Setelah sundulan Ponce di menit 64 nyaris membobol gawang Honduras, Sanchez kembali berulah. Tepat di menit 75, umpannya pada Vidal sangat terukur dan berbuah gol. Sayang dianulir karena Sanchez tertangkap melakukan handball.

Hingga memasuki menit-menit akhir, semangat Sanchez makin meninggi. Mencoba peruntungan dengan melesakkan tembakan dari jarak 25 yard, Sanchez gagal menambah perolehan gol. Laga pun berakhir 1-0 untuk kemenangan Chili.

Swiss Tanduk Sang Matador

DURBAN – Spanyol bermain di luar harapan, dan harus menyerah menghadapi tandukan banteng-banteng Swiss. Tim Matador menyerah 0-1 dari The Nati, pada laga Grup H di Durban Stadium, Durban, Rabu (16/5/2010).

Hasil mengejutkan ini tak lepas dari tangan dingin Otmar Hitzfield dalam menerapkan strategi untuk meredam kekuatan Spanyol, sebagai salah satu tim favorit juara. Sebaliknya, La Furia Roja gagal menembus ketatnya pertahanan The Nati yang berlapis.

Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque padahal sudah menurunkan pemain terbaiknya sejak menit awal babak pertama. Nama-nama seperti Xabi Alonso, Sergio Busquets, David Silva, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dipasang sejak menit awal babak pertama.

Spanyol cukup mendominasi pertandingan di 45 menit babak pertama. Tercatat beberapa peluang didapat Spanyol ternasuk kans milik Gerard Pique di menit 24. Umpan matang Iniesta kepada Pique, sayang masih bisa diblok Phillipe Sanderos. Skor 0-0 bertahan hinga turun minum.

Di babak kedua, Spanyol tidak juga mengendurkan tempo laga. Sebaliknya, Swiss hanya sesekali mencuri dari serangan balik, namun cukup merepotkan pertahanan Spanyol.

Terbukti di menit 53, Swiss mampu mencuri gol. Skema serangan balik cepat diperagakan The Nati, dan Eren Derdiyok tinggal berhadapan dengan Iker Cassilas. Keduanya berbenturan dan bola liar dimanfaatkan Gelson Fernandes.

Tertinggal satu gol membuat Spanyol makin meningkatkan tempo serangan. Swiss pun fokus pada pertahanan. Tapi, The Nati masih mampu mengancam gawang Casillas termasuk dari aksi Barnetta yang masih membentur tiang gawang Spanyol.

Peluang Torres menutup pertandingan ini. Striker Liverpool itu mendapatkan umpan dari Villa, tapi terlambat melepaskan tendangan. SKor 1-0 untuk Swiss menjadi hasil laga ini.

Ronaldo: Portugal Harusnya Menang

PORT ELIZABETH – Portugal seharusnya meraih tiga angka saat melawan Pantai Gading. Demikian kata bintang Seleccao das Quinas Cristiano Ronaldo.

Pertandingan pembuka Grup G berlangsung menarik. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang dan menghasilkan beberapa peluang. Sayang, skor tanpa gol bertahan hingga pertandingan berakhir.

“Kami tahu Pantai Gading tidak terlalu tampil menyerang dan diam diri di pertahanan sendiri. Mereka terlalu takut terhadap kami di babak pertama,” ungkap Ronaldo selepas pertandingan.

“Pantai Gading baru tampil menyerang di babak kedua, tapi kami bermain lebih baik. Kami tidak menang karena kami kurang beruntung saja,” lanjut bintang Real Madrid itu kepada RTP 1, Rabu (16/6/2010).

Ronaldo mungkin bukan tanpa alasan. Peluang terbaik dilimiliki skuad Carlos Queiroz saat tembakan mantan bintang Manchester United itu menerpa mistar gawang Pantai Gading di menit 11.

Hasil imbang membuat posisi Ronaldo dkk sulit di Grup G. Namun, pemain termahal dunia optimis Portugal masih memiliki peluang untuk bersaing dengan Brasil, Pantai Gading dan Korea Utara.

“Aapakah kami kehilangan peluang atas kesalahan ini? Tidak, semua masih sangat berpeluang. Namun, kami harus terus bermain seperti ini,” tandas pemain 24 tahun tersebut.

Brasil Belum Memuaskan

JOHANNESBURG – Korea Utara memberikan kejutan. Meski Brasil menang atas Chollima (julukan Korut) 2-1 di Ellis Park Stadium, Rabu (16/6/2010), namun permainan skuad Dunga ini belum memuaskan.

Korut sempat tampil mengejutkan di babak pertama. Meski Brasil tampil sangat dominan, namun skuad Kim Jong-Hun secara mengejutkan berhasil mengimbangi permainan juara dunia lima kali itu.

Terbukti, Chollima memiliki peluang pertama dalam pertandingan ini. Di menit 10, Jong Tae Se yang berlari sendirian ke kotak penalti lawan, berhasil melepaskan tendangan keras. Namun, tendangannya masih tepat ke arah Julio Cesar.

Tujuh menit kemudian Korut kembali mengancam. Kali ini, giliran Chan Jong Hyok yang mengancam gawang Brasil. Namun, tendangannya masih melebar dari gawang Cesar.

Brasil memang menciptakan banyak peluang, salah satunya lewat Michel Bastos pada menit 34. Sayang, tendangannya masih melebar dari gawang Ri Myong-guk. Praktis, skor kaca mata bertahan hingga babak kedua.

Dominasi Tim Samba berlanjut di babak kedua. Tarian Robinho berhasil merepotkan pertahanan Chollima di menit 52. Namun, tembakan bomber pinjaman Santos itu masih melambung

Akhirnya, Brasil berhasil memecahkan kebuntuan tiga menit kemudian. Adalah bek sayap kanan Maicon yang berhasil membuat gol sekaligus membawa Tim Samba unggul 1-0 pada menit 55.

Mendapatkan umpan terobosan Elano Blumer, bek sayap kanan Inter Milan mampu menerobos pertahanan rapat Korut dan langsung melepaskan sebuah tendangan keras dari sudut sempit, dan membuat kiper Ri Myong-guk tidak berdaya.

Gol itu seolah membakar semangat tempur para pemain Brasil. Tim Samba berhasil menambah pundi-pundi gol lewat tendangan Elano, setelah berhasil memanfaatkan umpan Robinho.

Namun, gol itu seperti tidak meruntuhkan semangat bermain Korut. Pasukan Jong-Hon secara mengejutkan mampu memperkecil ketinggalan lewat pemain gelandang Ji Yun-Nam menit 89.

Berawal dari sebuah umpan tendangan bebas dari Jong kepada Yun-Nam, yang langsung berlari ke pertahanan Brasil. Lewat sebuah sudut sempit, gelandang gesit ini mampu menjebol gawang Cesar. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini, sementara Brasil memimpin klasemen Grup G dengan nilai tiga. Lucio dkk unggul dari Portugal dan Pantai Gading yang sama-sama menghasilkan satu angka. Sedangkan Korut berada di juru kunci klasemen.

Imbang, Pelatih Slovakia Kecewa


RUSTENBURG – Slovakia hanya mampu bermain 1-1 melawan Selandia Baru. Hasil ini membuat pelatih The Fighting Jondas (julukan Slovakia) kecewa berat.

Pelatih Vladimir Weiss pantas kecewa dengan hasil ini. Betapa tidak, setelah unggul lebih dulu 1-0, Selandia Baru mampu membuat kejutan dengan menyamakan kedudukan, sekaligus membawa pulang satu poin.

Slovakia berhasil unggul lewat sumbangan gol tandukan Robert Vittek pada menit 50. Namun, The Fighting Jondas gagal meraih poin penuh setelah Winston Reid membobol gawang tim besutan Weiss itu pada menit 93.

Praktis, hasil ini mengecewakan punggawa Slovakia. “Tentu, ini merupakan momen yang menyedikan dan kami sadar ini merupakan bagian dari sepakbola,” demikian kata Weiss selepas pertandingan.

“Kami berlatih keras untuk tidak membuat kesalahan, tapi hal itu terjadi. Kami harus bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya. Saya harap tim tidak membuat kesalahan lagi,” tandasnya dilansir Goal, Rabu (16/6/2010).

Dengan hasil ini, maka semua tim yang menghuni Grup F masing-masing hanya mengoelski satu poin dari hasil pertandingan pembuka. Sebelumnya, Italia juga hanya mampu bermain 1-1 melawan Paraguay.

BERITA TERBARU PIALA DUNIA 2010
http://pialadunia.okezone.com/news
PROFIL TEAM PIALA DUNIA 2010
http://pialadunia.okezone.com/team
JADWAL PERTANDINGAN PIALA DUNIA 2010
http://pialadunia.okezone.com/jadwal
VIDEO SEPUTAR PIALA DUNIA 2010
http://pialadunia.okezone.com/video
VENUE PIALA DUNIA
http://pialadunia.okezone.com/venue
GALLERY PIALA DUNIA
http://pialadunia.okezone.com/gallery

Prancis-Uruguay Tanpa Gol

CAPE TOWN - Prancis kembali gagal menjawab keraguan publik atas penampilan buruk mereka. Bertarung melawan Uruguay di laga kedua
babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010, Les Bleus hanya mencetak hasil seri tanpa gol, Sabtu (12/6/2010).

Berbekal status runner-up pagelaran lalu, Prancis tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Terlebih mereka juga dipastikan bisa menurunkan hampir seluruh pemain inti.

Uruguay sendiri tidak mau kalah. Mengandalkan ketajaman Diego Forlan, Los Celeste mengusung misi meraup poin penuh.

Peluang pertama dihasilkan oleh Prancis ketika laga berjalan tujuh menit. Sebuah umpan datar dari Franck Ribery di muka gawang Fernando Muslera gagal di sambar Sidney Govou.

Uruguay membalas pada menit ke-16. Forlan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun masih bisa dimentahkan kiper Hugo Lloris.

Meski pertandingan berjalan dengan tempo cepat sejak awal, kedua kubu nampak kesulitan membongkar pertahanan masing-masing. Tak ayal, hingga turun minum skor imbang tanpa gol masih bertahan.

Babak kedua dibuka Uruguay memperbaiki pola serangan. Alhasil, Forlan kembali memberikan ancaman di menit ke-53 dan ke-73. Namun lagi-lagi masih bisa diantispasi Lloris.

Prancis membalas di menit ke-79. Sepakan jarak jauh Florent Malouda menghujam ke sisi kiri gawang Muslera.

Bencana buat Uruguay datang pada menit ke-81. Mereka terpaksa tampil dengan 10 pemain setelah Nicolas Lodeiro diusir keluar lapangan. Bek kelahiran 21 tahun silam menerima kartu kuning kedua usai melancarkan tekel sadis kepada Bacary Sagna.

Unggul jumlah, tim 'Ayam Jantan' makin menggeber serangan. Untungnya kubu lawan juga sudah siap dengan menumpuk sejumlah pemain di area pertahanan.

Hingga wasit meniup peluit panjang tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan pun berkahir dalam kedudukan 0-0.

Imbangi Meksiko, Parreira Puas


JOHANNESBURG - Meski hanya sanggup bermain seri 1-1 dengan Meksiko pada laga perdana babak penyisihan grup A Piala Dunia 2010, pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Perreira menyatakan dirinya cukup puas.

Dia bahkan cukup bersyukur karena masih bisa mengimbangi permainan El Tri. Apalagi mengingat mereka sempat tertekan pada laga di Soccer City Stadium.

“Meksiko adalah tim yang bermain terbuka. Untungnya kami bisa mengimbangi mereka,” ujar Perreira seperti dikutip Goal, Sabtu (12/6/2010).

“Kami bisa mengontrol permainan, namun hasil ini saya pikir cukup adil. Saya sendiri merasa puas,” tandasnya.

Berbicara ke depannya, pria asal Brasil tersebut mengatakan kalau laga penentuan untuk lolos ke berikutnya adalah pada saat menghadapi Prancis.

“Penampilan tim tidak mengecewakan. Saya tahu penentuan adalah saat menghadapi Prancis di laga terakhir,” pungkasnya.

'Jabulani Bola Terburuk'


JOHANNESBURG - Jabulani kembali menuai kritikan tajam dari para tim peserta Piala Dunia karena kualitasnya yang tidak memenuhi standar. Pelatih Inggris Fabio Capello pun mengklaim Jabulani adalah bola terburuk yang pernah dilihatnya.

Jabulani adalah nama yang diberikan untuk bola resmi Piala Dunia di Afrika Selatan. Jabulani sendiri mempunayi arti “to celebrate” (untuk merayakan). Namun sepertinya arti nama itu berbanding terbalik dengan kenyataanya saat ini.

Peristiwa blunder yang dilakukan oleh beberapa kiper akibat sulitnya untuk mengendalikan bola, maka tak heran jika bola keluaran Adidas itu menuai banyak kritikan pedas. Tak terkecuali dari mantan pelatih Real Madrid itu.

Menurut pandangan Capello, bola tersebut adalah bola terburuk saat ini dan mempunyai efek yang sangat merugikan bagi para pemain maupun kiper.

“Untuk pemain, bola itu sangat buruk dan juga bagi kiper yang tidak selalu kesulitan mengantisipasi pergerakannya,” ujarnya kepada BBC, Kamis (17/6/2010).

“Terkadang masalah terbesarnya adalah sulit untuk mengontrolnya. Akan sangat baik jika kamu bermain bola pendek, namun ketika mencoba bola panjang sangat sulit memahami bagaimana pergerakannya,” lanjutnya.

Tidak hanya capello, pelatih Pantai Gading Sven Goran Erikson juga turut mempertanyakan kualitas bola itu. “Sudah telat untuk melakukan sesuatu untuk bola tersebut di Piala Dunia. Ini pelajaran untuk pertandingan besar berikutnya. Seharusnya didiskusikan dan semua orang mendengarkan saran kiper terbaik dunia,” ujar Erikson.

Selasa, 15 Juni 2010

Paraguay Hambat Langkah Sang Juara


CAPE TOWN - Juara bertahan Italia gagal mengawali misi mempertahankan trofi juara dengan mulus. Langkah Gli Azzurri tersendat di pertandingan perdana babak penyisihan Grup F, setelah ditahan 1-1 Paraguay.

Bermain di Green Point Stadium, Selasa (15/6/2010) dini hari WIB, Italia yang mengandalkan Alberto Gilardino sendirian di lini depan, tampil kurang greget di awal laga. Justru Paraguay yang tampak mendominasi laga dan memiliki lebih banyak peluang.

Di menit ke-22, Paraguay mengancam gawang Gigi Buffon melalui bomber andalannya Nelson Valdez. Sayang, upaya Valdez masih belum menemui sasaran. Sepakannya masih menyamping.

Mengemban status juara bertahan, Azzurri jelas tak ingin terus tertekan. Tujuh menit berselang, anak-anak asuh Marcelo Lippi merespon dan balik memiliki peluang melalui spak pojok yang dieksekusi Simone Pepe. Sayang, umpan Pepe yang mengarah ke De Rossi dan Claudio Marchisio masih mampu dihalau bek Paraguay, Antolin Alcaraz yang sigap menyapu bola.

Sepertiga laga berjalan, Paraguay masih terus gencar menekan pertahanan Italia. Memasuki menit ke-39, Paraguay akhirnya berhasil memecah kebuntuan setelah heading Alcaraz menyambut umpan tendangan bebas Aureliano Torres, menhujam deras ke pojok gawang Gigi Buffon. Bagi Alcaraz, ini merupakan gol perdananya di ajang Piala Dunia.

Berada dalam posisi tertinggal 0-1, Azzurri coba bangkit di sisa enam menit babak pertama. Sayang, baik Gilardino, Vinzenzo Iaquinta dan Pepe yang menghuni lini depan Italia, gagal mengkonversi peluang yang didapatnya menjadi gol. Hingga babak pertama usai, juara bertahan masih tertinggal.

Memasuki paruh kedua, Italia langsung tancap gas. Serangan demi serangan pun mulai deras dilancarkan. Di awal babak kedua ini, Lippi juga membuat kejutan dengan menarik kiper andalannya Gianluigi Buffon yang tampak mengalami cedera.

Sementara di lain kubu, Paraguay tampak cukup puas dengan keunggulan 1-0 dan mulai fokus menjaga pertahanan. Namun, strategi “bertahan” yang diterapkan pelatih Gerardo Martinez tampaknya tidak berjalan dengan baik. Italia justru kian leluasa membombardir pertahanan Paraguay.

Puncak gempuran juara bertahan pun terjadi di menit ke-63. Berawal dari sepak pojok Pepe, kiper sekaligus kapten Paraguay, Justo Villar melakukan kesalahan fatal saat memutuskan coba memotong bola. Villar tak mampu menjagkau bola yang melewatinya dan menemui kaki De Rossi yang berdiri di depan gawang kosong. Italia pun berhasil menyamakan kedudukan 1-1.

Berhasil menyamakan kedudukan membuat Gli Azzurri kian gencar melancarkan tekanan. Guna menambah daya dobrak anak asuhnya, pelatih Marcelo Lippi pun memasukkan darah segar seperti Antonio Di Natale yang menggantikan Alberto Gilardino. Keputusan ini pun terbilang tepat. Pasalnya, Italia sukses mendominasi penuh jalannya laga.

Di menit ke-83, Italia memilik peluang emas mengamankan tiga angka lewat kaki Riccardo Montolivo yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Sayang, sepakan gelandang muda yang diplot menggantikan posisi Andrea Pirlo ini masih mampu diblok Villar. Hingga laga usai, Gli Azzurri tak mampu menabah gol dan harus puas berbagi poin satu di laga perdana.

Samurai Sayat Singa Liar Afrika


BLOEMFONTEIN - Keisuke Honda mengantar Jepang menjaga rekor tak terkalahkannya atas Kamerun. Gol tunggalnya membawa Samurai Biru menang 1-0 sekaligus memberikan tiga angka perdana di babak penyisihan Grup E, Senin (14/6/2010).

Yang dengan kemenangan ini, Jepang memperpanjang rekor tak terkalahkannya atas Kamerun menjadi empat, setelah sebelumnya menang di tiga pertemuan terakhir. Selain itu, wakil Asia ini juga sukses menjaga rekor tak pernah kebobolan dari tim elit Afrika ini.

Berlaga di Free State Stadium, Jepang tampil cukup apik meladeni permainan agresif Kamerun. Formula 4-1-4-1 yang diadopsi pelatih Takeshi Okada sukses membuat Samuel Eto’o dkk kesulitan menemukan celah untuk menembus ketatnya barisan pertahanan.

Sementara di sisi lain, penampilan Kamerun juga tak buruk. Anak-anak asuh Paul Le Guen sukses menampilkan performa seimbang antara melakukan serangan dengan bertahan dengan format 4-3-3. Sayang, keseimbangan permainan skuad Indomitable Lions hanya bertahan sekira 30 menit pertama.

Memasuki menit ke-39, petaka datang menghampiri Kamerun. Berawal dari pergerakan Matsui di sisi lapangan, bek Kamerun tak memberikan penjagaan ketat kepada Keisuke Honda yang berdiri bebas di depan gawang dan tanpa ampun langsung menyambut umpan Matsui dan merobek gawang Hamidou Souleymanou. 1-0 untuk Jepang.

Tertinggal satu gol, Kamerun bereaksi langsung menaikkan tempo permainan. Sayang, upaya yang dilakukan Eto’o, Jean Makoun dan Eric Choupo-Moting masih mampu digagalkan Eiji Kawashima. Keunggulan 1-0 Jepang pun bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Kamerun kembali mengambil inisiatif serangan. Eto’o menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemain bintang yang sukses menyabet tiga trofi Liga Champions di dua klub berbeda. Bomber Inter Milan ini sukses melewati hadangan dua bek Jepang untuk memberikan umpan kepada tandemnya Choupo-Moting. Nahas, eksekusi Moting masih belum menemui sasaran.

Memasuki menit ke-55, Kamerun kembali mendapatkan peluang. Stephane Mbia menyisir sisi lapangan untuk kemudian melepaskan umpan silang yang gagal dijangkau Webo. Kamerun yang tak ingin kalah di laga pertama, terus melakukan berbagai cara untuk bisa membobol gawang Jepang.

Di sepuluh menit sisa laga, Kamerun mendapatkaan peluang emas menyemakan kedudukan melalui tendangan jarak jauh Mbia di menit ke-86. Nahasnya, bola hanya melintas tipis di atas mistar. Hingga laga berakhir kedudukan 1-0 untuk Jepang tetap bertahan.

Hasil ini, maka Jepang untuk sementara sukses menguntit Belanda di puncak klasemen Grup E. Kedua tim sama-sama mengemas tiga angka. Namun, Belanda berhak beradai di puncak karena unggul selisih gol. Sementara bagi Kamerun, kekalahan ini menempatkan mereka di posisi tiga di atas Denmark yang sebelumnya kalah 0-2 dari Belanda.

Oranye Jinakan Dinamit


JOHANNESBURG – Belanda memulai perjalanan di Piala Dunia dengan baik, setelah menjinakkan Tim Dinamit Denmark 2-0, pada laga penyisihan Grup E, di Soccer City Stadium, Senin (14/6/2010).

Sebelum laga, Denmark diprediksi bakal menyulitkan Belanda sedikit terbukti di awal laga. Tim besutan Bert van Marwijk ini kesulitan menembus rapatnya pertahanan Denmark. Pergerakan Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Robin van Persie serta Dirk Kuyt bisa direda, barisan belakang Denmark.

Beberapa catatan peluang didapat oleh kedua tim. Sundulan van der Vaart memaksimalkan umpan van Persie di menit 20 masih membentur pemain belakang Denmark.

Tujuh menit berselang giliran Denmark mengancam gawang Maarten Stekelenburg. Umpan Daniel Agger dilanjutkan Dennis Rommedahl dengan tendangan lambung kepada Nicklas Bendtner, sayang sundulannya terlalu lemah.

Robin van Persie menutup peluang di babak pertama. Mendapat umpan daerah, striker Arsenal ini sebenarnya sudah punya ruang tembak. Hanya saja, Persie terlalu lama mengolah bola dan terlanjur ditutup defender Denmark. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.

Belanda langsung menggebrak di babak kedua. Sebuah umpan silang van Persie, disundul Simon Poulsen, hanya saja bola malah membentur Daniel Agger dan meluncur masuk ke gawang sendiri.

Kiper Thomas Sorensen melakukan penyelamatan untuk mementahkan peluang dari van Persie di menit 52. Masuknya Eljero Elia menggantikan van der Vaart di menit 67 cukup membuat serangan Belanda menjadi lebih hidup. Beberapa kali gerakan Elia membuat barisan belakang Denmark kelimpungan.

Hingga akhirnya satu dua sentuhan dari Sneijder dengan Elia, masih membentur gawang. Beruntung ada Kuyt yang datang menyongsong bola untuk menggenapkan keunggulan menjadi 2-0.

Dengan hasil ini, Belanda mempunyai koleksi tiga poin. Sementara Denmark yang menelan kekalahan, belum punya angka.

Minggu, 13 Juni 2010

Pesta Black Stars


PRETORIA - Ghana memupuskan harapan Serbia merebut poin pada laga pembuka Grup D, Minggu (13/6/2010). Pelanggaran Zdravko Kuzmanovic di babak kedua memberikan kemenangan tipis 1-0 kepada pasukan Black Stars yang untuk sementara menduduki puncak klasemen.

Bertekad mengawali langkah mereka dengan gemilang, Serbia langsung tancap gas setelah wasit Hector Baldassi meniupkan peluit. Laga belum berjalan satu menit ketika Marko Pantelic mengancam wakil Afrika dengan melepaskan tendangan spekulasi ke gawang Richard Kingson. Beruntung, upayanya belum membuahkan hasil.

Menit ke-20, Ghana kembali mendapat peluang melalui hadiah tendangan bebas berkat ulah Nikola Zigic yang melanggar Dede Ayew. Asamoah yang dipercaya melakukan tendangan bebas melakukan tugasnya dengan baik. Bek John Mensah berupaya menyambut bola dengan tandukan kepalanya di depan gawang Richard Kingson. Sayang, bola masih jauh dari jangkauan Mensah.

Tidak lama, giliran kerja sama Kevin-Prince Boateng dan Asamoah Gyan yang mengancam gawang Stojkovic. Beruntung bagi pasukan Beli Orlovi, skor kacamata belum berubah.

Memasuki menit 28, giliran Serbia menunjukkan taringnya. Bintang Lazio Aleksandar Kolarov meniupkan harapan bagi pendukung wakil Eropa dalam upayanya menyambut bola hasil tendangan bebas melalui kaki kirinya. Namun, bola masih melebar di sisi gawang.

Kapten Dejan Stankovic nyaris membawa Serbia unggul, lima menit sebelum turun minum setelah menyambut bola mentah dari Milan Jovanovic dan melepaskan tendangan ke gawang Kingson. Tapi, Kingson cukup sigap menyelamatkan gawangnya sehingga skor 0-0 tetap bertahan.

Laga berjalan semakin intens di babak kedua. Ghana dan Serbia saling menekan demi mencuri keunggulan.

Ghana memperoleh peluang emas di menit 54 melalui Ayew yang berusaha menyambut umpan silang striker Hoffenheim, Prince Tagoe. Sayang, Ayew tidak mampu menjangkau bola.

Enam menit berselang, giliran Serbia mengancam gawang Kingson. Pantelic melepaskan umpan cantik kepada Nikola Zigic dari sektor kiri. Namun, Zigic belum berhasil memaksimalkan peluang.

Petaka menghampiri kubu Beli Orlevi di menit 75. Mereka terpaksa kehilangan Aleksandar Lukovic yang diusir wasit setelah mendapat kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Gyan.

Kendati tampil dengan 10 pemain, Serbia sama sekali tidak kehilangan semangat. Stankovic dkk bahkan kembali menciptakan peluang di menit 78 melalui tendangan terukur Milos Krasic. Namun, aksi penyelamatan impresif Kingson memupuskan harapan Serbia.

Serbia akhirnya harus menyerahkan kemenangan kepada armada Black Stars di menit 83. Itu setelah wasit memberikan hadiah penalti kepada Ghana, menyusul pelanggaran handball Zdravko Kuzmanovic di kotak terlarang.

Gyan melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor dengan sempurna dan mengantarkan Ghana ke puncak klasemen sementara Grup D berkat kemenangan 1-0.

Der Panzer Menggila !


DURBAN - Brilian. Itulah kata yang paling pas menggambarkan performa skuad Jerman pada laga penyisihan Grup D melawan Australia, Senin (14/6/2010) dini hari. Pasukan muda Panser tanpa ampun menggilas juara grup kualifikasi zona Asia empat gol tanpa balas.

Australia sebenarnya tampil menawan di awal laga. Sadar akan ancaman skuad Joachim Low, armada Socceroos langsung mengambil inisiatif menyerang. Tim Cahill bahkan nyaris menjebol gawang Manuel Neuer di menit keempat setelah menyambut sepak pojok Luke Wilkshire dengan tandukan kepalanya.

Kapten Lucas Neill bereaksi cepat setelah bola mentah dari Cahill jatuh di kakinya. Namun, upaya punggawa Galatasaray juga belum membuahkan hasil. Begitu juga dengan tendangan Richard Garcia yang masih bisa ditepis Neuer.

Sayang, dominasi anak-anak asuh Pim Verbeek tidak berlangsung lama. Empat menit berselang, gawang Mark Schwarzer justru kebobolan bekat aksi spektakuler Lukas Podolski yang memanfaatkan kombinasi umpan cantik Mesut Ozil dan Thomas Muller. 1-0 Jerman memimpin.

Gol Podolski segera menjadi penyemangat Der Panzer untuk menguasai laga. Bomber Bayern Munich Miroslav Klose berpeluang menggandakan keunggulan Jerman di menit 24 setelah menerima umpan Ozil. Sayang, tendangannya masih melebar.

Namun, dua menit berselang, Klose akhirnya menuntaskan tugasnya dan membawa Jerman unggul 2-0. Berawal dari umpan silang Phillip Lahm, Klose melesat ke depan gawang Schwarzer dan sukses mengungguli kiper Fulham sebelum menceploskan gol kedua Jerman melalui header.

Ini merupakan gol ke-11 Klose di pentas Piala Dunia dan membawanya menyamai rekor Jurgen Klinsmann. Klose kini hanya terpaut empat gol dari Ronaldo (Brasil) sebagai topskor di pesta akbar sepakbola dunia.

Ozil nyaris menambah keunggulan Jerman di menit 31 setelah Schwarzer salah mengantisipasi datangnya bola. Beruntung, Neill bereaksi cepat dan menggagalkan serangan Ozil dengan membuang bola dari depan gawang yang kosong. Alhasil, kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.

Derita Neill dkk berlanjut di babak kedua. Bahkan, armada Socceroos terpaksa melanjutkan laga dengan 10 pemain setelah Tim Cahill mendapat kartu merah langsung akibat aksinya 'menggunting' kaki Bastian Schweinsteiger.

Unggul jumlah pemain, Tim Panser pun enggan menyia-nyiakan kesempatan. Muller, yang menjadi arsitek gol pertama Jerman, memberi keunggulan 3-0 di menit 67 setelah menerima assist dari Podolski.

Jangan kira skor 3-0 akan membuat Jerman puas. Hanya berselang tiga menit, gawang Schwarzer kembali bobol. Claudemir Jeronimo Baretto alias Cacau memastikan kemenangan Jerman usai memaksimalkan umpan Ozil.

Hasil ini sontak menempatkan Jerman di pucuk klasemen Grup D, setelah pada pertandingan sebelumnya Ghana menang tipis 1-0 atas Serbia.

Slovenia Pimpin Grup C


POLOKWANE – Kejutan terjadi di Grup C, setelah Slovenia menjadi pemuncak klasemen sementara. Slovenia mengungguli wakil Afrika Aljazair dengan skor tipis 1-0, pada laga yang dimainkan di Peter Mokaba, Minggu (13/6/2010).

Kemenangan ini membuat Slovenia mengumpulkan tiga poin. Inggris dan Amerika Serikat baru mengoleksi satu angka, setelah bermain 1-1 dini hari tadi. Sementara, Aljazair menjadi juru kunci dengan nilai nol.

Pertandingan berjalan lambat sejak peluit kick-off tanda laga dimulai dibunyikan wasit. Aljazair membuka peluang di menit tiga melalui tendangan bebas Nadir Belhadz. Beruntung, kiper Slovenia Samir Handanovic masih mampu mentips bola.

Slovenia terus tertekan. Di menit 35 Rafik Halliche membuka peluang, namun urung terjadi gol setelah sundulannya terlalu tinggi. Empat menit berselang, Karim Matmour melepaskan tendangan keras kaki kiri hanya masih terlalu tinggi.

Di babak kedua, tempo pertandingan tidak banyak berubah. Namun, Slovenia coba lebih keluar menyerang. Pertarungan pun banyak terjadi di lini tengah. Petaka buat Aljazair terjadi di menit 72, setelah Abdelkader Ghezzal diusir wasit. Ghezzal menerima kartu kuning kedua, setelah melakukan handball saat mengkontrol bola.

Slovenia akhirnya memastikan kemenangan pada menit 78. Tendangan keras menyusur tanah Robert Koren, gagal diantisipasi kiper Faouzi Chaouchi. Bola menghujam masuk ke pojok kiri gawang.

Gol Koren tersebut, menjadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. Dan kemenangan 1-0 menjadi milik Slovenia.
Bookmark and Share

wibiya widget